TUTORIAL

Rabu, 25 Juli 2012

Resep Puyunghai ala Hima

Bismillah...

Halo kawan, kali ini Hima kembali dengan resep lagi. Bukan resep baru sih, tapi resep yang pernah kupublish di blog ini, cara membuat puyunghai. Waktu hari ahad lalu saya intip-intip resep Dapur Umami di Yutub dan langsung deh terinspirasi untuk bikin ala Hima. Kenapa kubilang ala hima karena beda sih bahan-bahannya. Memanfaatkan bahan yang ada di rumah, kalo biasanya pake kacang kapri kuganti dengan buncis. Tapi mirip-mirip sih.

Nah, yuk intip resep Hima berikut ini.
Puyunghai
Bahan; Saus tomat, 2 sdm gula, 1 sdt garam, 1 bungkus penyedap rasa, setengah mangkok air (mangkoknya yang mangkok bakso tuh), bawang putih untuk menumis, telur, kentang, daun bawang, buncis, dan lombok besar.
kacang kapri ganti dengan buncis deh, jamur kuganti dengan kentang


  • Goreng telur dadar dulu deh, boleh goreng dengan daun bawang atau tidak terserah sih.


  • Potong-potong buncis, kentang, dan daun bawang

  • Sekarang waktunya bikin sausnya ya, panaskan minyak dan tumis bawang putih yang telah ditumbuk. Kemudian masukkan kentang dan tumis hingga kentangnya masak. Setelah kentangnya telah lunak masukkan buncis setelah itu masukkan saus tomat kira-kira setengah mangkok bakso, gula 2 sdm, garam dan penyedap rasa. Aduk hingga rata deh. Segera masukkan air setengah mangkok tadi. Didihkan.
  • Masukkan irisan daun bawang terakhir yaa.

  • Terakhir tuangkan saus ke atas telur.. asiiik sudah jadiii


Hima Rain

Hima the Explorer: Menuju Gowa feat Ms. R part I

Bismillah...

Ah, lama tidak blogwalking ke teman-teman blogger. Saya lagi bingung ngeliat beranda blog ini tidak bisa kuview dari laptopku sendiri. Sepertinya IPku bermasalah, soalnya sudah beberapa kali salah password pas login di blogspot. Hihihi, salahku sendiri sih. Kalau mau reply komentar kawan-kawan terpaksa menculik modem adik saya. Ya sudahlah, mending saya bercerita pengalaman. Cekidot.

....................................................o0o....................................................

Senin lalu saya dan Ms. R yang pernah menemaniku berexplorer di BTP kembali berexplorer bersamaku di Gowa. Oh, iya saya juga pernah berxplorer ke Gowa tapi bersama Ninis waktu itu. Kali ini tujuan kami bukan ke Rumah Ms. Nunu (salah satu personel kelompok 1) melainkan mengunjungi rumah dosen pembimbing kami. Kami mau menyerahkan skripsi kami dan sekalian curhat-curhat dikit bareng sensei. 

Kira-kira pukul 10.52 pagi Ms. R menelponku untuk menanyakan apakah saya ingin pergi ke kampus atau tidak. Karena waktu itu sudah agak siang, jadinya saya malas ke kampus lagi. Begitu kataku pada Ms. R. Belum beberapa menit kututup telpon darinya muncul pula sms yang mengajak untuk ke rumah dosen pembimbing yang ingin kami temui. Kebetulan juga kami berdua sama pembimbing, jadi sehati gitu deh. Yah, segeralah saya bersiap-siap menuju ke tempat kami janjian.

Pukul 12, saya baru selesai mandi. Sehingga untuk bersiap-siap dan menyiapkan barang-barang itu sampai 20 menit lamanya. Waktu itu adzan sudah hampir berkumandang jadi kuhubungi saja Ms. R untuk menungguku di Mesjid Telkom atau sering kusebut mesjid terbuka. Setelah sholat saya siap-siap turun ke bawah dan minta izin pergi ke mamaku. Eh mamaku malah suruh bawa sayur dan jalangkote ke rumah dosenku itu. Hihihi, sayurnya harum banget lo, namanya sayur paria kambuh. Kalo orang Makassar pasti tau dan suka sayur ini. Begitu kata mamaku.

Kira-kira pukul 1 baru saya tiba di mesjid tersebut. Kujemputlah Ms. R di mesjid itu dan kami bersama-sama naik pete-pete merah jurusan Gowa. Saat di pete-pete wangi sayur dan jalangkote begitu membahana di pete-pete, hahahaha padahal orang-orang sedang puasa. Hihihi.

Selama perjalanan kami membicarakan nasib skripsi-skripsi kami dan sedikit curhat-curhat hehe. Pas masuk ke perbatasan gowa saya sudah mulai khawatir takut salah jalan. Kutelpon pula senior yang pernah ke rumah dosen ini. Katanya sebelum masuk gerbang gowa kami harus belok kiri. Waduh baru angkotnya itu tidak belok tapi terus. Terpaksa kami mengikuti kata Nunu sebelumnya, kami harus turun di kantor camat dan naik bentor. Sebenarnya saya ingin bertanya ke ibu-ibu di samping kami tapi saya malu-malu sih. Jadinya Ms. R mengatakan ke pak Supir untuk menurunkan kami di kantor camat. Alhamdulillah tibalah kami di kantor camat. Yah, dimulailah perjalanan menaiki bentor.....

bersambung....


Hima Rain

Senin, 23 Juli 2012

Kue Cubit ala Hima

Bismillah...

Hari pertama puasaku adalah sabtu dan kebetulan kalau hari sabtu pasti banyak tuh berseliweran tayangan masak-masakan di tivi dan salah satunya tayangan masak ala chef farahqueen. Resep-resep orang ini selalu mudah dilihat. Pas edisi sabtu kemarin resep yang ditayangkan itu Kue Cubit dan Nasi Briyani. Saya tertarik dengan kue cubit-cubit itu. Soalnya namanya Cubit. Kue kok dicubit. Yo wes, saya nonton sambil pegang pulpen tuh. Segera menulis step membuat kue cubit ini. Kalo ada yang mo buat untuk berbuka nanti yuk cek resep berikut.

