TUTORIAL

Selasa, 31 Mei 2011

Cara Membuat Tempat Pensil Dari Bahan Bekas dan Flanel

Assalamualaikum...
Wah...

Lima hari ato lebih nih nda ketemu kawan blogger sekalian. Nih, mauka posting tentang janjiku untuk buat tutorial benda macem ni..

--------------------------------------------------------------------

Bismillah.
1. Siapkan benda-benda menurut gambar di bawah ini

Kali ini saya akan membuat tempat pensil yang warna hijau. Makanya kupilih kain flanel berwarna hijau tua dan muda. >,<

2. kalo sudah, ambil kain flanel dan gulungan tisu tadi. Bungkus gulungan itu dengan kain flanel, gunakan lem fox. Liat gambar

3. Setelah itu waktunya membuat kotak kecil untuk message yang disampingnya..
Ukur dan garis dos bekas dengan ukuran panjang berturut.. 4 1/2 cm, 8 1/2 cm, 4 1/2 cm, 8 1/2 cm.. kalo tingginya terserah kalian kawan2.. Nah.. perhatikan gambar saja yah

4. Nah, potong deh dusnya.

Begini jadinya..


5. Lipat dus tadi sesuai garis yang telah dibuat. Dan rekatkan dengan selotip.


6. Buat garis di sisi kotak tadi..untuk sisi kiri dan kanan agak dimiringkan (lihat gambar)



Beginilah jadinya


7. Kotak yang tadi dibungkus bagian luarnya dengan kain flanel hijau muda. bagian dalamnya flanel hijau tua.
Hasilnya kayak gambar di atas.

8. Nah, melangkah ke bagian alasnya.
  • Potong dus dengan ukuran yang sesuai dengan tempat pensil dan kotak message yang tadi.. Setelah itu gunting.
  • Lem permukaan dus dengan lem fox. Tempelkan ke kain flanel hijau tua.. Dan gunting sesuai dengan gambar.

9. Hasilnya kayak gini nih...

10. Beri lem di ujung kain.. Rekatkan lipatan ke dalam.. Hingga seperti gambar.

11. Setelah selesai alas.. Tempelkan stand tempat pensil tadi dan juga kotaknya seperti gambar.. Gunakan lem lilin untuk merekatkan..

12. Beri tali kur pada bagian atas stand tempat pensil dan kotak tadi. Kayak gini nih
Nah begini jadinya..


13. Setelah itu hias sesuka hati.. Kalo saya hias seperti ini..
Tedengggg... Ginilah jadinya.. Alhamdulillah :)

Selamat mencoba.. Wassalam.
http://www.smileycodes.info

Jumat, 27 Mei 2011

Sekedar lewat

Hari ini mau posting handicraft lagi nih..tp sayangnya gambar-gambarnya belum kufoto jadi terpaksa menunggu 2 jam lagi saat neechan pulang... matte yo.. >,<

Harmoniaaa


Download this mp3 from Beemp3.com
Kangen ma soundtrack ini.... Harmoniaaaa...
This lyric is so nice..
Ending yang paling lucu..soalnya sakura ma ino goyang-goyang ke kiri kanan begitu.hehehe

Kamis, 26 Mei 2011

Backsound Iklan Pocari Sweat

Ehm, iklan ini ternyata cukup fenomenal di dunia maya. Kukira cuma saya yang tertarik dengan jingle iklan ini, ternyata banyak juga. Hehehe.. baik di yahoo answer maupun kaskus juga membicarakannya. Wah, iklan ini cukup sukses ya. Rata-rata pencari full mp3 dari jingle ini tidak mendapatkan hasil yang memuaskan sama sepertiku :D. Soalnya seperti yang dituliskan oleh salah seorang blogger, jingle ini dibuat khusus untuk iklan. Makanya tak ada full versionnya. Kecewa penonton. Tapi jangan kecewa banyak-banyak pemirsa, soalnya walaupun pendek saya juga donlot dari situ kok.. klik di sini http://www.4shared.com/audio/qNfmVH-s/Ryutaro_Makino_-_Youth_Sweat_B.html

