Rabu, 26 Oktober 2016

Cara Membuat Bantalan Jarum Menggunakan Cangkir

Bismillah...

Mau bagi-bagi tutorial yang kushare di IG, cekidot~

-Tutorial Pin Cushion-

Karena masih kerja suvenir jadinya belum muncul kreasi lainku, nah biar instagramku tidak sepi Airin mau bagi-bagi tutorial saja. Mudaaah sekali buatnya, bahannya mudah didapat dan sangat bermanfaat buat teman-teman untuk menyimpan dan meletakkan aksesoris tusuk seperti peniti, bros maupun pentul.

Kalau ada cangkir bekas di rumah yang sudah tidak dipakai lagi janganlah dibuang, coba ubah jadi begini. Kain-kain sisa di rumah pun manfaatkan jadi bantalannya.


1. Jahit jelujur sisinya, tarik benangnya.
2. Isi dengan dakron ataupun dengan kain sisa yg digunting kecil-kecil, serut hingga menjadi bola.
3. Jahit bawahnya dengan kain biar isian bantal tidak keluar. Lalu pasang ke cangkir.

Tadaaa cekidot~


Oiya tidak perlu kamu lem bantalannya ke cangkir biar bisa dilepas-pasang dan bagian bawah cangkirnya bisa diisi lagi dengan macam-macam aksesoris.


Hima Rain

Sabtu, 22 Oktober 2016

Tutorial Pin Cushion dari Tutup Botol Bekas

Bismillah...

Dua bulan tidak muncul di blog rasanya lama juga ya. Hima memang kekurangan hima (waktu luang) jadinya ya gitu hehe. Tapi hari ini saya mau bagi-bagi tutorial lagi setelah sekian lama. Hima Rain yang dulu kembali lagi setelah bertapa afufufufu~

Karena saya masih saja senang mengumpulkan benda-benda bekas alias pemulung hahaha :D :D :D jadinya tutorial kali ini mau ubah benda-benda yang katanya tidak penting jadi penting-penting-penting hehehe. Sudah setahun saya kumpulkan tutup botol bekas hingga jumlahnya ribuan, nah mari kita manfaatkan dia. Let's cekidot~

Kumpulkan bahan-bahan berikut; tutup botol, kain perca yang sudah digunting bulat, benang, jarum, dakron, lem tembak, pita, dan renda.

Jahit jelujur sekeliling kain tadi seperti ini.

Lalu tarik dan serut hingga menjadi separuh bulat.

Isi dengan dakron dan sesuaikan ukuran dengan tutup botol lalu jahit mati.

Panaskan lem tembak dan beri lem pada sisi bagian dalam tutup botol.

Masukkan dan rekatkan kain tadi ke dalam tutup botol.

Nah, sekarang bagian luar tutup kita hias dengan pita cantik. Lem sisi tutup botol dan tempelkan pita sekelilingnya.

Untuk lebih mempercantik lagi beri renda rajut di sekelilingnya, rekatkan dengan lem.

Tadaaaa, this is it! Yuk coba juga di rumah. 


Sabtu, 06 Agustus 2016

Gembul, Si Agresif Kecil yang Botak

Bismillah...

Apa kabar kawan Hima Rain?? Saya memelihara kucing baru lagi lho beberapa lama ini. Seperti di judul, namanya Gembul. Sepakat kami (red; saya dan kakak) menamainya seperti itu berhubung saat kami menemukannya dia sungguh gembul seperti bola bulu. Saya lupa tepatnya kapan kucing ini kuadopsi yang pastinya sebelum bulan Ramadhan kayaknya. Dia kutemukan hendak menyeberang jalan. Tapi namanya juga kucing kecil yang tak ngerti apa-apa, dia malah berhenti tepat di tengah jalan aspal. Humm mungkin dia tidak tau ada benda gede yang namanya mobil dan motor. Setelah melihat kelakuan ekstrimnya saya pun bertindak memungut lalu menaruhnya di pinggir jalan yang lebih aman. Mau bawa pulang tapi kucing di rumah udah kayak gerombolan. Akhirnya dengan terpaksa saya berbalik kemudian meninggalkannya di sana.