Resep Kue Cubit
Bahan
300 gr Tepung terigu
150 gr Gula pasir
2 sdt Baking powder
1/4 sdt Vanila
Sedikit garam
4 butir telur
500 cc susu cair
4 sdm margarin atau mentega leleh

Cara membuat
Campur 300 gr tepung terigu dengan 150 gr gula pasir dan 2 sdt baking powder. Aduk dan kemudian tambahkan 1/4 sdt vanila dan sedikit garam kemudian aduk kembali.

Tambahkan 4 butir telur dan 500 cc susu cair ke dalam campuran tepung tadi dan aduk hingga merata. Kemudian tambahkan 4 sdm margarin dan aduk merata kembali.

Siapkan loyang bulat-bulat yang biasa untuk menggoreng takoyaki. Seperti ini bentuknya

capture from  alatmasakmodern.com
Panaskan loyang dan beri sedikit minyak. 
Tuangkan adonan tadi kira-kira 2 sendok makan ke loyang dan beri topping sesuai selera dan jika loyang semuanya full maka segera tutup dan tunggu hingga 5 menit. Ingat gunakan api kecil.

Jika sudah matang matikan api dan segera sajikan di piring. Kamu bisa menyajikannya dengan vanilla sauce ala Chef Farah berikut.

Vanilla Sauce
Bahan
500 cc susu cair
75 cc susu kental manis
75 gr gula pasir
2 sdm maizena
1 kuning telur
sedikit vanila

Cara Membuat
Panaskan 500 cc susu cair, tambahkan 75 cc susu kental manis dan 75 gr gula pasir. Didihkan.
Larutkan maizena dengan sedikit susu cair dan masukkan vanila.
Siapkan wadah dan masukkan 1 kuning telur ke dalam wadah kemudian campurkan dengan didihan susu cair tadi dan aduk terus hingga tercampur rata. 
Panaskan kembali campuran telur dan susu tadi dan masukkan larutan maizena dan aduk hingga mengental.
Sajikan dengan kue cubit tadi.

Itu resep yang kucatat sabtu kemarin. Karena penasaran saya coba buat juga deh versiku sendiri. Saya buat setengah adonan saja dari resep takutnya gagal nanti. Vanilla kuganti dengan sirup jeruk abc dan toppingnya saya beli meses di toko tetangga. Hehehe. Kemudian saya cek loyang, ternyata loyang punya mamaku itu untuk buat pancake jadinya kue cubit buatanku lebar-lebar. Hari pertama dan kedua saya buat kue ini karena hari pertama berhasil jadinya 2 hari berturut-turut deh. 

saya kok liatnya ini pancake ya..
Itu tuh hasil buatan hari kedua. Gosong-gosong bawahnya soalnya tidak kujaga sih. Hum, saya tanyakan kue ini ke Una dan dia bilangnya sih kue cubit beda sama pancake. Tapi kok saya rasa seperti pancake. Kakakku bilang ini martabak manis. Aduh yang mana sih benarnya. Ato saya yang salah buat. Hahaha, entahlah. Eh, kawan-kawan di makassar ada yang tau gak apa versi nama lain dari kue cubit? Ato kue cubit cuma ada di jawa? Hummm..... 

Hima Rain

Kamis, 19 Juli 2012

Ikan Arwana, My First Tomodachi

Bismillah...

Saya ingat dulu tk punya teman karib yang selalu kupanggil Ikan Arwana. Kerap kali kupanggil begitu, dia pasti mengejarku karena jengkel kuplesetkan namanya, kemudian berlari memutari taman bermain sekolah dan tidak ragu memanjat sambil mengejarku jika saya naik di besi-besi berwarna-warni yang ada di taman itu. Yah, teman kecil dan masa kecil yang manis sekali.



Kira-kira 16 tahun yang lalu saya masuk tk. Entahlah berapa belas tahun yang lalu lah, saya sudah lupa. Yang pastinya mengenal teman ini saat masih berumur 5 tahun. Saat ini saya sudah lupa bagaimana tampangnya. Ingin ingat wajahnya lagi tapi tidak bisa juga. Saya pernah berfoto dengannya bersama teman-teman lain di sekolah tk itu, tetapi fotonya ada di sepupuku yang satu tk juga denganku. Wah mau dong fotonya. 

Ikan Arwana teman yang sangat akrab, sebelum masuk kelas biasanya kami saling mengintip bekal masing-masing, padahal saya sudah tau apa yang setiap hari dibawa olehnya. Sekotak mi goreng dan songkolo. Saat tiba waktu istirahat kami makan bersama. Ada kalanya ketika saya membawa bekal sedikit dia membagi bekalnya padaku. Paling sering dia membagi songkolo yang selalu dibelikan ibunya kepadaku. Hahahaha, itu ingatan yang paling kuingat dari teman kecil satu ini. 

from  besttravelpictures.com
Sayangnya kami berpisah di pertengahan semester, bersama ibunya dia pergi ke kota lain. Saya lupa apa nama kotanya. Terakhir kali kami bertemu saya ingat dia memberiku sekantung permen. Sekantung permen yang kuhabiskan bersama saudariku hanya dalam beberapa jam saja. Yah, saya kehilangan sobat pertama yang baik itu. Pernah mencoba mencarinya di Facebook dan Google tapi yah begitulah, nama yang keluar sangat banyak. Entahlah, apakah ada dia di salah satu nama yang kutemukan itu. Semoga dia masih sehat sampai sekarang.

Dialah teman pertamaku. My First Tomodachi




Hima Rain

pernah bersekolah di tk ros anggriani yang sekarang sudah tidak ada jejak sekolahnya lagi


"Mak,ane ikutan giveaway-nya ye,mak! Kasih ane hadiahnya yang  antologi cerpen terbaru dari Kampung Fiksi berjudul Kotak Pandora, ya!"

