TUTORIAL

Rabu, 26 Oktober 2016

Cara Membuat Bantalan Jarum Menggunakan Cangkir

Bismillah...

Mau bagi-bagi tutorial yang kushare di IG, cekidot~

-Tutorial Pin Cushion-

Karena masih kerja suvenir jadinya belum muncul kreasi lainku, nah biar instagramku tidak sepi Airin mau bagi-bagi tutorial saja. Mudaaah sekali buatnya, bahannya mudah didapat dan sangat bermanfaat buat teman-teman untuk menyimpan dan meletakkan aksesoris tusuk seperti peniti, bros maupun pentul.

Kalau ada cangkir bekas di rumah yang sudah tidak dipakai lagi janganlah dibuang, coba ubah jadi begini. Kain-kain sisa di rumah pun manfaatkan jadi bantalannya.


1. Jahit jelujur sisinya, tarik benangnya.
2. Isi dengan dakron ataupun dengan kain sisa yg digunting kecil-kecil, serut hingga menjadi bola.
3. Jahit bawahnya dengan kain biar isian bantal tidak keluar. Lalu pasang ke cangkir.

Tadaaa cekidot~


Oiya tidak perlu kamu lem bantalannya ke cangkir biar bisa dilepas-pasang dan bagian bawah cangkirnya bisa diisi lagi dengan macam-macam aksesoris.


Hima Rain

Sabtu, 22 Oktober 2016

Tutorial Pin Cushion dari Tutup Botol Bekas

Bismillah...

Dua bulan tidak muncul di blog rasanya lama juga ya. Hima memang kekurangan hima (waktu luang) jadinya ya gitu hehe. Tapi hari ini saya mau bagi-bagi tutorial lagi setelah sekian lama. Hima Rain yang dulu kembali lagi setelah bertapa afufufufu~

Karena saya masih saja senang mengumpulkan benda-benda bekas alias pemulung hahaha :D :D :D jadinya tutorial kali ini mau ubah benda-benda yang katanya tidak penting jadi penting-penting-penting hehehe. Sudah setahun saya kumpulkan tutup botol bekas hingga jumlahnya ribuan, nah mari kita manfaatkan dia. Let's cekidot~

Kumpulkan bahan-bahan berikut; tutup botol, kain perca yang sudah digunting bulat, benang, jarum, dakron, lem tembak, pita, dan renda.

Jahit jelujur sekeliling kain tadi seperti ini.

Lalu tarik dan serut hingga menjadi separuh bulat.

Isi dengan dakron dan sesuaikan ukuran dengan tutup botol lalu jahit mati.

Panaskan lem tembak dan beri lem pada sisi bagian dalam tutup botol.

Masukkan dan rekatkan kain tadi ke dalam tutup botol.

Nah, sekarang bagian luar tutup kita hias dengan pita cantik. Lem sisi tutup botol dan tempelkan pita sekelilingnya.

Untuk lebih mempercantik lagi beri renda rajut di sekelilingnya, rekatkan dengan lem.

Tadaaaa, this is it! Yuk coba juga di rumah. 


Sabtu, 06 Agustus 2016

Gembul, Si Agresif Kecil yang Botak

Bismillah...

Apa kabar kawan Hima Rain?? Saya memelihara kucing baru lagi lho beberapa lama ini. Seperti di judul, namanya Gembul. Sepakat kami (red; saya dan kakak) menamainya seperti itu berhubung saat kami menemukannya dia sungguh gembul seperti bola bulu. Saya lupa tepatnya kapan kucing ini kuadopsi yang pastinya sebelum bulan Ramadhan kayaknya. Dia kutemukan hendak menyeberang jalan. Tapi namanya juga kucing kecil yang tak ngerti apa-apa, dia malah berhenti tepat di tengah jalan aspal. Humm mungkin dia tidak tau ada benda gede yang namanya mobil dan motor. Setelah melihat kelakuan ekstrimnya saya pun bertindak memungut lalu menaruhnya di pinggir jalan yang lebih aman. Mau bawa pulang tapi kucing di rumah udah kayak gerombolan. Akhirnya dengan terpaksa saya berbalik kemudian meninggalkannya di sana.