Selasa, 24 Mei 2011

Foto Angkatan part 3

Entah....
Satu kata tuh yang ingin kuwakilkan atas foto angkatan hari ini. Entah bagus apa tidak hasilnya, tapi yang pastinya tadi itu sesi foto angkatan yang cukup aneh.. Mana fotografernya banyak banget lagi. Oalah. Yah, walaupun ujung-ujungnya okelahh bagusss... Alhamdulillah selesai sudah... cukup... :D

merekalah orang-orang yang memotret kami

Foto Angkatan part 2

Hari ini kami, angkatan 2007 Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Niji07 akan mengadakan foto angkatan sesi 2. Kuharap teman-teman hadir dengan ikhlas.. Ini yang terakhir dan belum tentu ngumpul kayak gini lagi.. Amin. Semoga saya lebih sehat ke depannya.. Amin. Now, let's ngampus!!! >,<

Senin, 23 Mei 2011

Foto Angkatan part 1

Assalamualaikum. kawan blogger nun jauh di seberang sana.. Apa kabar???

Apa kabar juga Niji07, kawan kebanggaanku.
Saya alhamdulillah sukses hari ini.. Bersama dengan kelompok 1 lainnya, Indah, Riri, Yenni, n Ninis, kami berlima alhamdulillah mengumpulkan 28 kawan Niji07 untuk dipanggil kembali untuk foto angkatan. Thanks juga untuk Ria. Berhubung kami akan berpisah karena beberapa dari kami telah bergelar sarjana dan kemungkinan besar tidak akan berada di Makassar lagi. huhuhuhu...

Walaupun dengan terpaksa mengaktifkan kembali akun dan juga sms sana-sini. Akhirnya teman-teman mau.. Mudah-mudahan pas hari H kami dapat berkumpul bersama lagi. Semoga kami semua sukses...

Salam persahabatan dariku

Kamis, 19 Mei 2011

Katanya nonaktif

Kalian tahu kawan...saat ini diriku lagi disibukkan dengan skripsi..skripsi..dan skripsii...
Gara-gara hal ini nafsu makanku semakin bertambah, bertambah, dan bertambah,, tp sayang sungguh malang. Diriku tak kunjung mengalami yang namanya pertambahan bentuk badan yaitu 'gemuk'. Entahlah mungkin di dalam kamusku tidak ada yang namanya gemuk. Saya yang kurus ini jadi nelangsa. Huhuhu. Ada seorang teman kelas yang langsung mengatakan kalau diriku itu "kurusmu Ririn".. Huaaaaaaa kejamnya dikau. Sempat tersinggung dan langsung melakukan pola makan gila-gilaan. Tapi yah tanpa hasil, aku pun memutuskan berhenti melakukan terapi gemuk.

Ah, maaf.. saya melenceng lagi. Sehabis seminar judul. Diriku menjadi kian malas melanjutkan penelitian. Yah, terpaksa semuanya dinonaktifkan............ Kawan... nonaktif mode on.... Duarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr................................

Senin, 16 Mei 2011

Dari hati ke h.a.t.i.

Kemarin kurebut surat dari hati yang sedang marah

Ia menyapa, "Apa kabar kawan?"

Ku ingin tahu kabarmu di dalam sana.

Apa kau masi seperti saat kita bertemu dulu?

Masih memiliki ria di kala semua orang berduka?

Masih memiliki bangga kala semua nyawa berdusta?


Aku benar. Aku selalu benar.

Sekarang aku merah

Merah sebenar-benarnya darah

Semerah-merahnya api yang semakin disulut semakin merekah

Kawan nun jauh di dalam sana


Aku berair, tumpah ruah di dalam danau tangisan

Tangisannya membanjiri situs-situs kebanggaanku

Hanyut pula kemudian.... terbang


Kubawa tubuhnya ke bejana kebohongan

Isinya air.. jernih tak meyakinkan

Kusuruh ia membasuh dirinya dan diriku

Agar diriku.. SEDIKIT saja tersiram


Menemukan jernih itu sulit kawan.