Selasa, 17 Juli 2012

Hima the Explorer: Di Rs Pelamonia

Bismillah...

Kenapa prosedur di rumah sakit itu begitu ribet ya atau hanya perasaanku saja. Ini kali pertama saya pergi ke rumah sakit tanpa didampingi orang tua. Saya yang 22 tahun ini merasa seperti anak kecil. Tapi untungnya ada pegawai mamaku yang mengambilkan kartu berobat sebelumnya sehingga diriku tidak perlu mengantri saat pengambilan kartu.

Pukul 11 saya berangkat sendiri ke rumah sakit pelamonia yang sebenarnya sangat dekat dari rumahku. Awalnya mengambil map berobat yang dititipkan pegawai mamaku tadi di ruang medis. Saya disuruh membayar di kasir. Karena bingung letak kasir di mana, kugunakan instingku. Lucunya saya memutar jauuuuuh sekali baru dapat kasir. Hahaha, ternyata di belokan sebelumnya saya salah belok, mestinya belok ke kiri. Ckckck, insting yang salah. Setelah membayar di kasir baru boleh berobat ke poli mata. Eh, apa memang kita harus membayar dulu yah baru boleh berobat. Hum.... jadi mikir, kasian yang tidak punya uang.

Setelah itu saya beranjak ke ruang poli mata. Eh, tau nggak orang-orang pada ngeliatin diriku saat menuju poli mata #obsesijadiartis. Kucek ujung kaki hingga badan tidak ada yang aneh kok, ah mungkin perasaanku saja. Tiba di sana saya langsung masuk dan menuju ke mbak-mbak suster yang sepertinya seumuran denganku. Awalnya sih melanga-melongo di depan pintu tapi mataku langsung menangkap mbak-mbak tadi, sepertinya dia yang mengurus berkas-berkas. Langsung saja kukasi map berkasku. Terus dia bilang untuk menunggu untuk dipanggil.

Kira-kira 15 menit baru deh namaku dipanggil. Aduuh, bahagia sekali setelah penantian. Langsung saya duduk di samping pak kusir eh maksudku pak dokter yang sedang bekerja. Dia menyuruhku membuka kacamata. Malu sih abis gagang kacamataku terplester kanan-kiri karena patah. Hohoho pasang muka tebal-tebal saja. Terus beliau menyuruhku membaca huruf-huruf yang kayak Una baca di postingan Tesmak-nya itu lo. Sambil mengganti-ganti lensa di kacamata unik yang dipakaikan padaku.

Setelahnya, saya diperiksa menggunakan itu tuh benda yang mirip mikroskop tapi untuk pemeriksaan mata sih. Tau ah saya tidak tau namanya. Pokoknya itulah. Eh, dokternya tanya saya bersaudara berapa dan berapa yang pake kacamata. Hum, memang ada hubungannya yah. Nah, langsung saja deh hasil pemeriksaan mataku menunjukkan mata kanan-kiri ku 3,75. Wow... kok kurang yah, yang kupake sekarang kan -4. Horeee \(^0^)/ minusku turun...

Begitulah.. Hima the explorer hari ini di Rs. Pelamonia berakhir dengan bahagia. Eeeeh diriku lupa mengambil obat di apotek. Ckckckck, ya sudahlah. Sori ya dok, udah jauh sih dari apotek malas balik lagi.


Hima Rain

.................................................o0o.................................................

Saya punya info giveaway nih kawan-kawan. Dari kawan baru nih. Ownernya Mbak Wina Adam dengan blog Karyasukasuka. Hadiahnya itu kurang lebih seperangkat alat-alat untuk crochet loh teman-teman ada juga bukunya.. Pengen wow.. Saya sudah mendaftar, bagaimana dengan dirimu. Jika ada yang tertarik yuk kita jalan-jalan ke blog baru ini sekaligus meramaikan rumah maya Mbak Wina Adam ini. 
Mari mengklik link kedua di bulan Juli blog ini yang berjudul BAGI-BAGI HADIAH
Selamat mencoba.. \(^O^)/

Request Game Everyday

Bismillah...

Liat tulisannya Una yang Tesmak, sedikit menyenggol tentang The Sims. Langsung teringat dengan game yang satu ini. Serius, saya tidak pernah liat isi gem ini. Gem yang baru kuketahui selama beberapa bulan ini sering menghantui fbku. Soalnya ada orang yang tiap hari send request game ini ke akunku. Saya sedikit malas sekali yah kalo dikirimkan request game seperti itu. (Seperti apa? Liat saja tidak pernah). Kalau membuka fb pasti ada notif dari akun gamer itu ckckck, hobi banget main game.

everyday request
Sims social, cek di wikipedia katanya sih mirip social life dalam packaging game, wikipedianya english sih jadi tena kuissengi penjelasanna. Kalo begitu berarti mirip ameba pico dong. Mirip nggak ya, entahlah. Tapi pasti lebih manis ameba pico. Betul kan Nis? Ameba pico itu orang-orangnya kecil-kecil dan imut-imut. Hehehe. Saya bersama Ninis terkadang bertemu di dunia ameba.


Sims Social Logo.png
gambar yang kucopy dari wikipedia

Hum, sekarang semakin banyak game yang bertema kehidupan sosial seperti itu. Dulu yang terkenal kayaknya Mario Bros sama Tetris doang deh, berhubung teknologi itu tingginya sudah selangit jadinya game juga naik tingkat. Dari game lompat-lompat dan sambungin balok-balok menjadi game virtual life semacam The Sims atau Ameba Pico yang bisa gerak-gerak, lari-lari, makan-makan, mukul-mukul, tendang-tendang, tinju-tinju dan semacamnya lah.

