TUTORIAL

Rabu, 25 Januari 2012

Hima The Explorer feat. Ninis


Waktu hari kamis pekan lalu saya akhirnya keluar rumah lagi. Pergi ke kampus untuk bertemu dengan Kak Ros alias Miss Nhinis untuk memberi paketnya. Sekitar pukul 11 saya bertandang ke luar rumah, naik becak kemudian dilanjutkan dengan pete-pete *baca angkot. Sekitar setengah jam di pete-pete sampailah saya di kampus tercinta. Aroma pepohonan yang familiar itu dan betapa sejuknya pete-pete saat memasuki lahan kampus merah. Padahal lebih cocok kalo disebut kampus hijau. Pohonnya itu banyak sekali lo. Senang sekali kembali menghirup udara kampus. 


Sengaja saya turun di depan fakultas ekonomi agar lebih cepat tiba di fakultas sastra. Sekedar info jalan tercepat menuju fakultas sastra adalah dengan menelusuri jalan di fak. ekonomi. Terus-terussss aja pasti langsung memasuki area sastra. Itulah mengapa kami anak sastra dan ekonomi seperti satu fakultas saja. Hehe. Tiba di area sastra saya tidak langsung ke tujuan yaitu perpustakaan. Saya menunggu Miss Nhinis di depan tangga menuju perpustakaan. Tiba-tiba dari bawah ada yang berteriak, "oi sudah setengah dua belasmi.". Teriakannya yang keras itu membuatku sadar bahwa sudah pukul setengah 12. Dan itu tandanya perpustakaan tutup istirahat. Yah tidak jadi hunting buku. Saya berterima kasih kepada si peneriak, walaupun bukan ditujukan padaku tapi bermanfaat juga jadi penanda waktu. 

Ide untuk keluar kampus pun tertangkap otakku. Padahal baru 10 menit saya di kampus saya sudah berpikir untuk keluar lagi. Ah, saya merasa tidak konsisten. 5 menit pun berlalu, setelah mutar-mutar beberapa kali di tempat dan berulang kali melihat layar handphone akhirnya yang ditunggu hadir juga. Dari kejauhan kulihat dia dengan setelan ungu atau pink? Ah saya sedikit amnesia. Lupakanlah nanti orangnya akan konfirmasi sendiri. Kami pun hadap-berhadapan saling melepas rindu setelah tidak lama berjumpa. Kuumumkanlah padanya bahwa perpus sudah tutup dan kukeluarkanlah ide yang sempat muncul tadi. Ternyata ninis setuju. Sebenarnya ide ini telah keluar sejak di rumah tadi. Nah lo yang mana yang benar. Lupakanlah toh saya sedikit amnesia. Kalian baca aja sampai habis. hehe

Sebelum kami berangkat hunting buku di luar ninis mengajakku untuk ke jurusan, katanya dia ingin meminta tanda tangan dosen. Saya yang tidak berani masuk jurusan hanya menunggu di luar setelah sebelumnya terjadi adegan tarik-menarik di antara kami berdua, ah seperti film india saja. Saya seperti buronan aja. Iya saya memang buronan, buronan skripsi. Semoga skripsi ini bisa cepat jadi dan saya bisa keluar dari penjara. Huhuhu. Dan ternyata tidak ada dosen yang dicari ninis. Yah kami pun memutuskan pergi tapi karena adzan akan berkumandang, kami putuskan untuk ke mushollah dulu. 

