TUTORIAL

Senin, 16 Mei 2011

Dari hati ke h.a.t.i.

Kemarin kurebut surat dari hati yang sedang marah

Ia menyapa, "Apa kabar kawan?"

Ku ingin tahu kabarmu di dalam sana.

Apa kau masi seperti saat kita bertemu dulu?

Masih memiliki ria di kala semua orang berduka?

Masih memiliki bangga kala semua nyawa berdusta?


Aku benar. Aku selalu benar.

Sekarang aku merah

Merah sebenar-benarnya darah

Semerah-merahnya api yang semakin disulut semakin merekah

Kawan nun jauh di dalam sana


Aku berair, tumpah ruah di dalam danau tangisan

Tangisannya membanjiri situs-situs kebanggaanku

Hanyut pula kemudian.... terbang


Kubawa tubuhnya ke bejana kebohongan

Isinya air.. jernih tak meyakinkan

Kusuruh ia membasuh dirinya dan diriku

Agar diriku.. SEDIKIT saja tersiram


Menemukan jernih itu sulit kawan.

Diriku membakar air

Membakar hingga ia kering

Tak bernafas lagi lengkung biru

Bersisa awan kegelisahan

0 comments:

Posting Komentar

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D