Kira-kira di masa depan game itu bakal seperti apa ya, kali aja kitanya yang masuk di dunia game (kayak filmnya Boboho itu). Entahlah.....


Hima Rain

Sabtu, 14 Juli 2012

Kiyomizudera 清水寺

Bismillah...

Ini salah satu bangunan paling bagus menurutku di Kyoto. Biassalah cuma liat di internet. Kenapa saya suka,  karena di depannya itu banyaak sekali pohon dan setiap musim di Jepang akan memperlihatkan betapa indahnya pemandangan di sekitarnya. Coba liat deh gambar-gambar berikut. 

File:Kiyomizudera sakra01.jpg
Ini tampilan Kiyomizudera saat musim bunga sakura. Foto di bawah ini ketika musim pohon momiji memerah.

File:Kiyomizu-dera in Kyoto-r.jpg

Foto di bawah ini sepertinya saat musim panas. 

Kiyomizu-dera beams1.JPG

Oh iya ada dua foto lama dari Kiyomizudera ini. Berikut beberapa foto yang kupinjam dari Harvard collection dan dari flickr. Sumbernya bisa kamu lihat di bawah.




Berbeda-beda yah waktu pemotretannya, tapi semua sudut pengambilannya sama. Memperlihatkan beranda atas Kiyozumidera ini. Coba bandingkan deh, kesemua gambar nyaris sama yah, seperti tidak ada perubahan dari zaman ke zaman. Amazing Japan. Kiyozumidera berarti Kuil Kiyozumi, kata dera di belakang Kiyozumi merupakan penyerapan dari kanji sebelumnya yaitu Kiyozumi. Kanji (tera) jika disambungkan sebelumnya dengan nama kuil akan berubah menjadi dera.  清水 (Kiyozumi) 寺 (tera) = 清水寺 (Kiyozumidera). 

Oh, iya kuil ini salah satu world heritage juga loh, dibangun tahun 1633 pada zaman keshogunan tokugawa Iemitsu. Salah satu bangunan bersejarah di Kyoto. Kuil ini pun pernah jadi lokasi syuting Memoirs of A Geisha loh, yang pernah nonton mungkin pernah liat. Ingat adegan saat Chiyo kecil memasukkan uang koin pemberian si Chairman di sebuah kuil? Nah itu dia kuilnya, hehehe.

Yah itulah sebagian pengetahuan tentang Kiyozumidera ini. 


Hima Rain

Early Photography of Japan and Harvard Collection

Bismillah...

Yuk, jalan-jalan ke area Jepang di zaman meiji dulu. Tidak bisa ke Jepang yah berselancar saja di dunia maya. Saya habis blogwalking ke situs jepang.net hari ini dan mendapat link situs yang memuat foto-foto Jepang kira-kira pertengahan tahun 1990-an. Beberapa foto bertopik Early Photography of Japan ini tersimpan apik di Harvard College Library. Di situs ini kita bisa lihat lo album-album kala negeri sakura ini di jaman dulu, ada album gaya hidup dan pencaharian orang Jepang di jaman dulu. Wanita-wanita berpakaian kimono yang diperlihatkan di drama Oshin bisa kita liat juga di sini. Liat deh...

Sequence 19 of 26
sedang mengolah ulat bulu nih, liat yang wanita deh mirip sama oshin ya..
Ada pula dokumen yang memuat gambar meiji period kala itu, ada foto-foto imperial hotel, sumida river, cherry tree, dan beberapa taman-taman di Jepang. Ada pula gambar-gambar yang menunjukkan keindahan Jepang kala itu. Ada pula album kota kyoto yang memuat gambar-gambar Gion Matsuri, Temple di kyoto, Geisha Girls juga loo dan beberapa keindahan kyoto lainnya. 

iris flowers
imperial hotel dan cherry trees
Kalau ingin melihat lebih banyak dan lebih jelas sih baiknya langsung pesan tiket n terbang ke sana, ups ya nggak lah. Cek site link berikut. Saat membukanya berasa nonton film jepang lama deh

Hima Rain 

Kamis, 12 Juli 2012

Hijau-Pink dalam Katamu-Kataku

Bismillah...

Abstrak...
Itu yang tergambar setelah membaca puisi ini. Di antara delapan belas puisi, saya terpaut pada puisi ini sih. Judulnya 'Sepi Mengalun'. 

Biasanya yang mengalun itu nyanyian bukan?! Namun kali ini Ririe Khayan yang akrab kusapa mbak Ri ini memilih kata mengalun untuk rasa kesepian yang melanda dirinya saat itu. Diksi memang selalu membawa kita terpesona, apalagi diksi dari sebuah puisi. Terkadang saat satu kata 'biasa' disandingkan dengan kata yang 'tidak biasa', akan melahirkan sebuah karya yang luar biasa. Dari puisi-puisi abstrak dan tersirat saya menemukan pelajaran, kalo suatu hal yang luar biasa itu selalu bersanding dan bergantung kepada hal yang biasa. Makanya jangan takut jadi 'orang' biasa karena kamu sangat bermanfaat bagi diri orang lain yang luar biasa.

Nah, kembali kepada sepi mengalun. Kesepian digambarkan sebuah perasaan tidak ada bagi sebagian orang  yang merasakannya. Saya sering menggunakan kata kosong untuk menggambarkan kesepian. Namun kali ini saya menemukan bentuk tersirat dari kesepian yang diungkapkan pada puisi ini.

Seperti embun yang menyimpan sejuta rahasia di setiap tetesnya
Seperti hitam putih pasir pantai yang menyimpan sejuta kekuatan di tiap butirnya
Angin yang merambat pelan mendesah,
Andai dengan senyum kan bias membebat tiap sesat penat yang mengada

Kesepian yang begitu kompleks bukan. Embun yang hanya diam tanpa patah-patahan katanya memiliki rasa yang hanya diketahui olehnya pada setiap tetesnya, bahkan pasir pun memiliki kekuatan di setiap butirnya. Setiap butir pasir menyimpan kenangan dari setiap orang yang telah melaluinya. Merekam peristiwa dalam diam dan kesunyian. Wah, pemilihan katanya sesuatu sekali.