Diriku membakar air

Membakar hingga ia kering

Tak bernafas lagi lengkung biru

Bersisa awan kegelisahan

Membuat Telur Puyunghai Sedrhana

Eh, Assalamualaikum Pemirsa...
Pie Kabare???? Moga-moga apik...
(Oh, sudah cukup berbahasa jawanya..entar salah aku dijitak)

Oke, now. i'll use Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar.. (walaupun campur kode banget)
Maafkan pemirsa, terkadang saat mengawali postingan saya selalu ngalor-ngidur terlebih dahulu. Maklum, otak saya menunggu aliran darah dari urat syaraf yang dari tadi kemacetan disebabkan oleh perutku yang lapar.. (nyambung gak ya??)
..............................................................

Oke, saya mulai...saya serius pemirsa... Aduh, walaupun umur saya ini terbilang masih muda saya serius menulis ini... Saya akan menuliskan sebuah....... RESEP MEMASAK PUYUNGHAI ala ririnchu...

Bahan yang harus dipersiapkan adalah:
-telur
-daun bawang
-garam
-merica
-saus lombok
-bawang putih, tumbuk halus
-cuka
-gula
-penyedap rasa. contoh :R*yco, M*s*ko :D
-air secukupnya
-minyak untuk menggoreng

Alat yang mesti kamu persiapkan adalah:
-wajan, jangan panci, soalnya kita mau menggoreng bukan bikin sup
-pisau untuk memotong daun bawang
-piring
-mangkuk
-sendok
-sodet

Okelah persiapan telah lengkap, kita mulai masaknya pemirsa
Cara membuat:
-Kocok telur bersama dengan potongan daun bawang, garam, and merica.
-Goreng di wajan dengan minyak secukupnya
-Angkat setelah kedua sisi telur tergoreng merata

Untuk saus:
-panaskan minyak untuk menumis di wajan yang tadi
-tumis bawang putih yang telah ditumbuk tadi
-dan daritadi saya menyebutkan kata "tadi" dan apalagi tadi saya menyebutkan saus lombok.. masukkan kira-kira 2 sendok nasi..(ingat sendok nasi, kalo sendok makan sedikit banget)
-campurkan ke tumisan bawang putih. aduk merata. campur dengan air kira-kira sebanyak 2 sendok nasi juga. Aduk lagi
-masukkan gula setengah sendok makan, sedikit penyedap rasa, dan setengah sendok makan cuka. Beri sedikit merica. Aduk lagi..
-Diamkan 20 detik.. matikan api kompor
-sajikan di mangkuk

Cara penyajian:
-Taruh telur di piring. Ambil dua sendok atau 3 sendok (atau sesuai selera kalian pemirsa) ke permukaan telur goreng tadi...
-Sajikan hangat bersama dengan nasi hangat pula... Mantaaappp..
................................................................

Nah,,, postingan ini akan berakhir dalam beberapa kalimat lagi..
Okke.. Wassalam... Selamat mencoba yah...
Nb: Ingin sekali aku menampilkan foto di postingan ini. Tapi yah,, karena kameraku entah di mana, jadi saya cuma bisa menulis dan nulis saja.


Minggu, 15 Mei 2011

Kitab Thaharah... Bulughul Maram versi Pustaka Al-Hidayah

KITAB THAHARAH

BAB WUDLU

بَابُ اَلْوُضُوءِِ

Hadits No. 36

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: "Seandainya tidak memberatkan atas umatku niscaya aku perintahkan mereka bersiwak (menggosok gigi dengan kayu aurok) pada setiap kali wudlu." Dikeluarkan oleh Malik Ahmad dan Nasa'i. Oleh Ibnu Khuzaimah dinilai sebagai hadits shahih sedang Bukhari menganggapnya sebagai hadits muallaq.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوءٍ أَخْرَجَهُ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ. وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ تَعْلِيقًا

Hadits No. 37

Dari Humran bahwa Utsman meminta air wudlu. Ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan menghisap air dengan hidung dan menghembuskannya keluar kemudian membasuh wajahnya tiga kali. Lalu membasuh tangan kanannya hingga siku-siku tiga kali dan tangan kirinya pun begitu pula. Kemudian mengusap kepalanya lalu membasuh kaki kanannya hingga kedua mata kaki tiga kali dan kaki kirinya pun begitu pula. Kemudian ia berkata: Saya melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu seperti wudlu-ku ini. Muttafaq Alaihi.

