TUTORIAL

Senin, 29 Oktober 2012

Chhota Bheem


Bismillah...

Chhota Bheem, judul Indonesianya adalah Bima Sakti. Animasi buatan India yang opening song-nya lucu sekali. Bheem..bheem..bheem. Chhota bheem.. chhota beem. Pada refrain ini saya suka soalnya cengkok-cengkok penyanyinya saat melafalkan kata ini mengingatkanku pada lagu Kuch-kuch Hota Hai (versi anak-anak kalo ada hahaha). Itupun bagian lirik yang paling kuingat soalnya pengulangan nama si Chhota sih.

official site Chhota Bheem

Animasi ini walaupun efeknya masih kalah jauh dengan buatan Malaysia yaitu Upin-Ipin, setidaknya materi cerita yang dibawakan animasi ini cukup menarik perhatianku. Durasi yang singkat, kira-kira hanya setengah jam tayang di televisi tetapi menghadirkan cerita sederhana anak-anak yang cukup menghibur. Tidak terkesan berlebihan dan yang terpenting mengirim pesan-pesan baik bagi penontonnya. Saya berharap yang menontonnya juga tidak hanya orang berumur 20-an seperti saya namun ditonton oleh anak-anak yang memang diperuntukkan mereka.

Tontonan jenis ini sudah jarang dimunculkan di tivi. Saya salut untuk program tv antv yang cukup banyak menghadirkan program-program bermanfaat bagi masyarakat. Terkhusus program-program animasi yang baik dan disarankan untuk anak-anak seperti yang saya tonton berturut-turut pagi dan sore ini. Pagi tadi saya menonton tayangan Street Ball, masih mengangkat efek animasi bertema cerita sederhana, tentang bola. Jam 4 sore tadi antv menyuguhkan siaran kartun jaman dulu yang kembali mengingatkan saya waktu umur 5 tahunan. Kartun jadul yang masih menarik perhatianku hingga saat ini. Kartun serupa juga ditayangkan di tvri setiap pagi jam 8 hingga jam 9. Kemudian antv melanjutkan dengan Chhota Bheem dan Mr. Bean.

Sore-sore seperti ini jarang ada stasiun yang menayangkan program kartun yah. Kembali ke jaman dulu deh saat kartun begitu maraknya ditayangkan di setiap stasiun setiap sore. Always miss that moment. Oke, baiklah mungkin saja stasiun tv lain memiliki tayangan-tayangan yang mereka anggap lebih berguna ketimbang tayangan kartun yang sudah jarang ditonton anak-anak lagi. Kalian pasti tahu kan tayangan-tayangan apa saja yang menggantikan kartun-kartun itu? Hahaha dijawab di dalam hati saja.

Hima Rain

Facebookku di 2008

Bismillah...

Hari ini saya mengomentari status facebooknya teman secara ringkas. Semakin hari cuap-cuapku makin sedikit. Bukannya malas, mungkin lebih ke mengendalikan diri. Lucu ya. Iya, lucu sekali. Semakin banyak bicara makin bikin aneh saja.

Dulu sih enak cuap-cuap di fb soale temanku masih secuil, statusnya gak berlebihan dan normal. Hal lucu tahun 2008 itu saya banyak meng-add akun-akun artis dan orang-orang dari biblioholic pastinya. Hahaha berasa wow banget gitu. Berasa sok dekat gitu dengan artis. Hahaha boro-boro kenal, melihat statusku pun mungkin dia enggan. Yang muncul di view friends dulu itu masih kuingat, Cecep Reza. Artis pertama yang kuliat akunnya di facebook.  Cecep Reza waktu itu cukup kukenal soalnya saya sering nonton sinetron Bidadari, dia yang jadi Bombom.

Kondisi fbku tahun 2008 lalu itu kurang lebih miriplah dengan kondisi twitterku tahun ini, sama-sama jarang kubuka dan kuperhatikan. Kalah saing sih ma friendster. Friendster jaman dulu itu inovasi keren lo, fb baru-baru aja terkenal. O, iya ngomong-ngomong juga nih sekarang friendster.com sudah jadi tempat main game. Weird tampilannya.