Kadang-kadang aku lupa,
Mengajari hati berterima
Sekedar sakit, perih, juga kesepian
Tentang cakrawala yang merona oleh garis senja

Dari bait ini saya menebak, kesepian yang melanda hati. Hati yang tidak biasa menerima rasa sepi dan sunyi dan penyesalan di ujung senja. Pada bait-bait terakhir ini saya ingin mencoba menyambungkan puisi mbak Ri, ijin lanjut ya, Mbak. Hehehe... Cekidot.

Simponi-simponi yang mengalun tanpa nada
Meski gelisah semakin menyesap bersamaan tetes-tetes embun pertama
Yang datang perlahan
Pedih dan perih hanyalah warna lain dari tawa
Sedihku tanpa kata, hanya sedikit sunyi
Semacam tetes air hujan yang menagih pelangi pada langit

Bagaimana pelangi menagih pada langit 
Yang hanya mengeluarkan setetes-dua tetes air 
Air menagih janji pada awan yang diam berarak ke sana kemari 
Membawa dirinya pun berarak ria
Awan pun setia berarak ria bersama angin yang merayu-rayu dirinya
Janjimu berantai berarah dalam kesenjangan

Sedihku tanpa kata, perihku tanpa suara
Denting kesepian menamparkan kenyataan,
Hidup selalu membawaku pada pilihan-pilihan lain
dalam pilihan itu

Aku menengadah, mencoba memalingkan diri dari bentuk pilihan
Angin, awan, air, pelangi, dan langit akan saling menanti di akhir mereka
Apakah aku terus mencari pilihan di antara perih dan kesepian
atau menanti mereka menuangkan janji padaku untuk sebuah senyuman
Senyuman berwarna di tengah kesepianku yang tak ingin berwarna

Hum, menelaah puisi sangat sulit yah mengingat saya sedikit abstrak. Owow. Tapi saya suka. Lirik-lirik puisi yang misterius itu bikin saya penasaran. Terkadang saya malah jadi keterusan mencari maknanya dan membuat sendiri puisi dengan gaya bahasa si penulis puisi itu. Istilahnya saya suka plagiat gaya bahasa dari penulis puisi. Cuma gaya bahasa looo. Namun sekarang saya menyadari kalau saya memang menyukai dan mengagumi puisi-puisi yang bentuk dan isinya tersirat. Aha, saya bukan professional di bidang puisi dan sejenisnya. Cuma ingin menuliskan yang ada di pikiranku saja.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Giveaway Kidung Kinanthi: Kata dalam Puisi”

Hima Rain

hijau- karya asli puisi mbak Ri
pink- sedikit tambahan dariku hehe

Rabu, 11 Juli 2012

Konsultasi dan Dream High

Bismillah...

Lucu, lucu, lucu. Konsultasi skripsiku di pembimbing 1 berjalan dengan tidak terlalu nyaman kemarin. Di pertemuan ke berapa kami ternyata baru terlihat kami berbeda pemahaman, saya berpendapat seperti ini dan beliau berpendapat seperti itu. Saya tau sih, memang pembahasan skripsi saya itu kurang lebih terlalu banyak atau bisa dikategorikan membentuk 2 skripsi dalam satu bahasan. Hum, saya disuruh menghapusnya. Saya sih ingin hapus yah tapi saya bingung bagaimana menemukan pembahasan rumusan masalah dua kalo pembahasan itu yang dihapus. Saya butuh masukan tapi malah terjadi sedikit perdebatan. Wahwahwah.. Heheheheh yo wes lah tidak apa-apa. Saya juga salah. Tapi sepertinya beliau sedikit salah paham, maklum beliau lagi sibuk --saya pun begitu-- jadi kemarin sepertinya kami berdua berbicara tidak dalam kesantaian. Mengingat saat itu gagang kacamataku pun tiba-tiba patah dan membuatku makin gugup dibuatnya.. CKCKCK.

Ah, memang masa-masa konsultasi itu masa-masa pendewasaan. Selalu ditempa dengan hal-hal keras tapi pasti bermakna dan menghasilkan pembelajaran loh. Eh temanku juga Ms. R ternyata memiliki nasib yang kurang lebih sama denganku. Ah, kami memang selalu seperjuangan. Semangat terus yah kawan karibku. Semoga kita berdua cepat dipertemukan di Ujian Meja nanti. Saya ingat kata-kata Guru Kang Oh Hyuk di Dream High, 

Drama ini belum berakhir, kamu tidak usah khawatir karena berjalan perlahan-lahan. Dibandingkan orang yang berjalan cepat, orang yang berjalan lambat mampu melihat hal-hal dengan jelas.

Maksudnya adalah orang-orang yang berjalan lambat akan lebih banyak mendapatkan pelajaran dibandingkan orang yang berjalan dengan cepat, karena orang-orang yang berjalan lambat akan lebih banyak melihat sekelilingnya daripada orang-orang yang berjalan cepat. Nice Quote!

Hima Rain

Selasa, 10 Juli 2012

ひまわりのこと

Bismillah...

Annyeong haseyo minna san... [perpaduan bahasa gado-gado]
今日はひまわりクラフトをしめてみます。。。



ひまーライン

Sabtu, 07 Juli 2012

Listeninda 1st Giveaway: Pink Header for Ninda

Bismillah...

Hima ingin coba-coba ikut lomba yang diadakan teman kita nih, listeninda.com. Kebetulan saya suka buat header walaupun cuma buat di power point tapi gitu deh sederhana jadinya. Pernah beberapa kali buat header juga untuk blogku ini hahaha tapi cuma bertahan beberapa lama soalnya saya ganti template, malas buat lagi. Tapi pas bw saya dapat info ini, ikut ah. Sekalian untuk mengisi beberapa waktu luangku Header ini saya buat di tengah-tengah keruwetan membuat orderan. Refreshing dikit boleh dong. Setelah berkutat sejam gini deh hasilnya.

pinky banget yaaa

Seperti teman-teman peserta lainnya, mereka coba capture blognya dan satukan dengan header. Setelah karyaku ini digabung dengan blognya listeninda maka kira-kira akan seperti ini hasilnya.