وَعَنْ حُمْرَانَ أَنَّ عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ : رَأَيْت رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Hadits No. 38

Dari Ali Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dia berkata: Beliau mengusap kepalanya satu kali. Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Tirmidzi dan Nasa'i juga meriwayatkannya dengan sanad yang shahih bahkan Tirmidzi menyatakan bahwa ini adalah hadits yang paling shahih pada bab tersebut.

وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - فِي صِفَةِ وُضُوءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ : وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَاحِدَةً أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَأَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ. بَلْ قَالَ التِّرْمِذِيُّ : إنَّهُ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي الْبَابِ

Hadits No. 39

Dari Abdullah Ibnu Zain Ibnu Ashim Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu dia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengusap kepalanya dengan kedua tangannya dari muka ke belakang dan dari belakang ke muka. Muttafaq Alaihi.

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - فِي صِفَةِ الْوُضُوءِ قَالَ : وَمَسَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ بِيَدَيْهِ وَأَدْبَرَ.مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Hadits No. 40

Lafadz lain dalam riwayat Bukhari - Muslim disebutkan: Beliau mulai dari bagian depan kepalanya sehingga mengusapkan kedua tangannya sampai pada tengkuknya lalu mengembalikan kedua tangannya ke bagian semula.

وَفِي لَفْظٍ لَهُمَا : بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا إلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ

Hadits No. 41

Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu ia berkata: Kemudian beliau mengusap kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuknya ke dalam kedua telinganya dan mengusap bagian luar kedua telinganya dengan ibu jarinya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i. Ibnu Khuzaimah menggolongkannya hadits shahih.

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - فِي صِفَةِ الْوُضُوءِ - قَالَ : ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأَدْخَلَ إصْبَعَيْهِ السَّبَّاحَتَيْنِ فِي أُذُنَيْهِ وَمَسَحَ بِإِبْهَامَيْهِ ظَاهِرَ أُذُنَيْهِ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيُّ. وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ

Hadits No. 42

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu bangun dari tidur maka hendaklah ia menghisap air ke dalam hidungnya tiga kali dan menghembuskannya keluar karena setan tidur di dalam rongga hidung itu." Muttafaq Alaihi.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Hadits No. 43

Dari dia pula: "Apabila seseorang di antara kamu bangun dari tidurnya maka janganlah ia langsung memasukkan tangannya ke dalam tempat air sebelum mencucinya tiga kali terlebih dahulu sebab ia tidak mengetahui apa yang telah dikerjakan oleh tangannya pada waktu malam." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim.

وَعَنْهُ إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَهَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ

Hadits No. 44

Laqith Ibnu Shabirah Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sempurnakanlah dalam berwudlu usaplah sela-sela jari dan isaplah air ke dalam hidung dalam-dalam kecuali jika engkau sedang berpuasa." Riwayat Imam Empat dan hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.

وَعَنْ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْبِغْ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ

Hadits No. 45

Menurut riwayat Abu Dawud: "Jika engkau berwudlu berkumurlah."

وَلِأَبِي دَاوُد فِي رِوَايَةٍ إذَا تَوَضَّأْت فَمَضْمِضْ

Hadits No. 46

Dari Utsman Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyela-nyelai jenggotnya dalam berwudlu. Dikeluarkan oleh Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.

وَعَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ فِي الْوُضُوءِ. أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ

Hadits No. 47

Abdullah ibnu Zaid berkata: Bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah diberi air sebanyak dua pertiga mud lalu beliau gunakan untuk menggosok kedua tangannya. Dikeluarkan oleh Ahmad dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ : إنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى بِثُلُثَيْ مُدٍّ فَجَعَلَ يَدْلُكُ ذِرَاعَيْهِ أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ

Hadits No. 48

Dari dia pula: bahwa dia pernah melihat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengambil air untuk mengusap kedua telinganya selain air yang beliau ambil untuk mengusap kepalanya. Dikeluarkan oleh Baihaqi. Menurut riwayat Muslim disebutkan: Beliau mengusap kepalanya dengan air yang bukan sisa dari yang digunakan untuk mengusap kedua tangannya. Inilah yang mahfudh.