Apalagi ya yang menarik dari fb di 2008, oh iya tampilannya masih lugu, untuk orang-orang innocent seperti saya, tampilannya waktu itu sederhana dan nggak banyak aneh-aneh. Sponsor-sponsor pun tak ada. Pokoknya betul-betul jejaring sosial only. Kalo yang sekaraaangg.. no comment ah.

pp pertamaku nih, cutie kitten

Hima Rain

Jumat, 26 Oktober 2012

Kesenangan Bersama Keluarga

Bismillah...

Allahuakbar allahuakbar allahuakbar walillahilham...


Lumayan cerah hari ini. Untuk kedua kalinya saya memotret langit beserta mentari terbit di hari raya. Kali pertamanya di hari nan fitri dua bulan yang lalu. Latarnya tetap sama, mentari terbit di balik gedung bosowa di Jl. Jend. Sudirman Makassar. Namun kali ini tempatku sholat bergeser sedikit dari biasanya. Biasanya kami sholat di atas rumput Lap. Karebosi, kali ini kedatangan kami sedikit lebih cepat sehingga kami mendapat tempat di depan. Pada tempat yang biasanya dipergunakan untuk Upacara 17-an. Tepatnya di samping tribun karebosi.


Sebenarnya shaf wanita tidak boleh ada di bawah tribun itu karena shaf wanita dan laki-laki akan bersebelahan, padahal semestinya letak wanita di belakang shaf laki-laki. Lewat mikrofon petugasnya mengatakan shaf wanita adalah di belakang garis umbul-umbul bendera merah. Itu tuh pada gambar. Namun mereka tidak jua mengindahkan, entahlah mungkin mereka merasa lebih nyaman di sana.

Selain dari hal itu, hari ini pula Hima mengamati langit dan awan tipis yang menutupinya. Langit sangat biru, awan tipis itu hanya menutupi sebelah langit bagian barat dan sedikit di sebelah timur. Kala itu langit pun di hiasi dengan balon-balon gas cantik berwana yang beterbangan, dari yang kuperhatikan ada 7 balon.

Setelah sholat Id kami mendengarkan khutbah hingga selesai dan kemudian meninggalkan tempat itu dan berfoto keluarga bersama. Selain keluargaku, kami juga mengajak serta 2 anak tetangga lucu. Nadia dan Chelsea.


Di rumah, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama di depan pohon belimbing dan kemudian mengolah sate... Yihaaa.. enak.



Hima Rain mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Adha, taqabbalallahu minna waminkum. Maaf lahir batin ya kawan-kawan".


Hima Rain

Kamis, 25 Oktober 2012

Make Kiwi Slice

Bismillah...

KIWI SLICE

This is the first time i make kiwi slide. Tau kiwi kan? Nama buah tuh. Sebenarnya bukan pertama kalinya sih tapi ini pertama kalinya saya buat kiwi slice yang pake kulit. Dan lebih cantik lagi kubuat hehehe, narsis sendiri. Senang sekali mengerjakannya hari ini. Saya buat selusin doang tapi cukup lancar dan tidak terhambat. Padahal biasanya saya kalau bikin kreasi topping yang minta ampun detailnya dan kecil-kecil sedikit membuatku malas.

Hari ini kebetulan sih ada yang memesan stoples lebaran untuk idul adha besok. Saya jadi buru0buru waktu seharian ini. Bikin stoples desain cake yang mereka inginkan. Saya buat dulu potongan jeruk, setelah itu kiwi dan terakhir baru ceri deh. Kiwi yang kubuat hari ini manis sekali. Pokoknya saya suka. Stoples itu pun kelar pukul 7 tadi. Alhamdulillah ya.

HASIL TOPPING DAN STOPLES BUATANKU YIHAAA
Hima Rain

Denka San #Masih tentang Skripsi

Bismillah...

Tanggal 25 Agustus 2012, sepekan setelah lebaran merupakan tanggal deadline pengerjaan revisi skripsiku. Sebelum lebaran ibu kajur alias ketua jurusan memberi kami pesan untuk menyelesaikan semua urusan revisi dan tinggal mengumpulkan skripsi yang sudah dijilid dengan rapi tanggal 27 Agustus tepat pada hari pertama kuliah dimulai kembali. Otomatis saya sedikit kelimpungan mengingat beberapa hari sebelumnya saya masih bersantai menikmati libur lebaran. Revisi skripsiku baru 50 persen dari semua poin yang harus diperbaiki. Malam itu saya lembur di depan laptop sambil bermain ameba pico

Poin terakhir dari perbaikan pembimbing kira-kira kelar pukul 11 lewat. Lega sih tapi belum bisa bersenang hati dulu, masih ada abstrak bahasa jepang yang belum sama sekali kukerjakan. Abstrak berbahasa Indonesia sebelumnya sudah kukerjakan, begitupula dengan versi bahasa Inggrisnya. Bahasa Jepangku yang payah membuatku menyelesaikan abstrak itu kira-kira sejam lamanya. 