Sengaja saya buat pink karena blog Ninda ini didominasi warna pink, mulai dari post title, link, dan header pun terdapat unsur pinknya. Kenapa ada gambar tangan dan daun berterbangan itu sih maknanya 'kehidupan' yah. Blog dengan header ini berarti berisi sebuah history perjalanan empunya blog. Ada juga kuselipkan kata 'history of...' di sana. 

Sakura melambangkan kesejukan, kedamaian dan keindahan tentunya. Berharap pula blog anda bisa sesejuk, sedamai, dan seindah sakura itu yaaaa. Selain itu sakura juga bermakna kegembiraan dan kesedihan sehingga mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur dengan kehidupannya. Banyak maknanya kan si sakura?!

Font yang kugunakan pada nama domainnya adalah paduan Tenderleaf dan Lily UPC, warna hijau untuk menyelaraskan dengan daun dan lagi paduan pink dan hijau itu manis sekali. Yah, seperti itulah sedikit hasil karyaku semoga kamu suka Ninda. Suka tidak suka terserah kamu sih hehehe...

.............................................................

Tulisan dan header ini diikutkan pada Giveaway for the Listener yang diadakan oleh Listeninda feat HeartChime


Hima Rain

Biskuit Tipis yang Enak Keduanya

Bismillah...


Dari kecil saya suka sekali makan biskuit crispy. Ada yang tau? Itu tuh judulnya Nissin Crispy Crackers --ehem nyebut merek dikit gak apa-apa kan-- yang bungkusnya kuning dominasi sedikit merah. Ah I know u know it. Soalnya biskuit ini cukup terkenal sampai sekarang. Biskuit yang rasanya sedikit asin dan tipis itu enak sekali. Karena rasa sukaku terhadap makanan asin makanya nih makanan jadi favoritku. Dulu harganya juga murah, sekarang sih harganya sedikit naik tapi yah tetap murah. Hehe. Rata-rata produk Nissin memang enak sih. Setuju kan?!


Nissin Crispy Crackers was initially produced in 1989. It is made from quality ingredients through a hygienically process and modern technology, so we’ve got a fine and crispy crackers, source


Benar tuh yang dibilang sama nissinbiscuit.com. Crackers renyah dan bercitarasa tinggi. Memang enak sekali ini biskuit. Saya sampai tergila-gila tapi gak gila-gila amat sih. Saat sakit pun pasti biskuit ini jadi pilihan pertamaku kalo ditanya "mo makan apa?"


Ada lagi nih biskuit yang kusuka selain nissin crispy ini. Keduanya sama-sama biskuit tipis tapi bedanya ini tidak asin tapi sedikit manis dan berasa kopi. Judulnya "Coffeejoy" --sebut merek lagi--. Pertama kali makan saya suka sekali soalnya renyaaah sekali dan bikin saya tidak ngantuk dan pegal. Hehehehe mungkin saja karena pengaruh kandungan kopi di dalamnya kali yaaa. Hum, memangnya kopi menghilangkan pegal ya, hahaha.


The latest innovation from our Biscuit Division is this Crunchy biscuit with unique coffee taste. Coffeejoy lives up family gathering and gives you amazing coffee sensation.
Sekali lagi benar banget juga nih yang dibilang sama mayora.com, biskuit ini kranci sekali. Bagi kawan-kawan yang tidak terlalu suka dengan rasa manis-manis amat dan hobi ngopi kayaknya cocok nih dijadikan teman minum kopi sore-sore. Jadinya dobel kopi dong wkwkwk. Saya pun suka, diriku penyuka biskuit tipis hehehehe. Harganya juga lumayan murah nih. 


Apa kalian juga suka? Beli keduanya yuk..Enak semua sih....


Hima Rain


source:
http://nissinbiscuit.com/ina/produk-detil/6102032012141225/nissin-crispy-crackers/
http://www.mayora.com/mayora-products/biscuit/coffeejoy/

Jumat, 06 Juli 2012

Sewing School


Bismillah...

Hei, kepikiran gak ada anak kecil pintar menjahit? Membuat pola, menggunting kain, kemudian menjahitnya menggunakan mesin atau manual dengan jarum jahit. Wow, melihat orang dewasa menjahit saja saya senang dan sekaligus terkagum-kagum apalagi kalau anak kecil. Amazing kubilang, soalnya di sini (red:makassar) jarang ada anak kecil interest dengan jarum jahit. Kalaupun si anak interest, terkadang orang tuanya yang malah takut liat anaknya pegang jarum. What the fact! Beda banget dengan anak-anak yang kuliat di sini, http://sewingschool.blogspot.com/ sebuah blog project yang di dalamnya memuat aktifitas-aktifitas anak-anak dalam bidang kreatifitas menjahit. Di bawah naungan judul blog "Sewing School", cocok sekali kalau kubilang ini proyek yang luar biasa. Anak-anak diajarkan menjahit dan rata-rata karya dipublikasikan di blog tersebut. How sweet creation! Mereka pun terlihat sangat interest ya.

pic from here
Dulu Rumah Belajar Honobono kalo tidak salah pernah membuat hal serupa pula di Shopnya. Mengajarkan anak-anak berkreasi melalui jarum tangan dan flanel. Membiasakan anak untuk membuat dulu sebelum membeli. Wah menyenangkan sekali. Lebih menyenangkan lagi kalau dulu saya juga diberi wadah seperti itu. Dulu saya jahit-jahit menggunakan kain perca untuk baju boneka barbieku only at home. Hehehe, tapi saya bersyukur bakat makin terasah karena orang tuaku tidak melarang saya ataupun kakakku untuk memegang jarum. Mamaku bahkan menuntun kami hingga pandai menjahit jelujur, atau teknik jahit dasar. Tidak ragu pula saat Smp, mama mengajarkanku menggunakan mesin jahit. Alhamdulillah dukungan orang tua sungguh besar.