وَعَنْهُ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذُ لِأُذُنَيْهِ مَاءً غَيْرَ الْمَاءِ الَّذِي أَخَذَهُ لِرَأْسِهِ. أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ وَهُوَ عِنْدَ مُسْلِمٍ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ بِلَفْظِ : وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدَيْهِ وَهُوَ الْمَحْفُوظُ

Hadits No. 49

Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan wajah dan tangan yang berkilauan dari bekas wudlu. Maka barangsiapa di antara kamu yang dapat memperpanjang kilauannya hendaklah ia mengerjakannya. Muttafaq Alaihi menurut riwayat Muslim.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إنَّ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ

Hadits No. 50

'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Adalah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam suka mendahulukan yang kanan dalam bersandal menyisir rambut bersuci dan dalam segala hal. Muttafaq Alaihi.

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطَهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Hadits No. 51

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu sekalian berwudlu maka mulailah dengan bagian-bagian anggotamu yang kanan." Dikeluarkan oleh Imam Empat dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا تَوَضَّأْتُمْ فابدأوا بِمَيَامِنِكُمْ ) أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةِ

Hadits No. 52

Dari Mughirah Ibnu Syu'bah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu lalu beliau mengusap ubun-ubunnya bagian atas sorbannya dan kedua sepatunya. Dikeluarkan oleh Muslim.

عَنْ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى اَلْعِمَامَةِ وَالْخُفَّيْنِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم

Hadits No. 53

Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhu tentang cara haji Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Mulailah dengan apa yang telah dimulai oleh Allah." Diriwayatkan oleh Nasa'i dengan kalimat perintah sedang Muslim meriwayatkannya dengan kalimat berita.

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا -فِي صِفَةِ حَجِّ اَلنَّبِيِّ صَلَّى اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ صلى الله عليه وسلم ( اِبْدَؤُوا بِمَا بَدَأَ اَللَّهُ بِهِ ) أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ هَكَذَا بِلَفْظِ اَلْأَمْر ِ وَهُوَ عِنْدَ مُسْلِمٍ بِلَفْظِ اَلْخَبَر

Hadits No. 54

Dia berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika berwudlu mengalirkan air pada kedua siku-sikunya. Dikeluarkan oleh Daruquthni dengan sanad yang lemah.

عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم إِذَا تَوَضَّأَ أَدَارَ اَلْمَاءَ عَلَى مُرْفَقَيْهِ ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ بِإِسْنَادِ ضَعِيف

Hadits No. 55

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidaklah sah wudlu seseorang yang tidak menyebut nama Allah." Diriwayatkan oleh Ahmad Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad yang lemah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اِسْمَ اَللَّهِ عَلَيْهِ ) أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ بِإِسْنَادٍ ضَعِيف ٍ

Hadits No. 56

Dalam hadits serupa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Said Ibnu Zaid dan Abu Said Ahmad berkata: Tidak dapat ditetapkan suatu hukum apapun berdasarkan hadits itu.

لِلترْمِذِيِّ: عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْد وَأَبِي سَعِيدٍ نَحْوُه ُقَالَ أَحْمَدُ: لَا يَثْبُتُ فِيهِ شَيْء

Hadits No. 57

Dari Thalhah Ibnu Musharrif dari ayahnya dari kakeknya dia berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memisahkan antara berkumur dan hirup air melalui hidung. Riwayat Abu Dawud dengan sanad yang lemah.

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: ( رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَفْصِلُ بَيْنَ اَلْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادِ ضَعِيف

Hadits No. 58

Dari Ali Radliyallaahu 'anhu tentang cara wudlu: Kemudian Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkumur dan menghisap air melalui hidung dengan telapak tangan yang digunakan untuk mengambil air. Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i.

عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه -فِي صِفَةِ اَلْوُضُوءِ- ( ثُمَّ تَمَضْمَضَ صلى الله عليه وسلم وَاسْتَنْثَرَ ثَلَاثًا يُمَضْمِضُ وَيَنْثِرُ مِنْ اَلْكَفِّ اَلَّذِي يَأْخُذُ مِنْهُ اَلْمَاءَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ ُ

Hadits No. 59

Dari Abdullah Ibnu Zaid Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu: Kemudian beliau memasukkan tangannya lalu berkumur dan menghisap air melalui hidung satu tangan. Beliau melakukannya tiga kali. Muttafaq Alaihi.