Takdir berkata lain ternyata, adek saya yang tingkat ke-kasihan-annya lebih tinggi membawanya pulang diam-diam dalam dus. Maka bertambahlah gerombolan kucing di rumah. Sebulan lebih kami merawatnya dan memberikannya perhatian ekstra yaitu menggelitik-gelitik dan mengajaknya main lompat-lompatan dan alhasil ia pun tumbuh menjadi kucing agresif yang suka berlompat-lompatan tidak jelas serta mengajak main kucing-kucing lain yang tidak ingin bermain dengannya. Humm mungkin kucing lain menganggap dia sedikit tidak waras.

Okelah, bukan itu juga sih pusat cerita yang ingin kutuliskan. Dia, Si Gembul setelah hidup di rumah kurang lebih 3 bulan lebih, ia mengalami kebotakan ekstrim. Saya menyadarinya setelah melihat kucing Raditya Dika yang botak itu, mereka berdua (si kucingnya Radit dan si gembul) ternyata mirip. Bedanya Gembul masih memiliki sedikit bulu di badannya. Tapi tetap saja ia terlihat botak. Ke mana perginya dikau yang cantik seperti bola bulu itu???

Before after

Ada yang tau kok bisa begitu ya?

Jumat, 01 Juli 2016

Paragraf yang Singkat

Bismillah...

Kadang ada saat-saat seperti ini, saat saya sudah menuliskan berpuluh-puluh kata dalam paragraf yang panjang. Menuliskan semua keluhanku mengenai hal yang mengganggu pikiranku. Lalu kemudian kuhapus begitu saja dan menulis ulang paragraf pendek seperti ini.

Kadang kantuk berat bisa membuat kesadaran tiba-tiba muncul saat kepala sudah terhantuk di meja.

Kamis, 30 Juni 2016

Cerita-cerita Ramadhan #3, Niji Tanoshikatta

Bismillah...

Ramadhan tahun ini menyisakan momen yang sangat menyenangkan. Akhirnyaa saya jadi ikut bukber Niji 07 pemirsaah, humm ada yang masih ingat dengan cerita ini?? Cerita-cerita Ramadhan #2, Hujan di Hari Niji. Itu 3 tahun lalu saat saya tidak jadi ikut bukber bersama dikarenakan hujan yag begitu lebat.

....o0o....

Dua hari sebelumnya, seorang kawan datang, sebut saja ia Miss US (umm bukan united state ya hehehe). Dia datang dengan tujuan mulia yaitu mengambil paket titipan di rumahku wkwkwk. Saat itu saya sedang tidak berpuasa karena you know lah wanita, dan saya makan di hadapannya. Eh cerita apa ini hahaha, Saya persingkat saja di waktu magrib tiba saat ia akan pulang ia pun menyandera novel baruku dan saya mesti datang bukber kalau mau mengambilnya (-_-"). Well memang rada-rada aneh alasannya tapi biarlah, sekali-sekali ikut kumpul-kumpul tak papa, wong sudah beberapa tahun lamanya saya tidak bertemu mereka semua. Buat saudari US arigatoo.. 

Tibalah di hari Sabtu 11 Juni 2016. Siang hari itu sungguh panas dan saya yang memiliki banyak orderan flanel ini jadi berpikir banyak lagi untuk ikut atau tidak. Fiuh sori kalau saya plin-plan. Jam 2 saya mesti pergi berjualan dulu di depan Indomaret, fufufu di sana banyak jualan kue dan es buah Mamaku. So, saya arubaito (baca; kerja part time) di tempat Mama saya sendiri hahaha. Setelahnya barulah saya berangkat menuju lokasi janjian. 

05.00, saya baru tiba dan konyolnya saya tidak tau tepatnya lokasi janjian itu. Yah saya memang bukan anak mal-mal, tempat belanja yang paling saya hapal ya cuma Pasar Sentral Makassar. Setelah call via Line berkali-kali bertemulah saya dengan sahabatku, Ani. Dia membawa anaknya, Amirah, yang masih juga takut melihatku setelah beberapa kali bertemu. Bergandengan bersamalah kami ke sana. Tempatnya dekat dengan XXI Mp, tapi saya bahkan lupa nama tempatnya sekarang. Sebelum ke sana, kami curhatan dulu beberapa menit. Tepat saat akan buka puasa baru kami masuk. 