Menelusuri blog sewing school membuatku mengingat masa lalu dan makin semangat lagi dong buat berkreasi. How sweet moment and sweet blog i've seen! Semakin kuat pikiranku untuk membuat hal serupa di Makassar kelak. Sewing School for children. Coba dulu membuat proyek kecil-kecilan kali yaaaa... Bagaimana  denganmu? Punya dream project seperti saya? :)

Oh, iya my friend ada info giveaway dari Recycle and Craft Shop di blognya, ownernya membagi-bagikan sepaket kain perca lo buat followernya. Yuk making friends di blog R&C,blognya bagus looo. Cekdisaut http://recycleandcraft.blogspot.com/

Hima Rain

Rabu, 04 Juli 2012

Postingan Sore?

Bismillah...

Sore-sore seperti ini biasanya jarang ada blogger yang kufollow blognya memposting jam segini kecuali blog-blog dengan postingan informasi-informasi terkini atau situs stasiun televisi. Blog tersebut sangat aktif dan tiap hari bahkan mungkin tiap jam akan kudapatkan postingannya. Saya yang notabene blogger baru ini baru dua tahun bikin blog tapi postingnya malas banget. Hebat dan salut saya dengan blogger yang setiap hari posting. Kalian hebat ui.

Rata-rata jam aktif posting blogger itu ketika malam, subuh, dan pagi hari. Mungkin saja karena di waktu-waktu tersebut adalah waktu produktif dan waktu otak masih bekerja dengan baik. Saya pun kalo sore hari begini terkadang agak sedikit korslet. Soalnya, cuaca panas dan karena itu minuman dingin pun terasa panas pula. Aaaah manusia, banyak banget mengeluhnya. Fiuuhhh (kata orang, ini suara mulut mengekspresikan kelelahan) sore hari memang waktu-waktu yang cukup berat bagi mahasiswa. Soalnya itu saat-saat lelah setelah dari pagi beraktifitas, sedangkan di malam hari terasa lebih nyaman dan rileks karena mungkin suhu sedikit lebih melunak ketimbang siang-sore hari. Begitu sih menurutku, kan eike juga mahasiswa.

Saat pulang sore dari kampus atau dari suatu tempat saya pasti meluangkan waktu mengecek dashboard blog siapa tau ada postingan menghibur jam-jam sore. Terkadang di pete-pete pun saya masih ngecek blog juga walaupun hapeku jadul (out of topic). Hehehe, terkadang sore juga menjadi waktu yang membosankan ya.....

Now, apalagi sekarang kan saya punya profesi ganda nih, selain sebagai mahasiswa saya juga berprofesi sebagai pengusaha, dan kelelahan otomatis terasa lebih ganda dari sebelumnya. Setelah berprofesi ganda tersebut, sore hari menjadi sangat-sangat melelahkan. Wahhh manusia, banyak banget mengeluhnya. Ckckckck


Hima Rain

Selasa, 03 Juli 2012

Hima the Explorer feat Ms. R: Lapar dan BTP

Bismillah...

Kemarin saya bertandang ke rumah partnerku untuk menge-print skripsiku yang ternyata lenyap dari atas meja dosen pembimbing saya. Daripada saya harus menge-print di rumah yang belum ditahu nasib printer saya yang kadang baik dan kadang ngambek sampai tidak mengeluarkan tinta sedikitpun, lebih baik saya berangkat menuju rumah si partner sekaligus untuk mengambil hasil nama-nama pemenang giveaway airin. Saya berdua bersama kawan karib saya, Ms. R berangkat dengan mengawali perjalanan kami menaiki pete-pete 07 untuk turun di pintu 2 Unhas. Belum juga keluar dari wilayah unhas perut kami tiba-tiba keroncongan saat melewati kawasan workshop unhas. Di sana begitu banyak penjual makanan sehingga ketika lewat saja langsung mengingatkan bahwa perut kami sedari pagi belum diisi.  Ms. R tiba-tiba mengungkapkan maksudnya untuk turun dan singgah untuk makan sebentar, tapi segera kucegat mengingat kami berdua sedang di pete-pete dan ketika turun maka kami akan membuang-buang ongkos perjalanan saja.

http://www.smileycodes.info

"Janganmi deh, kalo turunki pasti buang-buang ongkos sede, kalo tau daritadi kita jalanmi baru singgahki makan, di rumahna mo ani deh kita beli bakso", begitulah kataku dan kemudian diiyakan olehnya. Melewati workshop maka bergantianlah bangunan yang terlihat, kali ini gedung politeknik, di depannya selalu ada penjual somai yang berjualan. Melihat penjual itu  Ms. R bilang, "Deh, mauku makan somai". Saya hanya manggut-manggut mengiyakan. 

gambar minjem nih
Maka untuk melupakan rasa lapar maka kuajaklah  Ms. R mengobrol sehingga dia tidak lagi membicarakan soal makanan selama di area kampus. Maka perbincangan kami terpaksa berhenti saat kami harus turun di pintu 2, kami harus melanjutkan dengan pete-pete jurusan BTP. Kurang lebih 10 menit kami berdiri. Di belakang kami ada penjual roti, saya sih cuma lirik-lirik soalnya roti bukan pengganjal yang baik untuk perutku yang maag ini. Untunglah pete-pete BTP muncul dan kami tidak menunggu lama untuk langsung naik. 