Ameba pico ku masih menyala, kala itu saya menyusup di sana bukan untuk bermain. Sengaja saya log in dan kemudian langsung mengklik 'Japanese Park' dan berinteraksi dengan player-player orang jepang ameba pico demi skripsi tercintahh. 

Abstrakku sudah kelar, namun yang menjadi kendala apakah yang kususun itu benar-benar sudah tepat. Oleh karena itu saya harus mencari salah seorang pemain ameba Jepang untuk kutanyai kebenaran abstrakku itu. Setidaknya pengoreksian dari sisi grammar. Terkadang kami pembelajar bahasa Jepang masih sering mengalami kesalahan grammar dan kosa kata soalnya kami bukan penutur asli. Kira-kira 15 menit berlalu tidak juga kutemukan orang yang bersedia membantuku apalagi saat itu modemku terus saja disconnect tiada henti setiap berapa menit sekali. Sedihnya. Rata-rata orang Jepang tidak ingin diganggu sehingga sulit menemukan mereka yang benar-benar bersedia. 

Saat itu untung saja ada Ninis yang juga log in di ameba pico. Dia pun membantuku mencari orang yang sedang lowong dan sedang tidak ada kesibukan. Ninis menemukan satu orang yang cukup baik. Nick namenya itu denka, awalnya kuliat data personilnya itu berumur 76 tahun sehingga tidak kusapa dan kutanyai langsung eh ternyata umur aslinya 20 tahun. Alhamdulillah ninis pintar deh. Kami menemui orang itu dan kemudian sedikit berkenalan dan bercakap-cakap. Denka san saat ini kuliah di salah satu universitas di Jepang jurusan Hukum. Bahasa Inggrisnya pun lumayan bagus sehingga saya tidak terlalu kesulitan dalam berkomunikasi dengannya. 



Kami bertukaran email dan kukirimkan file abstrakku ke emailnya. Sekitar dua jam dia membantuku mengoreksinya. Katanya dia sedikit kerepotan dengan abstrakku, banyak yang tidak dia mengerti dari kalimat-kalimat yang kususun. Dengan baik hati dia mengganti yang salah kemudian memberitahu di mana letak kesalahanku. Dia bilang saya kebingungan dan sulit membedakan partikel-partikel dalam bahasa Jepang. Hehehe benar banget tuh, saya memang bingung membedakan partikel wo, ga, de, ni, dan wa itu. 

Walaupun usianya terpaut lebih muda dariku tapi dari cara bicaranya cukup dewasa dan pintar. Baik hati pula. Terima kasih Denka san, hingga pukul 1 dia menemaniku mengerjakan abstrak tersebut. Padahal di Jepang itu sudah pukul 2 lo. Jarang ketemu orang sebaik itu di dunia maya. ありがとうございます。



Hima Rain

Selasa, 23 Oktober 2012

Me-chan in action (map edition)

Bismillah...

Dua tahun lalu, ini peta tugas dari dosenku.


Make japan around map by myself. Belum usai mewarnai laut tiba-tiba muncul partisipan lain.


Me-chan in action.


Hima Rain

Sabtu, 20 Oktober 2012

Be Honest

Bismillah...

Belajar.. belajar.. belajar. Everyday we have to learn something. Apapun itu, belajarlah dari segala apa yang kamu lihat, apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu peroleh. Hari ini saya belajar bahwa menjadi munafik dan berbohong itu sungguh sangat merugikan dan membuat perasaan menjadi sangat tidak enak.

Dari Nawwas bin Sam'an radhiyallahu anhu beliau berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam tentang perbuatan kebaikan dan perbuatan dosa maka beliau bersabda: "Kebaikan (al birru) adalah akhlak yang terpuji sedangkan dosa adalah apa-apa yang menyesakkan dadamu, dan engkau tidak senang jika kelakuanmu itu diketahui oleh manusia." (HR. Muslim)

Dan manakala saya berbohong, maka hari itu saya diliputi perasaan tidak enak dan betul-betul menyesakkan dada seharian itu. Memang saat kita manusia melakukan dosa, kita akan mudah mendeteksinya karena pada saat itu pula hidupmu berasa sangat tidak tenang. Implikasinya berarah pada mood dan pikiran-pikiran yang kemudian menjadi negatif dan negatif. Wah, suudzon begitu cepat datang kala kita melakukan dosa bahkan  keburukan pun akan saling panggil memanggil setelahnya. 