Di mushollah ternyata saya bertemu teman lama. Dan lagi si teman membawa kabar baik bahwa akan ujian meja besoknya. Ahhh iriiii. Pengen juga. Selesai sholat kami pun meninggalkan mushollah dan berjalan lagi. Ide hunting kantin kami hampir terlupakan. Dimulailah petualangan kami menelusuri daerah teknik. Saya mencari kantin fkm. Kantin yang dulu pernah kudatangi. Masuk ke area teknik kami masuk ke area mipa kemudian tembus ke pertanian. Mutar dulu agak lama di pertanian.Mutar..mutar..mutar.. masih mutar nih kawan tunggu dulu. Eh ternyata eh ternyata kami nemu kantin yang belum kami ketahui namanya. Tidak ingin mutar lagi kami pun masuk, menengak-nengok cari kursi. Kuikuti ninis, dia mencari tempat yang banyak cahayanya. Hehehe. Tiba di meja kami langsung diberondong sama ibu-ibu penjual. Yah gak bisa kemana-mana deh. Nda tega sih ma si ibu-ibu itu. Dengan terpaksa saya memilih ikut menu yang ninis pilih, gado-gado. Hehehehe... Gado-ado pun datang, alamak banyak sekali porsinya. Sepertinya saya tidak akan habis. Dan memang tidak habis. Kenyang pun melanda perut. Alhamdulillah. Kami yang kenyang bergegas keluar dan mutar lagi mencari jalan keluar. 

Mutar lagi..mutar lagi. Tembuslah kami ke daerah kedokteran gigi. Ninis yang ingin sekali ke area kedokteran riang-riang gemes tidak jelas di sampingku. Beh, ini anak sudah lulus tidak pernah jalan-jalan ke fakultas lain. Mutar ke fakultas kedok gigi masuklah kami ke lahan parkir kedokteran. Mencoba bersikap dan berjalan layaknya mahasiswi kedokteran. Nah loooo gaya anak kedokteran yang kayak gimana sih.. Hahahaha. *tanya ninis.

Keluarlah kami dari gerbang fak. kedokteran. Dari jauh pete-pete sudah menunggu kami. Pergilah kami ke tujuan awal, hunting buku di toko buku lama. Di sana bukunya murah-murah dan lengkap lagi. Kudapatkan buku yang kucari-cari itu. Senangnya. Adventure kami hari itu diakhiri dengan belanja keperluan wanita dan minum jus alpukat. Wah hari yang panjang, melelahkan dan panas sekali hari itu. Matahari sepertinya bahagia melihatku keluar rumah sehingga ikut keluar juga. Kututup dengan ucapan terima kasih pada ninis. Makasi akak Ros.... 

Hima-Rain

Sabtu, 21 Januari 2012

諺:知っている?

Bismillah...

Sekedar postingan skripsi. Beberapa peribahasa Jepang yang kutemukan serupa dalam peribahasa Indonesia. Ini kutemukan dalam pencarian korpus skripsi. Dan beberapa termasuk korpus juga sih.

犬猿の仲 Ken'en no naka
Indonesia: Seperti anjing dan kucing
 
一石二鳥 Isseki nichou
Indonesia: Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui

井の中の蛙 I no naka no kawazu
Indonesia: Seperti katak dalam tempurung

犬も歩けば棒に当たる Inu mo arukeba bou ni ataru
Indonesia:Di mana ada kemauan di situ ada jalan

左団扇で暮らす Hidari uchiwa de kurasu
Indonesia:Bagai kucing tidur di lantai

円は異なもの En wa i na mono
Indonesia: Asam di darat, ikan di laut bertemu dalam kuali

豚に真珠 Buta ni shinju
Indonesia:  Monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu?

甘い物に蟻が付く Amai mono ni ari ga tsuku
Indonesia: Ada gula ada semut

猿も木から落ちる Saru mo ki kara ochiru
Indonesia: Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya pun terjatuh juga

Dan masih banyak yang lainnya. Kalo mau tau lihat saja skripsiku nanti. Hehehehe.