Takdir berkata lain ternyata, adek saya yang tingkat ke-kasihan-annya lebih tinggi membawanya pulang diam-diam dalam dus. Maka bertambahlah gerombolan kucing di rumah. Sebulan lebih kami merawatnya dan memberikannya perhatian ekstra yaitu menggelitik-gelitik dan mengajaknya main lompat-lompatan dan alhasil ia pun tumbuh menjadi kucing agresif yang suka berlompat-lompatan tidak jelas serta mengajak main kucing-kucing lain yang tidak ingin bermain dengannya. Humm mungkin kucing lain menganggap dia sedikit tidak waras.

Okelah, bukan itu juga sih pusat cerita yang ingin kutuliskan. Dia, Si Gembul setelah hidup di rumah kurang lebih 3 bulan lebih, ia mengalami kebotakan ekstrim. Saya menyadarinya setelah melihat kucing Raditya Dika yang botak itu, mereka berdua (si kucingnya Radit dan si gembul) ternyata mirip. Bedanya Gembul masih memiliki sedikit bulu di badannya. Tapi tetap saja ia terlihat botak. Ke mana perginya dikau yang cantik seperti bola bulu itu???

Before after

Ada yang tau kok bisa begitu ya?

Jumat, 01 Juli 2016

Paragraf yang Singkat

Bismillah...

Kadang ada saat-saat seperti ini, saat saya sudah menuliskan berpuluh-puluh kata dalam paragraf yang panjang. Menuliskan semua keluhanku mengenai hal yang mengganggu pikiranku. Lalu kemudian kuhapus begitu saja dan menulis ulang paragraf pendek seperti ini.

Kadang kantuk berat bisa membuat kesadaran tiba-tiba muncul saat kepala sudah terhantuk di meja.

Kamis, 30 Juni 2016

Cerita-cerita Ramadhan #3, Niji Tanoshikatta

Bismillah...

Ramadhan tahun ini menyisakan momen yang sangat menyenangkan. Akhirnyaa saya jadi ikut bukber Niji 07 pemirsaah, humm ada yang masih ingat dengan cerita ini?? Cerita-cerita Ramadhan #2, Hujan di Hari Niji. Itu 3 tahun lalu saat saya tidak jadi ikut bukber bersama dikarenakan hujan yag begitu lebat.

....o0o....

Dua hari sebelumnya, seorang kawan datang, sebut saja ia Miss US (umm bukan united state ya hehehe). Dia datang dengan tujuan mulia yaitu mengambil paket titipan di rumahku wkwkwk. Saat itu saya sedang tidak berpuasa karena you know lah wanita, dan saya makan di hadapannya. Eh cerita apa ini hahaha, Saya persingkat saja di waktu magrib tiba saat ia akan pulang ia pun menyandera novel baruku dan saya mesti datang bukber kalau mau mengambilnya (-_-"). Well memang rada-rada aneh alasannya tapi biarlah, sekali-sekali ikut kumpul-kumpul tak papa, wong sudah beberapa tahun lamanya saya tidak bertemu mereka semua. Buat saudari US arigatoo.. 

Tibalah di hari Sabtu 11 Juni 2016. Siang hari itu sungguh panas dan saya yang memiliki banyak orderan flanel ini jadi berpikir banyak lagi untuk ikut atau tidak. Fiuh sori kalau saya plin-plan. Jam 2 saya mesti pergi berjualan dulu di depan Indomaret, fufufu di sana banyak jualan kue dan es buah Mamaku. So, saya arubaito (baca; kerja part time) di tempat Mama saya sendiri hahaha. Setelahnya barulah saya berangkat menuju lokasi janjian. 

05.00, saya baru tiba dan konyolnya saya tidak tau tepatnya lokasi janjian itu. Yah saya memang bukan anak mal-mal, tempat belanja yang paling saya hapal ya cuma Pasar Sentral Makassar. Setelah call via Line berkali-kali bertemulah saya dengan sahabatku, Ani. Dia membawa anaknya, Amirah, yang masih juga takut melihatku setelah beberapa kali bertemu. Bergandengan bersamalah kami ke sana. Tempatnya dekat dengan XXI Mp, tapi saya bahkan lupa nama tempatnya sekarang. Sebelum ke sana, kami curhatan dulu beberapa menit. Tepat saat akan buka puasa baru kami masuk. 