Terkadang pula sekali kita berbohong akan ada lagi kebohongan-kebohongan lain yang bermunculan tanpa disadari terucap dari mulut. Bahkan isi kepala ini akan lebih keras berpikir dan berpikir apalagi yang harus dipikirkan 'tuk menutupi kebohongan-kebohongan ini. Dan alhasil kita akan terjatuh ke pikiran tertekan atau istilah kerennya stress. Berbohong bisa bikin sakit lo. 

Maka dari itu, kejujuran semestinya disanjung tinggi-tinggi dan diletakkan di tempat hati yang paling tinggi. Semua yang berdasar pada kejujuran akan mendatangkan kebaikan dan keuntungan yang besar. Hal unggul yang muncul dari kejujuran adalah hidup kita lebih sehat dan jauh dari pikiran stress, senyum pun tampak lebih murni dari hati. Semoga ini menjadi nasehat besar pada diriku hari ini. Be Honest, would be Happier. 

Hima Rain

Rabu, 17 Oktober 2012

Sostsugyou no Hi Waktu itu

Bismillah...

Tidak terasa sudah sebulan saya melewati masa-masa wisudaku itu. Kangen deh. Saya suka suasana wisuda. Entahlah, rasanya atmosfirnya begitu lain dengan yang biasa kudapat di ruang jurusan ataupun kelas. Suasana PMB saat di baruga 5 tahun lalu pun tidak terasa seperti itu. Padahal sudah kesekian kalinya saya menduduki kursi baruga pettarani unhas itu selain saat penerimaan mahasiswa baru. Duduk di sana membuatku rindu.

Saat itu walaupun suasana wisuda di pertengahan terasa sedikit membosankan. Menunggu nama mahasiswa habis disebut satu-satu itu sebenarnya menyenangkan. Saya sembari menunggu, bercanda tawa dengan teman sewisuda, juga tak lupa mencari nama-nama mahasiswa yang sekiranya mungkin saya akan kenali. Di beberapa fakultas saya tandai wajah dan nama satu persatu teman yang ternyata bersamaan wisuda denganku. Kadang juga saya menganga melihat IPK yang cukup tinggi. Kalo sudah mencapai lebih 3,8 saya mangap-mangap. Betapa pandainya orang-orang yang mengoleksi ipk itu.

Hum, sekitar 2 jam lebih saya menunggu. Padahal ada seseorang yang ingin kupotret saat itu. Request dari seorang teman, tapi sayangnya tidak sempat kukutip potretnya. Jadinya saya hanya mendapat bayangan kosong. Hahahaha. Seorang teman menganggu konsentrasiku untuk mengambil potretnya. Aish teman itu gak peka deh.

Wokeh, ini  ada dua foto yang kukutip saat sebelum baruga unhas ini terisi penuh. Banyak wisudawati yang sedang persiapan, terutama memperbaiki riasan dan sanggul atau riasan jilbab yang terkadang kendur. Wooh, repot bener..




Yah, walaupun ada sedikit insiden menimpa diriku tapi tidaklah mengurangi euforia wisuda di hari itu. Asik sekali, kangen pula melihat kembali teman-temanku. Saya akan hadir di wisuda selanjutnya lagi, Insya Allah jika temanku wisuda kembali. Kangen sih... Mauuu

Hima Rain

Selasa, 16 Oktober 2012

Kopi and Mi, Teaja Deh

Bismillah...