Wassalam

しとしと降る雨に書いている

Hima Rain 

Minggu, 01 Januari 2012

Nh. Dini dan Karya yang Tak Pernah Buatku Bosan

Saya bertemu dengan penulis ini pada tahun 2001. Pertemuanku dengan beliau bukan pertemuan tatap muka layaknya kopdar teman-teman blogger. Saya hanya bertemu beliau melalui karya-karyanya yang telah apik tertata di hati dan pikiran saya. Sejak 2001 atau tepatnya saat kelas 1 SMP, saya sering menghabiskan waktu di perpustakaan saat istirahat siang. Di perpustakaan sekolahku banyak sekali buku-buku menarik yang selalu menarik-narik hatiku untuk tetap datang dengan sering di perpustakaan itu. Walaupun perpustakaan itu tidak terlalu luas dan dihuni oleh penjaga perpustakaan yang kurang ramah tapi saya masih senang dengan buku-buku di dalamnya. Bukankah daya tarik perpustakaan adalah isi buku-buku di dalamnya? Hehehe. 

Saya juga mengenal penulis-penulis seperti Buya Hamka, St. Alisjahbana, Marah Roesli, ataupun Mochtar Lubis dari perpustakaan ini. Ketertarikanku terhadap karya Nh. Dini saat saya tanpa sengaja menengok sebuah cover buku biru yang gambarnya lumayan jadul menurutku. Tergolek di pojok rak buku dan nyaris termakan rayap. Namun sampul biru jadul dengan gambar seorang anak perempuan berkepang di depannya itu sedikit membuatku penasaran. Kubuka perlahan dan kulahap selembar demi selembar. Keasyikanku terus mengalir tanpa sadar ternyata bel penanda istirahat usai telah berdentang. Fokusku kemudian lenyap dan diganti rasa kecewa yang cukup besar. Bisa menghabiskan seluruh lembaran buku tersebut dalam satu kali duduk memang mustahil. Apalagi sekali duduk itu cuma 15 menit  Saat itu saya belum membuat kartu perpustakaan. Dan dengan kecewa saya meninggalkan buku itu kembali ke dalam rak. Apakah ada yang tahu judul buku apa yang kubaca? Yang pernah membaca novel tersebut pasti tau. :D

Keesokan harinya saya pun kembali mengunjungi buku tersebut dan mantap telah berniat membuat kartu perpustakaan. Hari itu saya pulang dengan membawa buku bersampul biru itu dan sejumput senyum terhias di bibir. 

Membaca karya Nh. Dini tidak pernah membuatku bosan. Kalimat-kalimat yang ditulis beliau sangat menginspirasi diriku. Mulai dari Sekayu itu saya beralih ke "Sebuah Lorong Di kotaku" dan kemudian "Padang Ilalang di Belakang Rumah". Ada beberapa judul lain yang saya lupa judulnya. Yang pastinya saya sangat-sangat menyukai karya-karya beliau. Karya Beliau yang berjudul "Namaku Hiroko" cuma sempat kubaca sepenggal. Itupun cuma dalam buku pelajaran. Kutipan saja. Dan tetap saja pasti membuatku penasaran (tapi sekarang hima sudah dapat ebooknya http://www.smileycodes.info). 

Di awal masa kuliahku saya bertemu lagi dengan penulis ini melalui judul "Padang Ilalang di Belakang Rumah". Kebetulan yang membangkitkan rinduku pada masa-masa SMP. Judul ini sempat kucari-cari di rak buku di perpustakaan SMP ku itu tapi tak kutemukan. Jadilah saya membaca kisah Nh.Dini secara parsial. Buku itu seri kehidupan beliau. Jadinya saya membacanya lompat-lompat. Tidak runtut. Tak apalah, saya cukup puas. 

Di tahun ini saya berencana mengumpulkan kembali buku-buku itu. Tahun lalu saya menemukan toko buku lama yang menjual satu set buku Nh. Dini tersebut. Maka kubuatlah planning untuk mengumpulkannya. Semoga koleksi Nh. Dini ku lengkap dan setiap saat bisa kubuka kembali lembaran-lembaran yang tidak pernah membuatku bosan itu.   

gambar novel nh.dini kupinjam dari blog ini

Hima-Rain