Amirah dan Bundanya
kangen dengan kalian semua
Para emak dan babynya sudah pada berkumpul. Si Lucu Hani dan si gemes Kenzi akhirnya kutemui juga, tapi sayang tidak ada satupun yang mau digendong olehku. Humm apa saya terlalu seram ya. Saya gemes sekali dengan Hani, lucu-lucu imut dan aktif sekali. Mau nyubit tapi saya takut dihajar emaknya hehehe. Anak-anak memang selalu lucu ya.

Di sana tempatnya bagus, nyaman kursi dan penataanya buat anak-anak juga, tapi tetap saya yang kurang merasa nyaman berada di sana hehehe. Dan juga faktor ketidaknyamanan lainnya adalah sulit sekali memesan makanan. Kami beberapa kali dilewati terus sama waiternya tanpa ditanyakan apapun soal makanan yang akan kami pesan. Padahal tidak begitu banyak orang. Ngambek dong kita, humm karena tidak semua makanan yang dipesan datang so teman-teman memutuskan untuk berpindah tempat makan yang lebih baik. Tempat yang kusuka, Warung Cobek-cobek \(^o^)/

Okke, saat menuju ke sana saya menjadi navigator soalnya paling dekat rumahku dan juga saya tau tempatnya. Etapi mendekati lokasi kami malah kesasar karena saya bingung arahnya kalau melewati jalan yang tidak biasa dilewati dari rumahku. Maaf ya Chacha jadinya kita mesti melanggar jalan saat itu.


spot yang paling kusuka, di depannya ada kolam ikan
foto dari TripAdvisor
Saya memang suka makan di tempat yang menyediakan Indonesian Food, nyam-nyam. Thanks kawan sudah memilih area lesehan, lebih bebas kite. Makanan di sini selalu enak dan selalu kusuka tumis kangkungnya. Terima kasih juga kawan-kawanku sudah berbagi makanan saat makanan yang kupesan belum datang, keburu lapar dan rasanya semua mau kumakan. (Hadeuh sudah cukup kali ya cerita makanan abis sahur-sahur gini). Oiya terima kasih sepotong tempe dari Tante Lusie dan setengah piring kangkung yang tidak kuketahui pemiliknya hehehe #apakah. Bercerita panjang lebar sambil makan memang menyenangkan. Rasanya semua beban musnah... Baru saya sadari kata orang, kalau berkumpul dan bersilaturrahim itu bikin awet muda, soalnya kita punya wadah untuk menceritakan banyak hal dan tersenyum bersama. 

Setelah makan, salah seorang teman kemudian meminta bill lalu mulailah hal lucu saat itu. Dia mulai menghitungkan semua jumlah makanan yang kami makan dan mesti kami bayar, hehehe lucunya karena suaranya sungguh besar dan cara menghitungnya pun lucu dan ahli sekali hehehe. Sudah sering hitung uang kayaknya. 

Yaah, begitulah ceritanya sampai kami pun berfoto-foto lalu kemudian berpisah dan pulang ke tempat masing-masing. Begitulah cerita hari itu walaupun memang ceritanya mainstream ya seperti kebanyakan bukber biasa, tapi saya sangat senang. Level bahagiaku hari itu sungguh sangat tinggi. Lama sekali saya tidak berkumpul dan bercerita seperti itu. Kebanyakan mengurus bisnis dan hanya berdiam seharian di rumah tanpa bercerita dan ngobrol dengan siapapun di rumah. 


satu kata, tanoshikatta~
my lovely niji 07, mejeng dulu walaupun menghalangi pintu :D
Walaupun tidak semua personel ada di hari itu tapi tidak mengurangi kesenangan dan keceriaan, Niji 07 memang selalu heboh dan keren seperti biasa. Nanti kita kumpul-kumpul lagi ya tahun depan Insyaa Allah. Pulangnya dari tempat makan, mereka tetap saja masih heboh hingga ke grup Line hehehe as always.

Sampai jumpa di postingan berikutnya, bagaimana dengan kalian? Bukber juga tahun ini?


Hima Rain


nb: photo taken dari album Miss US

Selasa, 14 Juni 2016

Arah (2)

Aku berubah arah ke mana dirinya menjadi
Bagian-bagian yang dulu kutolak
Satu persatu bergabung lalu jadi bagian

Kesombongan dan rasa suka memang mirip
Dan semua itu punya satu kesamaan
Akan ada timbal balik hasil yang sama
Bagianmu akan jadi bagianku
Tapi khususku bagian itu tak pernah jadi bagianmu

Kenapa?
Karena cuma aku sendiri

......oOo......