Ternyata minum kopi untuk orang seperti saya merupakan pilihan yang cukup buruk. Sejam setelah saya menghabiskan teguk terakhir dari kopi bungkusan yang saya buat, perutku pun mendadak sakit dan mata sedikit berkunang-kunang disertai sakit kepala pula. Saya baru sadar orang berpenyakit maag tidak dibiarkan meminum kopi dalam jumlah banyak. Apalagi kopi bungkusan yang dikenal cukup keras itu. Katanya sih merek itu berkaffein cukup tinggi. Yang pernah saya baca, penderita maag tidak dianjurkan meminum kopi. Well, i don't wanna drink coffee anymore.

noooo
Selain kopi nih kawan, para penderita maag juga tidak dianjurkan makan mi. Apapun merek dan kemasannya. Katanya sih mi itu bakal mengembang di lambung jadinya ya gitu deh menimbulkan asam lambung. Entahlah di mana nyambungnya. Tapi memang sih dokter juga melarangku makan mi T_T aish makanan kesukaanku tuh dulu. Sekarang sudah hampir setahun saya tidak makan mi. Takut saya.

Sekali maag ampun deh, tak bisa berbuat apa-apa. Pekerjaan menjadi terbengkalai. Tidak bisa pergi ke mana-mana karena menjaga perut tetap telentang. Ini juga tips sih, kalo kalian terserang gejala maag segeralah baring dan telentang jangan ditekuk perutnya. Supaya lambung sedikit lega. Jangan lupa segera minta tolong orang untuk merebuskan temulawak dan minum airnya bersama dengan madu. Insya Allah akan meredakan perut dan menurunkan asam lambung. Kalo tidak ada temulawak, rebus kunyit saja sebagai pengganti temulawak. Jangan lupa berdoa yaa.

Hima Rain

Minggu, 14 Oktober 2012

Back To Campus- Saturday

Bismillah...

Kemarin, untuk sekian lamanya saya pergi ke kampus hari sabtu lagi. Tidak ada tujuan khusus sih selain untuk bertemu teman dan melihat situasi kampus sastra di hari itu. Tidak ada yang berubah di sana selain lapangan berumput kawasan FIS yang semakin lama semakin kehilangan hijaunya. Air yang terkadang mengalir dan lebih banyak tidaknya itu membuat keadaan sastra makin lama makin gersang. Perbedaan mencolok terlihat pada tunas-tunas mini di lapangan itu. Beberapa tahun lalu masih ada tunas-tunas hijau kecil yang tumbuh di sana. Sekarang hanya terlihat rumput-rumput yang menguning.

Namun di samping itu semua aktivitas-ativitas mahasiswa masih terlihat sama. Latihan para penari dan bunyi-bunyian gendangnya, kegiatan-kegiatan pekanan anak himpunan atau hanya terlihat sekedar menikmati servis wifi kampus. Wow, ingat masa lalu. Di awal-awal 2008 saya pun pernah aktif di himpunan. Hari sabtu menjadi hari himpunan untukku. Itu dulu, sekarang saya seperti tidak memiliki ikatan apa-apa lagi dengan himpunan. Yah, saya juga sudah alumni. Kehidupan kampus seperti dulu bakal tidak kembali lagi.

Melihat mereka saya jadi kangen masa lalu. Di perjalanan pulang saya hanya senyum-senyum di pete-pete mengingat-ingat masa lalu saat masih menjadi mahasiswa. Sebenarnya saya sangat rindu masa-masa kuliah, saat sama teman-teman seangkatan, telat kuliah, saat tidak mengerjakan tugas, saat ujian dan masa-masa menunggu rapor keluar. How miss the moment so much. Haaaaah, apa kabar kawan-kawan Niji 07?

nihonggo gakka

Hima Rain

Kamis, 11 Oktober 2012

In Friends #1



Everybody has problem. Satu hal yang kuketahui setiap orang punya masalah yang berbeda-beda dan pastinya respon terhadap masalah yang juga berbeda-beda. Terkadang saya berpikir bagaimana caranya menghilangkan masalah-masalah dengan cara yang cepat tanpa membuat orang merasa semakin terpuruk dalam masalah. Diriku pun sering terlilit masalah, bahkan masalah yang lebih bermasalah dari masalah orang lain. Dan yang sering kupikirkan pula, orang lain selalu akan merasa sebuah masalah yang tertimpa (ah bukan tertimpa lebih tepatnya hanya sedang singgah di atas pikirannya) ini adalah sebuah masalah yang sangat besar. Sedangkan di mata orang lain, it’s just simple problem guys.