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنه -فِي صِفَةِ اَلْوُضُوءِ- ( ثُمَّ أَدْخَلَ صلى الله عليه وسلم يَدَهُ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدَةٍ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثًا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ.

Hadits No. 60

Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki yang pada telapak kakinya ada bagian sebesar kuku yang belum terkena air maka beliau bersabda: "Kembalilah lalu sempurnakan wudlumu." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i.

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( رَأَى اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلًا وَفِي قَدَمِهِ مِثْلُ اَلظُّفْرِ لَمْ يُصِبْهُ اَلْمَاءُ فَقَالَ: اِرْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ ُ

Hadits No. 61

Dari Anas r.a dia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sho' hingga lima mud air. Muttafaq Alaihi

عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Hadits No. 62

Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tiada seorang pun di antara kamu yang berwudlu dengan sempurna kemudian berdo'a: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hambaNya dan utusanNya-kecuali telah dibukakan baginya pintu syurga yang delapan ia dapat masuk melalui pintu manapun yang ia kehendaki." Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi dengan tambahan (doa): "Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."

عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ اَلْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ اَلْجَنَّةِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَزَادَ ( اَللَّهُمَّ اِجْعَلْنِي مِنْ اَلتَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ اَلْمُتَطَهِّرِينَ


Bulughul Maram versi 2.0 © 1429 H / 2008 M Oleh : Pustaka Al-Hidayah

Kamis, 12 Mei 2011

Iiih, so cute

Check this.. and you'll be so melt


Sedih tak nonton Kabhi Kushi Kabhi Gham

Sedih nian diriku. Akibat keteledoranko dan ke-ngantuk-an diriku.
Akhirnya tidak jadi nonton Kabhi Kushi kabhi Gham (baca ini pake nada nah)
Pokoknya..pokoknya.. pokoknya saya harus beli kasetnya.
Harus...
nb: shahrukh khan, mengapa dirimu di sini manis sekali >,<

Rabu, 11 Mei 2011

Kokoro Arigatou

Hatiku..
Hatiku yang paling keciiiilllllllll berkata
"Jangan marah, Rin"
Kamu hanya dihasut oleh makhluk Allah yang pernah ingkar di hadapan Adam itu

"Temanmu itu hanya bercanda, terlalu serius juga tak apa tapi jangan serius dengan kemarahanmu"
"Sediakala berdiri layaknya Ririn yang selalu tersenyum itu"
"Aku lebih suka senyummu"



Selasa, 10 Mei 2011

Awan















Hari ini aku masih tetap melihat awan
Ketika kepalaku menengadah
setiap sisi orang selalu bertanya apa yang kulihat
Dalam hati kubergumam, "menengadah saja dan lihat sendiri"

Dia bilang aku aneh
"Emang ada orang yang segitu uletnya melihat awan kayak kau?"
Kembali hatiku bergumam, "coba saja dan rasakan sendiri"

Perkataan orang bijak
"jangan suka melihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah"
Aku pun bergumam lagi tapi tak di dalam hati
"lihatlah ke atas dan perhatikan ciptaan-Nya yang damai menggantung dengan riangnya"

Masih inginkah aku melihat awan?
Ya.. Awan menggambarkan diriku

Saat masih kecil, diriku yang tidak tinggi itu sering
Menidurkan diri di sebaris atap rumah
Menyembunyikan perasaan damai yang tak henti-hentinya menghentakkan pikiranku
Ke mana larinya awan putihku di baris lengkung biru?

Ya, terkadang ku masih melihat awan
Dari jendela kaca
Kendaraan umum bergaris putih

Aku pun akan tetap menyempatkan diri
menyembulkan kepala yang berkeringat ini
Ke luar jendela depan kamarku
Demi sepotong awan kecil yang menggantung
Di lautan langit biru

Sabtu, 07 Mei 2011

Hima the Explorer: Perjalanan Menuju Gowa Part II (episode Mesjid Terbuka)

Assalamualaikum Warahmatullah wahai kawan blogger yang masih setia singgah di blog biasa ini. Sebagai pemilik blog ini, berterima kasih banget masih membaca tulisan-tulisan dan curhatan-curhatanku yang terkadang aneh namun tetap juga tidak ajaib ini.


