TUTORIAL

Rabu, 21 Agustus 2013

-Layu Sebelum Berkembang- Lebih Besar

Bismillah...


Kalian tahu pembaca, sekitar dua tahun yang lalu saya menanam beberapa jenis tanaman yang berbunga, salah satunya adalah Bunga Seruni. Awalnya saya belum tahu, Bunga Seruni itu seperti apa. Mamaku cuma berkata, "Seruni itu cantik sekali, warnanya kuning dan mekarnya bagus sekali". Mendengar kata kuning, alarm di kepalaku langsung berbunyi. Dan kepalaku secara tidak langsung menganak-emaskan tanaman ini.

bunga seruni yang  kupetik dari blog Bunga Nusantara
Nama lain dari Seruni adalah Krisan dan dalam bahasa latin disebut Chrysanthemum. Seruni dari versi Wikipedia didefenisikan sebagai sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. Tumbuhan berbunga ini mulai muncul pada zaman Kapur. Bunga seruni adalah bagian dari tumbuhan suku kenikir-kenikiran atau Asteraceae yang mencakup bermacam-macam jenis Chrysanthemum. Setau saya krisan ini digunakan sebagai lambang kekaisaran Jepang, selain itu gambar kelopak krisan ini pernah saya temui di novel Taiko. Belakangan saya baru tau kalo lambang yang ada di Taiko itu adalah lambang lencana anggota parlemen di Jepang. Bunga ini memiliki jenis lain yang berwarna lain selain kuning. Dan kebetulan yang saya tanam ini berwarna kuning. Kawaii... >,<

Awalnya warna tanaman ini masi hijau-hijau saja seperti daun kangkung. Tapi setelah berbulan-bulan lamanya aku menunggu (cie). Akhirnya tanaman ini mengeluarkan sedikit tanda-tanda bahwa ia akan melahirkan bunga. Ada sedikit gembungan kecil di ujung pucuk tanaman ini. Kalian tahu betapa bahagianya diriku saat itu. Aku akan punya cucu (hehehe).





Akupun terus melanjutkan "aktifitas anak-emasku" terhadap tanaman tersebut selama beberapa bulan. Menyiraminya terus setiap pagi dan sore hari. Setiap hari memperhatikan pucuk kecil yang kian hari kian berkembang. Ada kalanya saya sangat senang sekali melihat ada sedikit kelopak kuning yang mencuat dari pucuk kecil itu. Alhamdulillah setelah beberapa bulan menunggu, hal-hal yang kuimpi-impikan akhirnya terkabul. Bunganya telah berkembang sempurna. Cantik Sekali...



Tetapi kebahagiaan itu cuma berlangsung beberapa bulan. Di suatu pagi saya menemukan kenyataan pahit kalo kucingku sendiri yang bernama Long-long mengencingi pot bungaku tersayang. Alhasil karena tidak mengurus bunga itu selama dua hari saya jadi tidak tahu bahwa Long-long telah melakukan hal sekeji itu terhadap bungaku. 


potret tersangka
Karena dua hari mengalami penderitaan, bungaku agak sedikit layu. Dengan sigap, akupun segera memindahkan tanaman tersebut dan mengganti tanah yang telah terkena najis itu. Mencoba melakukan bantuan cepat terhadap pasien gawat darurat yang satu ini. Setelah mengembalikannya ke dalam pot yang berisi tanah baru. Tanamanku agak baikan. Namun ternyata kehidupannya tidak berlangsung lama setelah "hari gawat darurat itu". Bungaku telah layu. Daun kecil yang dulunya kokoh sekarang menunduk layu kecoklatan. Sayang sekali keindahannya terhapus oleh ulah seekor kucing kecil yang berwajah polos itu. (awas kamu Long-long).



Padahal saya sudah sengaja mendokumentasikan pertumbuhan seruni ini untuk kutuliskan di blog, ternyata bunganya malah layu. Yah satu saran bagi penyuka tanaman dan kucing sepertiku, jauhkan tanamanmu dari kucing-kucing piaraan kalian. Ini serius, jauhkan. Ada masa-masa di mana kucing galau dan kesal lalu kemudian melampiaskannya pada tanaman. Korban lain tidak hanya seruniku, pernah juga tapak dara dan tanaman lain diacak-acak olehnya. Eeh, walaupun melihat tulisan ini tetap masih semangat menanam kan?! Kelak aku akan mencoba menanam kembali tanaman Bunga Seruni ini. Jya, uete shiyou!