Seorang teman memiliki masalah yang sangat simple di mataku. Dia memiliki ketersinggungan yang cukup besar soal financial. Dan membantunya dalam hal itu akan membuatnya merasa sangat menjatuhkan harga diri dan membuatnya merasa rendah. Padahal kami yang dalam posisi membantu tidak sama sekali memiliki perasaan egois dan sombong seperti itu. Terkadang bila manusia dililit dalam sebuah masalah, perasaan suudzon (prasangka buruk) akan lebih banyak melingkupi pikiran. Sebut saja sebuah kejadian seorang wanita saat sedang menyukai seorang lawan jenis. Menyukai seseorang dia anggap sebagai sebuah permasalah terbesar dalam hidupnya dan satu-satunya masalah dalam hal itu adalah tidak ingin orang lain mengetahui perasaannya. Rasa suudzon sedikit demi sedikit mulai menghampirinya, satu persatu teman dan sahabat karibnya ia curigai karena takut akan diledek bilamana diketahui dirinya menyukai seseorang. Perasaannya pun semakin bertambah curiga jikalau salah seorang teman memberitahukannya langsung kepada yang bersangkutan. Padahal dalam kenyataannya tidak ada yang mengetahui kalau wanita itu sedang menyukai seseorang. Prasangka buruk bisa menjadi berlebihan seperti itu.

Nah, seperti itulah prasangka buruk. Akan saling panggil-memanggil, seperti isi dari sebuah hadits, “kebaikan akan saling panggil memanggil begitupula dengan keburukan”. Mengetahui seorang kawan karib sedang mengalami masalah, tidak seharusnya saya berdiam diri. Namun ternyata respon dari masalah kawan karib tersebut terhadap masalahnya adalah TIDAK INGIN DIGANGGU UNTUK SEMENTARA. Yang hanya bisa kulakukan sekarang adalah yah dengan tidak mengganggunya. Tapi saya merasa ada batas waktu yang harus kubuat antara saya dan kawan karib itu. Saya tidak ingin berlama-lama dalam tingkah diam karena saya tidak memiliki satu masalah pun dengan dia. Dia yang memiliki masalah seharusnya bisa menghilangkan rasa ego dan berusaha membagi masalah. Seperti kata pepatah jaman dulu, sedih suka dibagi bersama. Itu yang kupelajari selama ini. Eksistensi sebuah persahabatan adalah saling membagi rasa, dalam suka tetap bersama dan sedih hilangkan bersama.

Ini nasehat untuk diriku sendiri, “jika dirimu sedang berada dalam sebuah masalah cobalah untuk membuka diri, karena masalah akan hilang terbawa dalam suasana kebersamaan. Dan yang paling patut untuk dibatasi dalam diri adalah rasa prasangka buruk, karena semuanya akan sama di hadapan prasangka buruk, hanya buruk. Yang paling pas untuk belahan hati dan tubuh ini adalah hati yang selalu bersyukur. Kebahagiaan itu asalnya dari hati yang selalu bersyukur (mengutip status Ninis). 

Mari berprasangka baik! Melatih diri untuk berubah menjadi lebih baik seperti mentari senja yang akan membuka malam.





Hima Rain

Kamis, 04 Oktober 2012

If I can do it tomorrow, I won't do it today (prokrastinasi)

Bismillah...

Gak mau deh prokrastinasi lagi. Saya kapok sekaligus selalu bikin capek. Seperti hari ini, sekali lagi saya melanggar tenggat waktu pembuatan orderan costumer. Karena terlalu gampang menggampang-gampangkan sesuatu, alhasil saya tidak bisa menyelesaikan semua item dari orderan si pelanggan tadi. Kalau sudah begini yang bisa kulakukan hanyalah reka ulang beberapa hari lalu waktu masih santai-santai dan menyesal kenapa cuma bisa santai-santai yang kulakukan. Terlalu kuanggap remeh pekerjaan.

Untungnya Mbak Pelanggannya baik banget sehingga tidak marah-marah dan membuatku semakin malu saja. Pengaturan waktuku selama ini memang selalu kacau. Parah malah. Selalu melambat-lambatkan pekerjaan. Menganggap waktu yang 5 menit itu mudah banget. Padahal 5 menit itu gak bisa kembali lagi. Hum, manusia seperti saya suka sekali membuang-buang waktu.

Untuk teman-teman yang ingin berwirausaha seperti saya, saran dari saya sih manfaatkan baik-baik waktu. Gara-gara prokrastinasi bisa-bisa pelanggan malah lari. Maaf pelanggan, gak lagi deh kayak gitu. Insya Allah.

prokrastinasi bangetsss, diriku banget nih hiyaaats...

Hima Rain