Amirah dan Bundanya
kangen dengan kalian semua
Para emak dan babynya sudah pada berkumpul. Si Lucu Hani dan si gemes Kenzi akhirnya kutemui juga, tapi sayang tidak ada satupun yang mau digendong olehku. Humm apa saya terlalu seram ya. Saya gemes sekali dengan Hani, lucu-lucu imut dan aktif sekali. Mau nyubit tapi saya takut dihajar emaknya hehehe. Anak-anak memang selalu lucu ya.

Di sana tempatnya bagus, nyaman kursi dan penataanya buat anak-anak juga, tapi tetap saya yang kurang merasa nyaman berada di sana hehehe. Dan juga faktor ketidaknyamanan lainnya adalah sulit sekali memesan makanan. Kami beberapa kali dilewati terus sama waiternya tanpa ditanyakan apapun soal makanan yang akan kami pesan. Padahal tidak begitu banyak orang. Ngambek dong kita, humm karena tidak semua makanan yang dipesan datang so teman-teman memutuskan untuk berpindah tempat makan yang lebih baik. Tempat yang kusuka, Warung Cobek-cobek \(^o^)/

Okke, saat menuju ke sana saya menjadi navigator soalnya paling dekat rumahku dan juga saya tau tempatnya. Etapi mendekati lokasi kami malah kesasar karena saya bingung arahnya kalau melewati jalan yang tidak biasa dilewati dari rumahku. Maaf ya Chacha jadinya kita mesti melanggar jalan saat itu.


spot yang paling kusuka, di depannya ada kolam ikan
foto dari TripAdvisor
Saya memang suka makan di tempat yang menyediakan Indonesian Food, nyam-nyam. Thanks kawan sudah memilih area lesehan, lebih bebas kite. Makanan di sini selalu enak dan selalu kusuka tumis kangkungnya. Terima kasih juga kawan-kawanku sudah berbagi makanan saat makanan yang kupesan belum datang, keburu lapar dan rasanya semua mau kumakan. (Hadeuh sudah cukup kali ya cerita makanan abis sahur-sahur gini). Oiya terima kasih sepotong tempe dari Tante Lusie dan setengah piring kangkung yang tidak kuketahui pemiliknya hehehe #apakah. Bercerita panjang lebar sambil makan memang menyenangkan. Rasanya semua beban musnah... Baru saya sadari kata orang, kalau berkumpul dan bersilaturrahim itu bikin awet muda, soalnya kita punya wadah untuk menceritakan banyak hal dan tersenyum bersama. 

Setelah makan, salah seorang teman kemudian meminta bill lalu mulailah hal lucu saat itu. Dia mulai menghitungkan semua jumlah makanan yang kami makan dan mesti kami bayar, hehehe lucunya karena suaranya sungguh besar dan cara menghitungnya pun lucu dan ahli sekali hehehe. Sudah sering hitung uang kayaknya. 

Yaah, begitulah ceritanya sampai kami pun berfoto-foto lalu kemudian berpisah dan pulang ke tempat masing-masing. Begitulah cerita hari itu walaupun memang ceritanya mainstream ya seperti kebanyakan bukber biasa, tapi saya sangat senang. Level bahagiaku hari itu sungguh sangat tinggi. Lama sekali saya tidak berkumpul dan bercerita seperti itu. Kebanyakan mengurus bisnis dan hanya berdiam seharian di rumah tanpa bercerita dan ngobrol dengan siapapun di rumah. 


satu kata, tanoshikatta~
my lovely niji 07, mejeng dulu walaupun menghalangi pintu :D
Walaupun tidak semua personel ada di hari itu tapi tidak mengurangi kesenangan dan keceriaan, Niji 07 memang selalu heboh dan keren seperti biasa. Nanti kita kumpul-kumpul lagi ya tahun depan Insyaa Allah. Pulangnya dari tempat makan, mereka tetap saja masih heboh hingga ke grup Line hehehe as always.

Sampai jumpa di postingan berikutnya, bagaimana dengan kalian? Bukber juga tahun ini?


Hima Rain


nb: photo taken dari album Miss US

TUTORIAL

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...