TUTORIAL

Kamis, 30 Agustus 2012

Me vs Printer

Bismillah...

前門()虎校門()狼 (
senmon no torakoumon no ookami

Kalau di Indonesia sendiri, biasanya kita menyebutkan peribahasa di atas seperti ini [terlepas dari mulut buaya masuk ke mulut harimau]. Setelah terlepas dari satu masalah mendapat ke masalah lain lagi. Seringkali manusia pasti mengalami ini, begitupun saya. Kali ini peribahasa itu sekali lagi mengikatku. Entahlah, magnet apa yang selalu menarikku ke dalamnya. 

Ini masalah tentang mesin pencetak. Sudah beberapa kali saya bermasalah dengan mesin yang satu ini. Masalahku kali ini karena printernya ngadat ngeprint skripsi saya. Sebel deh, padahal sudah beli printer baru. Setelah diisi tinta kok kemampuan printernya sama aja dengan printer yang lama. Ah, gak recommended lagi nih printer merek itu. 

Sebal banget kalo liat hasil cetakannya itu buram-buram dan bergaris-garis tidak jelas. Sudah menghabiskan kertas, menghabiskan tinta dan tisu pula. 



Skripsi nan keren itu jadi terhambat dicetak. Mau apa sih printer baru itu. Masalah dengan printer sudah berapa kali kudapatkan. Pernah juga saat tugas akhir kuliah telaah drama. Naskah drama terjemahan Indonesia yang sudah susah payah kutranslate itu malah ngadat terprint gegara printer. Dan gara-gara itu pula nilaiku jadi A minus. Aiiishhhh...

sebel liat hasil print yang kayak begini

Yang paling ngejengkelin itu kalo hasil printernya sudah keren bagian atasnya pas bawahnya langsung hilang separuh. Aah rasanya pengen banting printer. Tapi takut dipaksa kerja rodi lagi bentar, gak jadi deh.


buang-buang kertas nih yang beginian

yang begini paling gaje

Yah, paling kagak jelas itu cartridgenya. Entah diapai baru bisa normal. Nanti kubawa ke rsj saja. Wes, saya mo coba ngeprint lagi. Kalo masih gak bisa. T.E.R.L.A.L.U

Hima Rain

Kamis, 23 Agustus 2012

Revisi KKHH

Bismillah...

Hari ini saya menonton Kuch-Kuch Hota Hai lagi untuk yang kesekian kalinya. Parahnya saya gak bosan-bosan menonton walaupun berkali-kali. Mungkin karena ceritanya yang lucu kali. Sambil nonton saya mengerjakan revisi skripsi yang harus dikumpulkan tanggal 27 nanti. Tinggal 4 hari dan revisiku belum selesai-selesai juga. Apalagi saya pusing memikirkan lembar pengesahan yang tidak kupunyai formatnya. Liat format punya Ninis, tapi itu kan format tahun lalu, takutnya ada yang berbeda dengan tahun ini. Ah, semua teman yang kukirimi message tidak satupun yang membalas dan mengirimkanku barang sefile-dua file. Aih, gak kepompong.

Sambil sesekali menengok ke layar yang ternyata ceritanya sudah sampai pada Anjali akan kembali ke rumahnya dan mo nikah ma Aman. How sad scene. Menulis revisi itu seperti mengulang bahasan skripsi dari awal padahal saya cuma diberi 2 catatan yang harus diubah. Kenapa saya begitu repot ya.

Subuh ini saya memasak nasi goreng karena bosan makan soto 3 hari berturut-turut. Betapa lezatnya nasi goreng tahu sederhana itu di waktu-waktu seperti ini. Hari-hari setelah lebaran memang terkadang membuat kita bosan dengan makanan enak. Di rumah ketemu makanan enak, di rumah orang ketemu makanan enak. Mana makanan biasanya.

Eh, rahul sedang mandangin foto tina. Ya, sudah saya selesaikan film ini dulu.

Hima Rain

Rabu, 22 Agustus 2012

Yuk, Tanam Kuaci

Bismillah...