Minggu, 05 Juni 2016

Tutorial Membuat Brokat untuk Bros Menjadi Kaku

Bismillah...

Tidak terasa ya Ramadhan tinggal beberapa jam lagi dan kita bersiap untuk berpuasa selama sebulan penuh Insyaa Allah.. Persiapkan diri yang baik untuk menjalani bulan penuh rahmat ini.

Hari ini Hima mau membagi tutorial singkat lagi. Tutorialnya ini berhubungan dengan bros-bros cantik buatan Airin Handicrabby, online shopku. Dua bulan lalu habis buat bros dengan menggunakan brokat. Ada satu tahap yang mesti dilakukan biar makin komplit hias brosnya yaitu merapikan dan membuat kaku brokat.

Karena brokat di sini fungsinya sebagai alas bros jadi mesti kaku biar bisa menampung hiasan-hiasan di atasnya. Mari kita mulai tutorialnya.

Cara Membuat Brokat Bros Kaku

Ada dua cara membuat brokat kaku, yang pertama dengan menggunakan cairan lem fox putih dan cara lebih cepat lainnya adalah menggunakan cat semprot atau kita kenal dengan pylox. Gunakan warna transparan.


Potong-potong brokat sesuai bentuknya.


Setelah itu rapikam tepiannya dengan membakarnya namun jangan terlalu serius dibakar ntar habis lagi brokatnya.


Semprot dengan pylox dan biarkan kering.


Kini kamu bisa menghiasnya, seperti ini pun bisa (^_^). Met mencoba ya~

Selasa, 17 Mei 2016

Ekspektasi? Sesuaikah? Sesuaikan!

Bismillah...

Ekspektasi. Harapan dan pikiran positif yang biasa kita lihat sehari-hari kadang bisa melenceng dari sumbunya. Hukum gravitasi berkata sesuatu yang dilempar ke atas akan selalu jatuh ke bawah. Ilmu ini jelas pastinya. Sama halnya seperti air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tapi ada hal-hal yang terjadi di luar nalar dan tidak terjadi sesuai kehendak kita. Itulah kehendak Allah.

"Sekuat apapun tenaga, sebesar apapun tekad, dan sebanyak apapun usaha yang dilakukan, jika Allah menghendakinya tidak terjadi maka tidak akan terjadi."

Itu selalu terjadi padaku, intensitasnya pun meningkat. Saya punya rasa percaya diri yang tinggi, pikiran positif yang banyak dan bahkan meluap-luap kalau sudah berhubungan dengan pekerjaan. Ya, saya selalu berpikir semua hal yang kukerjakan ini akan selalu selesai dengan baik, tepat waktu, dan sempurna. Nyatanya banyak yang tidak terjadi sesuai keinginanku.

Harapanku selalu tinggi, namun satu hal yang selalu luput, di mana posisi Allah saya letakkan saat saya mengerjakan semua ini. Saya sering lupa untuk selalu melibatkan Allah di setiap semua hal yang kulakukan. Tidak jarang semua ekspektasi yang kubangun runtuh dalam supersekian detik. Setelahnya pun saya masih seperti itu. Masih hidup dalam lingkaran kepercayaan diri yang terlalu berlebih. Ego lalu menduduki pikiran dan kebanggaan lalu mulai menyelimuti hati. Allah pun mulai menegur dengan banyak cara. Bermunculanlah rasa kecewa yang melelahkan...


Apa yang sebenarnya saya cari? Kebanggaan? Keinginan untuk diakui? Sekali lagi rasa percaya diri akan luluh di bawah kehendak Allah. Saya pum merasa ganjil dan ada hal yang mesti diluruskan dan dibawa kembali ke jalannya. Saudariku selalu berpesan, "Tempatkan Allah pada apapun yang kamu kerjakan, tanyakan; apa ini yang Allah ridhoi, jika yakin jalankan lalu jika kamu ragu tinggalkan".