Saya akan mulai menulis lanjutan ceritaku tempo hari lalu. Cerita saat diriku iseng-iseng ingin pergi ke Gowa buat refreshing dikit. Saat itu saya bersama Ms. Ninis, (red: teman yang cukup terobsesi denganku, ikut bersamaku). Untuk lebih jelasnya mengapa saya mengajak nona yang satu ini silakan baca part I

--------------------------------------------------------------
Takjub....
Kata pertama yang terbersit di hatiku sesaat ketika melihat masjid ini pertama kalinya. Kalian tahu pemirsa, saya baru tahu bahwa ada masjid di samping gedung telkom ini... Padahal saya sering banget lewat depan telkom..ckckck.. ini mata sudah empat lagi.. Keterlaluan.. Memang naluri ke-makassar-anku sudah mulai rusak.

Ah, sudahlah terlalu panjang kekaguman saya. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 15.30 lewat. Adzan telah berlalu beberapa menit lalu. Yang pertama kali kulihat saat melangkahkan kaki di halaman mesjid itu adalah parkiran dan seorang lelaki yang langsung melihat kami memasuki gerbang. Entah karena pakaianku yang mungkin salah warna atau saya yang terlalu kege-eran.. hihihihi.

Mataku pun berusaha menolah-noleh kesana kemari mencari pertanda "terbuka" yang dibilang oleh Ninis. Hum, tidak jua kutemukan. Langkahku kembali kulanjutkan, mengikuti langkah ninis yang langsung belok kiri menuju ke belakang mesjid. Sambil berjalan kami berdua ngobrol soal mesjid ini dan juga soal tangga. Mana tangga turunnya? hum ini kritikan pertama yang keluar dari mulutku. Ternyata pemirsa, tangganya nda keliatan akibat pergeseran lempeng selatan dan timur, hehe, tangganya nda keliatan akibat salah arsitektur menurutku. hahahaha.

Okke, sudah cukup hina-menghinanya.
Beberapa menit berjalan....
Tiba di bagian belakang mesjid, saya pun mulai memperhatikan setiap lekuk sudut mesjid ini terutama pintu masuk. "Batas Alas Kaki". Ini yang pertama kali kuliat ketika ingin masuk. Dengan patuh akupun menurut pada tulisan yang dicetak di atas kertas yang berukuran kira-kira quarto itu dengan melepas alas kaki sejengkal ke belakang dari kertas tersebut.

Masih tetap sebagai pengikut Ninis, kuikuti langkahnya dari belakang. Aw, aku takut tersesat. Wajarlah, new comer. Takut salah masuk, entar malu lagi. Saya pun mengikuti Ninis memasuki sebuah ruangan yang ternyata adalah tempat wudhu wanita plus WC (baca: dabelyusi :D). Ah, akupun terkejut (pake 'aku' meka ine), saya sempat syok sedikit tetapi karena ternyata ada wanita lain di t4 wudhu saya terpaksa menjaga emosi dan tetap menstabilkan image. hehe

Mau tau pemirsa mengapa saya syok??? Tenang..tenang, cerita ini tak akan bersambung lagi. Sudah cukup surat-surat dari fans saya yang protes karena artikel bersambung ini. >.<

Terbuka.... Betul-betul terbukaaaa. Ini yang dimaksudkan oleh Ninis dengan "terbuka". T4 wudhu wanita yang notabene seharusnya tertutup karena mengingat wanita yang semestinya dan seharusnya dijaga hijabnya malah terbukaaaa, kawan. Aaaaaaaaaaaaaaa. Pintu ruangan ini hanya terbuat dari besi yang bentuknya seperti kerangkeng. Bukan masalah kerangkengnya. Masalahnya ini aduh... terbuka banget. Sebenarnya hal ini tidak terlalu merumitkan buatku pemirsa, namun ada hal yang lebih men-syok-kan buatku. Pintu WCnya juga terbukaaaaa.... Emang ada desain pintu kayak begitu??? Lubang di atas, tertutup di bawah. Mudah banget orang lain menengok dari atas gitu deh.. CKCKCKCK... CKCKCKCK. CKCKCKCK. sekali lagi. CKCKCKCKCKCK. Semoga Allah menyadarkan arsiteknya.