Seperti bulan-bulan sebelumnya, rutinitas harianku kembali. Kali ini menanam bunga. Kira-kira dua pekan lalu saya membeli bibit dari penjual bibit online yang bikin iklan di kaskus. Paketnya tiba jumat lalu. Ini kali pertama saya membeli bibit dari internet. Saya kagum sama pembungkus bibitnya, pas liat isinya sedikit kaget sih. Ternyata isinya kuaci.



Baru sadar sih, saya kan beli bibit bunga matahari jadi pasti bibitnya yaa biji bunga matahari. It means kuaci. hehehe. Tadi pagi saya baru saja menanamnya. Saya menanam 4 bungkus dari 10 bungkus biji eceran yang kubeli. Itu berarti 12 biji. 3 bungkus kuberikan pada tante dan sisanya masih berpikir mau kasi siapa. 

Bibit ini jenisnya Sunflower Giant Single Kuning. Kira-kira kalo budidayaku berhasil akan menghasilkan bunga seperti yang ada pada sampul pembungkus bibit. Nah, bagaimana jadinya nanti ya, kita lihat saja beberapa bulan kemudian.  


Hima Rain

nb. saya membeli 10 bungkus dengan harga Rp 10.000. 
Ini tempatku membeli http://petanirumahan.wordpress.com/, yang ingin membeli bibit-bibit lain ada di sana juga kok 

Minggu, 19 Agustus 2012

Mentari Lebaran nan Fitri

Mentari terbit di hari nan fitri. Mohon maafkan lahir dan batin. Taqabbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum. 



Segenap keluarga Hima Rain beserta Soto Banjar yang enak ini mengucapkan 
"Selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1433 H" :>

Hima Rain

Sabtu, 18 Agustus 2012

Percikan Kembang Api di Malam Takbiran

Bismillah...

Beberapa belas tahun lalu saya masih ingat selalu membeli kembang api kecil bungkusan di warung tanteku di sudut lorong. Dulu ada satu jemuran kecil di samping rumahku yang selalu kugunakan sebagai tempat menggantung kembang api itu di sana, saksi bisu. Menyulut kembang api dan kemudian menggantungnya terbalik lalu memandanginya perlahan hingga habis percikan api yang muncul darinya. 12 buah dalam sebungkus kubagi 5 bersama saudara-saudariku. Kembang api kecil itu dulu begitu ekslusif. Harganya murah tapi cuma sanggup kubeli sebungkus.

kembang api mini dari blog nonitriana
Menutup ramadhan dengan kembang api ini adalah kebiasaanku dan teman sebayaku selorong setanah air. Di dalam sulutan kembang api ini tersimpan memori-memori masa kecilku tentang ramadhan dan malam lebaran. Dulu, bapak setiap tahun biasanya keluar rumah membakar kayu kemudian membuat tungku dari batu bata dan memasak ketupat dan buras hingga pukul 12 malam lebih. Terkadang diriku ikut menyelipkan diri sambil memain-mainkan api tungku yang kemudian disambut marah oleh bapak. Kembang apilah yang menjadi pengganti kala saya tidak diijinkan bermain api. Main api itu juga berbahaya sih.

Tiang jemuran di samping rumah yang kukatakan tadi. Beberapa tahun lamanya menjadi saksi dinyalakannya kembang apiku yang istimewa. Tiang jemuran itu kini sudah tak ada. Kembang api kecil pun sudah menjadi hal biasa dan jarang dimainkan lagi. Sekarang kembang api besar yang meletus-letus di langit yang menggantikan peran kembang api mini itu. Merayakan takbir yang kian nyata. 

Nah, kawan blogger. Hima Rain ini telah menjadi teman kalian selama kurang lebih setahun. Mohon maaf bila ada salah-salah kata dan kalimat yang mengucur di blog ini maupun di kotak komentar kawan-kawan sekalian. Semoga tulisan-tulisan ini ke depannya bermanfaat untuk semua. Amiin. Taqabbalallahu minna waminkum... Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wata'ala. Maaf lahir batin dari hima..

Sampai saat ini saya masih tidak suka dengan letusan kembang api yang membuat jantungku berdebar-debar. Please masa lalu ternyata memang lebih indah dan damai.

Hima Rain