Tidak kusangka di area BTP ini  Ms. R makin kelihatan lapar, terbukti dari pembicaraannya saat melewati blok B. "Eh, ada penjual es dawet, mauku deh", saya menanggapinya dengan "iya, siapa tau adaji nanti lewat dekat blok J, nanti kita beli". Belum sampai lima 5 menit  Ms. R bergumam kecil sambil melihat diriku, "gang, es dawet, enaknya kaue", kali ini saya geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum geli dan berkata, "baa, kalo ada nanti di sana sempat lewatki kita beli". Memasuki kawasan BTP berarti akan melalui banyaaaak sekali penjual makanan. Di area ini, kita seperti dimanjakan dengan berbagai penjual makanan. Rasa lapar yang sedari tadi sempat menghilang bisa muncul kembali. Untunglah percakapan singkat itu berakhir saat kami tiba di blok H. Dari blok H kami harus jalan lagi menuju blok J. 

aku pinjam ya gambarnya
Rute kami yaitu, harus jalan lurus dan kemudian belok kanan melewati mesjid. Saat hendak belok sepertinya banyak keramaian ternyata eh ternyata ada kondangan, maka batallah kami melewati jalan itu. No access. Terpaksa kami terus, saya sebenarnya tidak pernah melewati jalan terus itu, tapi saya pernah diberitahu ani kalau kami bisa jalan terus dan melewati belokan kedua. Rasa sok tahu pun menjalari diriku. Dengan langkah percaya diri membawa anak orang melewati jalanan-jalanan kecil yang membingungkan. Patokanku adalah tower mesjid yang biasa kulewati. Sehingga saya tetap tau arah meskipun sebenarnya kami sedikit salah jalan. Setelah melewati lika-liku belokan akhirnya kami menemukan jalan yang familiar yang biasa kami jalani. Mulai dari sana tidak ada keraguan lagi. Kami tiba di rumah si partner, ani, dengan mantap dan Alhamdulillah kami diberi makan oleh ani. ARIGATOU ANI-CHAN. Lapar pun hilang, dan ternyata  Ms. R makan dengan lahap banget, 3 kali nambah ui. Hehehe. Setelah cupir, kami bercerita panjang kali lebar hingga pukul 5 lewat seperti kawan lama yang tidak bertemu dalam waktu yang sangat lama. 



Oh, iya ani pun memberitahuku siapa-siapa nama pemenang yang dipilihnya, sengaja saya tidak bertindak sebagai juri dalam perhelatan giveaway airin ini, saya takutnya nanti jadi subjektif nah loooo. Hahahaha soalnya mau kumenangkan semua tapi hadiahnya cuma berapa kan. Yang mengundi nama-nama pun ani lo. Terima kasih ya ani chan.... nah ini dia pengumuman pemenangnya, cek di sini

Itulah sedikit cerita Hima the Explorer kemarin. Oh, iya hima pun pernah berexplorer juga feat Ninis, ceritanya bisa kamu lihat di sini.

Hima Rain

Minggu, 01 Juli 2012

Hujan dan Hari Ini

Bismillah...

Yang, hujan turuuunn lagi
Di bawah payung hitam kuberlindung


Itu sepenggal kalimat lirik lagu yang pernah iseng dinyanyikan temanku saat hujan turun rintik-rintik di depan Aula Mattulada di fakultas kami, Sastra. Iseng karena tidak ada bahan bicara dan iseng karena orangnya memang selalu iseng. Hehehe, lirik ini pernah diposting Nhinis di status fbnya dan kini kuposting juga karena tiba-tiba teringat soalnya di sini sedang turun hujan sekarang. Nah lo kok malah lirik beginian yang diingat -gimana sih nih Hima-


Kata orang--atau kata2 manusia-manusia galau-- hujan itu romantis. Oalah, kalo saya berpikir kalo hujan yaaaa itu air rejeki pemberian dari Sang Pemberi Rahmat, Allah subhanahu wata'ala. Sungguh menyenangkan di saat hujan, saat sedang panas jika hujan langsung adem. Saat sedang kemarau dan kekeringan air pun menjadi berlimpah ruah. Rejeki yang tiada bandingannya. Disunnahkan bagi kita Muslim untuk membaca doa turun hujan. Berikut lafadznya, Allahumma shayyiban nafi'an. Kalimat pendek itu merupakan doa rasa syukur looo, selain mudah dihapal juga merupakan bentuk kesyukuran kita kepada Sang Pengatur dan Penurun Hujan. 

Tidak sangka pula hari ini turun hujan karena beberapa hari lalu mentari begitu senangnya memancarkan lengan-lengan sinarnya ke penjuru bumi hingga tak menyempatkan awan untuk menutupinya. Dan hari ini ternyata dugaanku salah, hujan turun dengan derasnya. 

Hari ini saya bertemu hujan saat sedang berada di luar rumah. Tiba saatnya ingin pulang ke rumah hujan ternyata sedang turun dengan derasnya. Tidak terelakkan saya harus berjalan kaki menuju jalan raya di mana banyak pete-pete lalu lalang di sana, sampailah dan turut menumpang di salah satu pete-pete jurusan Antang. Saat hujan, begitu banyak hal-hal yang kuperhatikan dari jendela kaca supir pete-pete. Para pengendara motor dan pejalan kaki yang berhenti dan berteduh di depan-depan kios ataupun rumah-rumah penduduk sambil berharap menunggu hujan kan reda. Tukang becak yang tidak membawa plastik penutup becaknya sehingga cuma berteduh dan tidur di becaknya sendiri dan ada pula hanya bisa menatap hujan dengan lemasnya. Seorang anak yang membawa sebuah tas besar di kepalanya berdua dengan ibunya yang membawa barang tak kalah banyaknya. 


Di saat hujan memang naluri kepekaan kita akan lebih mudah muncul. Untuk itulah kebanyakan orang mengatakan hujan itu romantis. Seperti itulah, hujan menyerap dan mengeluarkan hal-hal yang selama ini tersimpan dan tidak terkeluarkan dari hati-hati dan pikiran manusia. Bermuhasabah di tengah hujan pun lebih baik adanya menurutku.

Hima Rain