Jadi sekuat dan setekad apapun yang kamu kerjakan semua itu akan ditentukan kejadiannya oleh Allah. Mungkin inilah kesombongan, menumpu diri dengan kekuatan dan kepercayaan diri. Nasehat dari diriku untuk diriku yang tersesat ini. Semua hal yang melibatkan kebanggaan dan keakuan hanya akan membuat diri ini lelah dan tidak pernah tenang dengan hidup. Satu-satunya cara adalah lupakan itu lalu jalan hidup seceria dan sebahagia mungkin lalu selalu libatkan Allah disemua aktifitasmu maka semua akan terasa begitu sempurna. \(^_^)/


Hima Rain

Kamis, 12 Mei 2016

Arah

Dua hal yang saya tahu
Kau di utara dan aku di selatan

Cuma mimpi yang mampu memutar lalu
Menemukan kita di tengahnya

Lalu dengan semua ketidaksengajaan mimpi itu
Aku pun berharap

Selasa, 10 Mei 2016

Resep Biskuit Kentang Keju

Bismillah...

Kemarin habis posting di instagram foto biskuit kentang hehehe, hari ini mau posting foto plus resep cara buatnya di blog. Biskuit-biskuit ini bertumpuk banyak di rumah setelah saya dan adik saya masuk rumah sakit selama sepekan (nanti saya ceritakan ini di lain waktu). Iya kami dibawakan begitu banyak biskuit dan karena sudah bosan dimakan jadinya diolah menjadi lebih menarik dan menarik selera.
Mari kita simak yuk...




Pertama-tama siapkan bahannya, apa saja itu?



1. Biskuit Gabin
2. Kentang yang telah digoreng dan ditumbuk
3. Keju, potong kotak kecil
4. Wortel, potong kotak kecil lalu rebus
5. Daun bawang, iris tipis
6. Bawang merah, bawang putih cincang halus
7. Gula, garam, penyedap rasa, dan merica secukupnya
8. Tepung terigu dan tepung kanji
9. 2 butir telur
10. Sedikit air
11. Minyak untuk menggoreng


Tahap kedua, campurkan semua bahan kecuali tepung terigu, kanji dan air. Aduk merata, lalu masukkan masukkab perbandingan campuran tadi dan terigu dan kanji dengan perbandingan 1:1:1. Aduk lalu tambahkan sedikit air. Aduk kembali hingga agak mengental dan padat seperti digambar di bawah ini.



Tahap ketiga, oles adonan isi ke atas gabin sekitar tiga sendok makan, ratakan lalu tumpuk dengan sepotong gabin lagi, lakukan hingga gabin dan adonan isi habis.



Sisihkan,



Tahap keempat, mari kita buat lapisan krispinya. Campurkan 10 sendok tepung terigu dengan 2/3 gelas air, beri sedikit gula, garam, dan merica lalu aduk hingga rata dan cair seperti di gambar.



Tahap terakhir, panaskan minyak. Masukkan biskuit tadi ke dalam adonan tepung cair tadi baluri keseluruhannya lalu goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan, lalu sajikan dengan membelah dua biskuit.



Siap disantap... Mudah bukan cara membuatnya? Bisa kamu praktekkan di akhir pekan untuk sarapan atau cemilan di sore hari. Makin enak lagi bila disantap dengan jus segar yang dingin hehehe. Selamat mencoba~


Hima Rain

Sabtu, 07 Mei 2016

Menelusuri Kalimat Demi Kalimat dalam BUMI

Bismillah...

Tidak henti-hentinya saya menatapnya melalui rak buku saat tiap kali saya masuk di ruang ini. Penasaran selalu terbayang apa dan bagaimana, apakah tampilan luarnya sebagus isi di dalamnya?

.....o0o....

Bumi

Karya Tere Liye yang entah buku keberapa judul ini. Setahu saya karya Tere Liye itu banyak dan bagus-bagus. Saya sudah membaca judul ini, tetapi sebelumnya saya membaca karya fenomenal beliau berjudul "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin". Melalui karya ini saya " jatuh cinta" dengan Tere Liye. Ada juga novel beliau yang saya baca kali pertama yaitu Hafalan Shalat Delisa, kisah fiksi tentang seorang anak korban tsunami Aceh tahun 2006 yang ternyata Best Seller dan dibuat layar lebarnya, Sugoi~


