TUTORIAL

Minggu, 23 Februari 2014

Hima the Explorer feat Indah (Aqiqahnya Yenni no akachan)

Bismillah...

Tahun lalu saya mengunjungi Perum Tumalia Maros untuk menghadiri walimah sobatku dan tahun ini kali keduanya saya ke sana lagi untuk menghadiri aqiqah anaknya. Waah tidak terasa waktu cepat berjalan. Setiap ke Maros selalu saja ada sesuatu yang menarik, kali ini saya diterpa hujan dan angin kencang sewaktu akan pergi. Awal mula akan bepergian menggunakan motor bersama Indah, temanku, jadi kuurungkan karena kekhwatiran berlebihanku dengan hujan dan jalanan licin. Dan benar saja perjalanan ke sana fiuh jauhnya. 

perum tumalia
Kami pun dipinjamkan payung oleh ayahnya Indah namun sayang payung itu tidak kami bawa pulang setelahnya, hiks kelupaan di pete-pete (red; angkot). Sori Indah's Father. Kami 3 kali naik pete-pete mulai dari depan MP, lanjut di depan flyover kemudian terakhir di depan asrama haji sudiang. Nah saat memasuki Maros kami mendapati pemandangan tidak biasa di sepanjang jalan. Banyak sekali tentara, polisi, dan anak-anak sekolah. "Ada apa ya?", pikirku. Setelah mengingat-ingat ya baru sadar kalo hari ini Pak SBY mau pulang  dari perjalanannya ke Toraja, so mereka semua jadi pengantar sang presiden kita untuk kali kedua. 

Kami tiba di tempat tujuan itu pukul 4 dan alhamdulillah sekali yaaa sumringah dan hilang capeknya pas liat dede bayi cantik fufufu walaupun kami berdua tidak sempat bertemu Ichi guruppu lainnya, yaitu Ani da Nunu. Hanya setengah jam kami di sana dan kamipun pulang. Pas pulang pemandangan anak-anak di pinggir jalan tadi masi ada walaupun sedikt berkurang dari sebelumnya. Saya salut sama anak-anak SD itu, rela hujan-hujan dari pagi. Padahal ya mulai dari kami pergi sampai pulang pun ternyata Pak SBY belum lewat-lewat juga, masya Allah setianya mereka. 

Ah jadi ingat waktu kecil saya juga pernah begitu, diinstruksikan oleh guru untuk berbaris di tepi jalan dan pegang bendera sampai sore. Pas Pak Harto lewat fiuh tangannya pun tidak kuliat, mobilnya pun tidak. Haha saya masi pendek waktu itu jadinya tidak liat apa-apa deh. 

Nah setelah maros kami lanjut menuju ke Carrefour mencari payung yang sekiranya mirip dengan yang hilang tadi tapi hasilnya nihil, tidak ada satupun yang sama. Walaupun sedikit kecewa namun hari ini kesampaian juga membeli satu buku. Wishlist bulan ini terpenuhi, alhamdulillah... Pulang dengan senang walaupun pegal-pegalnya minta ampun. 


*O, iya kemarin dua kali dalam sehari saya naik pete-pete selalu ada bule di dalamnya hahaha. 


Hima Rain