Okke kawan tak apa, mari kita melanjutkan ke tahap selanjutnya.. Masih bisa bertahan pemirsa?? Saya sudah sangat ingin mengeluarkan air mata... saking perihnya cobaan ini..cieee :D

Setelah selesai wudhu...
Kami pun memasuki area sholat. Kalau area ini saya cukup terkagum-kagum. Betul kata Ninis, sejuk banget. Mataku pun berulang kali menikmati arsitektur bangunan ini dengan kembali merasakan takjub. Subhanallah Indahnya. Namun, belum sedetik rasa kekagumanku muncul, saya langsung syok kembali. Tapi syok kali ini agak Nano-nano rasanya karena nambah rasa coklat.. eh, maksudnya nambah rasa kesal. Bagaimana tidak??? Ada dua penghuni yang kurasa salah tempat menduduki lahan yang seharusnya tidak layak mereka tempati. Bukan setan atau makhluk halus, kawan. Tetapi makhluk yang namanya laki-laki. Saya kaget bukan kepalang. Bukan karena saya tidak pernah melihat laki-laki tetapi karena melihat laki-laki yang tidak bisa menempatkan diri. Sudah jelas dan nyata area tersebut telah dibatasi oleh sebuah hijab (walaupun hijabnya nda nutup-nutupin amat sih) antara batas wanita dan pria. Hum, orang ini sepertinya nda paham, saya jadi risih sendiri.

Dengan sedikit risih sayapun memutuskan untuk sholat. Tetap khusyuk kawan, walaupun ada gangguan. Selesailah sholat saya. Saya merasa ingin segera meninggalkan mesjid itu. Namun melihat kawan di samping saya ini sedikit capek, saya pun putuskan untuk tinggal beberapa menit sambil ngobrol soal dua lelaki tadi yang ternyata telah bertambah menjadi 3. Waduh, cepat amat Mas membelah diri.

Kulipat mukenaku dan kumasukkan dalam tas dan berdiri menunggu Ninis yang juga sedikit merapikan jilbabnya itu. Karena agak risih, sayapun mempercepat langkah menuju pintu keluar. Sesaat saya bingung, pintu masuk tempat saya taro sepatu tadi di mana yah? Karena bingung tak tertahankan, entah karena dorongan syaitan atau apa. Saya berjalan lurus ke arah 3 orang mas-mas tadi. Aku pikir pintu keluar itu di belakang mereka. Melihatku ingin berjalan lurus ke arah 3 orang pemuda tadi, salah seorang dari mereka langsung sontak mengucapkan sebuah kata yang langsung membuatku tergetar dan nyaris berlari. "Astagfirullah", mendengar kata maha dahsyat ini, naluri kesadaranku langsung muncul. Sepertinya salah seorang dari mereka kaget melihatku yang berjalan ke arah mereka. Aduh, aku salah jalan nih. Aduh, hampir saja aku lewati mereka bertiga. Aduh, hampir saja saya menerobos sembarangan. Aduhhhh.... MALUNYAAAA.....

Untung Ninis mendorongku menuju ke jalan yang benar. Masih sedikit kaget dan malu. Saya dan Ninis pun segera meninggalkan tempat itu sambil bercekikikan ria akibat perbuatan konyolku barusan. Aduh, tengsin berat. Nda mau lagi saya ke sana.

Kejadian memalukan itupun berusaha aku lupakan dengan sedikit refresh dan minum es kelapa muda di depan mesjid.. Aaahhhh, leganya. Sekitar pukul 4 lewat -sebenarnya nyaris setengah lima- kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Gowa. Naik pete-pete merah menuju Sungguminasa. Kami tiba di rumah Nunu hampir pukul 18.00, untung saja Nunu memberikan kami jamuan yang cukup enak. Makasih ya Nu. Sebenarnya perjalanan ini cukup menarik, namun endingnya kami dikejutkan oleh info dari Ninis bahwa Ibunya mau datang ke pondokan. Wow, Kami terkaget-kaget dan segera memutuskan untuk pulang. Kaburrrrr

Wah.... hari itu saya dipenuhi dengan berbagai kejutan-kejutan yang betul-betul membuatku terkejut-kejut. Pesan untuk Ninis: Jangan suka menyukai hal-hal yang terbuka Nis.. Nanti saya yang jantungan :(