Bumi

Awalnya kukira ini novel akan bercerita seperti novel Daun Jatuh~, tapi ternyata di luar dugaan awalku saat baca endorsementnya berubah tepat saat memasuki bab dua. Novel ini berkisah tentang seorang anak yang bernama Raib yang bisa menghilangkan dirinya dengan menelungkupkan kedua tangannya ke wajah. Ya, ia benar-benar bisa menghilang, ini bukan kalimat kiasan atau perumpamaan di buku -buku sekolah. Saya tertipu membaca ulasan singkat di belakang sampul buku. Rasa tertipu ini yang memacu untuk menamatkan buku ini.
Rasa penasaran sudah mulai bertambah saat memasuki bab ketiga lalu kemudian makin melesat hingga bab-bab selanjutnya. Kisah anak bernama Raib (nama akrab dalam novel ini Ra, maka mari kita sebut Ra mulai sekarang) ini merangsang adrenalin kita untuk mempersiapkan cemilan dan minuman sebanyak mungkin di depan meja hanya untuk dilahap bersama dengan buku ini hehehe. Ra dikisahkan adalah anak dengan kekuatan spesial yang hidup di salah satu bagian dunia yang bernama Bumi, di novel ini Bumi adalah salah satu bagian dari empat bagian dunia selain Bulan, Bintang, dan Matahari. Ketiga sisa lainnya itu katanya juga merupakan judul-judul tetralogi setelah novel Bumi.


Ra memiliki kekuatan menghilang seperti namanya 'raib', kekuatan memukul dahsyat, berpindah dengan sangat cepat, menyerap cahaya, dan juga menghilangkan apapun yang dikehendakinya. Ra adalah anak klan Bulan, keturunan salah satu ksatria terhebat klan itu. Dan Ra yang mewarisi darah klan terhebat itu ingin dibawa dan dilatih oleh Tamus, panglima lama dari Klan Bulan. Awal semua rahasia kemudian terbuka satu persatu sejak kemunculan Tamus. Belum lagi rangkaian kisah teman-teman Ra yang juga memberi kejutan-kejutan tak disangka di tiap babnya. Nah, untuk lanjutan kisahnya kalian bisa baca sendiri novel Bumi ini, insyaa Allah bagus.. bagus.. dan bagus.

Bumi

Pendapatku tentang novel ini cukup memuaskan apalagi bagian akhirnya sangat bikin puas menurutku. Tidak menggantungkan pembaca, menghilangkan rasa penasaran berlebihan tetapi di sisi lain membuat tidak sabar untuk membaca tetralogi lainnya. Kesan pertama yang muncul saat baca novel ini mengingatkanku dengan film berjudul The Giver atau Divergent, tema mereka sama-sama tentang klan, faksi, atau pembagian manusia. Namun selanjutnya kesan ini akan memudar seiring semakin jauhnya bab yang kubaca. Novel ini mau kuberi rate tinggi yaitu 8 dari 10 bintang. Alhamdulillah novel yang bagus. Mari membaca lanjutan kisah Raib dan kawan-kawan di tetralogi selanjutnya.

Hima Rain

Selasa, 05 April 2016

Kesukaan Baru di 2016

Bismillah...

Mau memulai postingan tahun 2016 ini dengan kesukaan baruku. Tahun ini saya mulai tertarik dengan salah satu kerajinan yang cukup digandrungi wanita-wanita belakangan ini, bros. Bros memang identik dengan wanita ya hehehe. Ya dan saya yang baru menginjakkan kaki di lahan Bros kekinian sempat mangap-mangap melihat betapa beragamnya jenis model Bros saat ini. Dulu yang saya tau tentang Bros cuma model Bros dari pita-pita sederhana. Tapi sekarang wooow perubahan drastis.


Sebagai crafter pemula di bidang ini well saya mulai sedikit demi sedikit belajar dan juga mengumpulkan bahan yang sekiranya cocok untuk saya yang pemula ini. Nah kemarin-kemarin itu saya belajar membuat Bros mutsin alias mutiara sintetis, tapi saya memulainya dengan langsung membuat headpiece hahaha *maaf kepedean. Alhasil headpiece yang kuhasilkan lumayan tapi dengan hiasan rosebud yang bentuknya agak sedikit memprihatinkan. Tapi Alhamdulillah brosnya laku lho fufufu.

Nah bulan ini saya lagi senang-senangnya ini membuat Bros dengan bahan Bisban dan kain shibori. Tapi yang favorit sih shibori soalnya bentuknya itu khas dan rasanya jadi penasaran kalau tidak saya buat hehehe. Berikut penampakan Bros shiboriku yang pertama... Tadaa~


Nanti mau buat lagi yang banyak dan lebih beragam insyaa Allah...

Hima Rain