Hima Rain

Jumat, 09 Agustus 2013

Cerita-cerita Ramadhan #1 Bukber Trio Ichi Guruppu

Bismillah...

Assalamualaikum bloggers ^-^ ramadhan bulan lalu hampir sama sekali tidak ada postingan kubuat hahaha terlalu banyak pesanan yang kuurus sih. Sebelum itu Selamat Hari Raya Idul Fitri kawan. Taqabbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum. Tahun ini untuk sekian lamanya saya pun bukber dengan teman-teman di kelompok satu. Kelompok satu ini pernah kuceritakan dalam beberapa postingan di blog ini, mereka adalah teman-teman dekatku di kampus. Hei sudah hampir dua tahun kami tidak buka puasa bersama. Pengalaman skripsi dan beberapa kesibukan kami membuat momen bukber tidak ada di beberapa ramadhan waktu masi kuliah. Nah, makanya ramadhan taun ini kurasa berbeda. Senang saja akan berkumpul dengan mereka.

Tapi pada hari yang ditentukan kami tidak bisa kumpul semua, sekali lagi kesibukan juga sih. Tapi alhamdulillah kami tetap bukber walaupun hanya saya, ninis, dan indah. Kami pun janjian di MP pukul 4. Sebelum ke MP saya putuskan untuk pergi ke Toko Buku Agung dan ke Pasar Sentral dulu. Pukul 2 saya pun berangkat ke Agung. Dan tersangkut di sana lebih sejam, Agung lagi padat-padatnya mengingat esoknya hari pertama masuk sekolah. Selanjutnya menuju destinasi kedua, Pasar Sentral, di sana pun saya juga tersangkut kurang lebih setengah jam. Sangat padat, rata-rata orang-orang berbelanja keperluan lebaran. 

Untungnya tubuhku ramping dan gampang melesat ke sana ke mari. Setengah jam saya di sana dan adzan pun berkumandang. Sudah pukul 3.30 dan saya pun tiba di rumah pukul 4. Di rumah saya cuma menyimpan barang dan kemudian berangkat lagi. Hufft saya ragu bakal sampai tepat waktu ke Mp, yah paling tidak bisa sampai di sana sebelum magrib. Kalo lewat, bukan bukber dong namanya tapi makber -makan bersama-. Alhamdulillah, sejam lebih saya di pete-pete dan tiba di tempat janjian beberapa menit sebelum berbuka puasa. Finally kami bukber. Horeee... Di sana kami habiskan dengan  bercerita panjang dan foto-foto. Waktu  minta tolong difotokan sama seorang mbak-mbak saya jadi  gak enak,  wajah mbak-mbaknya agak lain sih hahahaha.  


Melanjutkan sholat magrib di musholla mall yang padat dan kemudian berjalan-jalan ke Gramedia mencari buku craft. Kutemukan satu judul yang kupikir mesti kupunyai. Buku ini mengajarkanku ilmu baru. Cara membuat Bunga dari Flanel. Isinya apik sekali.


hei ada cara bikin bunga matahari juga

Setelah mendapat buku ini kami singgah ke timezone demi memenuhi harapanku main capit boneka. 20ribu saja kuhabiskan untuk main ini. Mau coba-coba saja sih karena ingat squidward di Spongebob tadi paginya. Penasaran dapat boneka dari mesin itu. Hahaha saya tidak ahli dan hanya menyisakan kartu bersaldo 3000 itu. Padahal ada boneka singa imut, kuning lagi. Hum, mending tambah dikit untuk beli boneka yang sama. Hum tapi dapat boneka dari mesin sulit itu sesuatu kayaknya hihi.



Kurasa puas kami pun lanjut cari minum dan bertiga ngeteh poci di lantai atas sembari mengajarkan Indah membuat gantungan clover. Walaupun di foodcourt sudah sepi pengunjung yah kami tetap duduk di sana tanpa makan lagi, sudah mau tutup sih.

Yah, hari itu pertemuan kami bertiga ditutup dengan jalan-jalan memutari mall dan singgah di counter samsung. Hum, lagi diskon beberapa item mereka. Kami pun berpisah di pintu belakang mall dan kemudian Indah mengantarku pulang. Yah bukber yang menyenangkan. Arigatou tomodachi san. Yah walaupun tidak berkumpul semua. Terima kasih dokumentasinya Nischu.


Hima Rain

Kamis, 08 Agustus 2013

Ied Mubarak Bloggers

Bismillah...

Hima Rain mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idu Fitri 1434 H. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wata'ala. Mohon maafkan lahir dan batin ya.

Taqabbalallahu minna waminkum....


Hima Rain