TUTORIAL

Rabu, 17 Juli 2013

In My Mood~ (Apa Moodmu Hari ini?)

Bismillah...

Mood memang menentukan segalanya. Ini mottoku hari ini. Hanya hari ini. Biasanya kalo sedang mood orang lebih nyaman beraktivitas, sebenarnya ini istilah yang agak sulit dimengerti. Sedang mood? Memangnya ada orang yang tidak bermood. Hihi. 'Mood' dalam bahasa Indonesia berarti 'keadaan jiwa, suasana hati'. Nah, jika kalian ingin berbicara dengan bahasa yang baik dan benar maka jangan mengatakan, "saya sedang tidak mood". Sama artinya kalian tidak punya suasana hati dong. 

Terkadang saya juga bad mood atau sedang good mood. Yah, namanya juga manusia. Selalu terbawa nafsu, emosi, dan bisikan-bisikan sehingga tak jarang mudah terperdaya dan terjerumus yang namanya 'bad mood'. Kali ini mau ngebahas yang bad-bad dulu, apa sih penyebab bad mood? Kalian sering bad mood

Menurut pengamatan saya, bad mood itu muncul karena;
1. Sedang stress berat
2. Sedang tidak ada uang
3. Sedang banyak masalah
4. tanpa ada apa-apa

Untuk poin pertama, saya sih yakin-yakin saja. Kalau sedang stress memang sangat mempengaruhi suasana hati dan jiwa. Makanya tidak jarang kita temui orang yang sedang marah-marah ringan akibat stress, yah tergantung orangnya juga sih, ada yang kalo stress diam ada pula sebaliknya. Untuk poin kedua ini, yah masalah umum. Tak ada uang mood pun berubah. Yah, money.

Poin ketiga, banyak masalah. Tidak jauh-jauh dari poin pertama deh. Tapi punya masalah dan sedang stress beda loh, terkadang ada yang stress karena gak punya masalah, ada juga yang punya masalah tapi gak stress. Nah, ngerti gak maksudku. Kagak? Yo wess, pindah ke poin 4 saja hehehe. Poin keempat, tanpa ada apa-apa, ini agak berat. Terkadang memang ada manusia yang tiba-tiba bad mood tanpa alasan apa-apa. Kalau ditanya kenapa, jawabannya pasti 'TIDAK APA-APA'. Padahal kita yang kena dampaknya. Ckckckckck.... Hidup memang sulit ditebak, begitupun dirimu manusia.

But, kedua mood itu memberi warna dalam hidup kok. Pelangi itu membuat langit lebih indah kan? Begitupun masalah. Solusi hari ini. TAKE THE RAINBOW ON YOUR PROBLEM AND WALK TOGETHER. Yah, satu-satunya solusi adalah bawalah mood yang baik ataupun yang buruk ini ke dalam hidupmu dan jalan bersama, karena satu yang pasti itu semua adalah warna, agar kau tak bosan dengan hidupmu. Bukan begitu sobat???

sumber gambar favim.com
Begitulah sebuah hikmah yang kudapat hari ini berdasarkan pengalaman yang tidak akan kuceritakan di tempat ini. Satu solusi penting lagi. Bawalah Allah dalam setiap gerakanmu, even if di dalam bad moodmu. 

Nah sekian dariku wassalam GOOD MOOD

Hima Rain

Senin, 15 Juli 2013

Bangku Terdepan

Bismillah...

Hari ini hari pertama anak-anak masuk sekolah, berita tentang ini sudah dua kali saya nonton di tivi. Beritanya sih mengkhusus ke berita tentang ibu-ibu yang berebutan bangku untuk anaknya yang baru masuk kelas 1 SD. Saking inginnya menempatkan anaknya di bangku terdepan, mereka rela datang subuh-subuh. 

Hoooo jadi ingat masa lalu, dulu mama juga merebutkan bangku terdepan untukku. Saat itu kami datang lebih pagi dari jadwal yang ditentukan. Saya masih ingat waktu itu hampir pukul 6 dan langit sudah hampir terang. Bersama Mama saya berjalan sama-sama ke SDN Sudirman, itu nama sekolahku. Sesampainya di sana langsung memasuki ruang kelas. Kelasnya cantik dan luaaaaas. Ternyata saat masuk ruangan sudah ada ibu-ibu lain yang datang. Waktu itu masih ada bangku paling depan yang masih kosong sebelahnya. Saya sudah tidak ingat siapa yang duduk di sampingku dulu. 

Setengah jam kemudian kelas pun ramai dan ibu-ibu yang membawa anaknya pun makin ramai berebut bangku tapi untungnya gak ada yang cekcok. Tapi yang menggelikannya, ibu-ibu lain juga pada nda mau ngalah dan alhasil bangku terdepan isinya jadi 4 orang dan itu termasuk bangku yang kutempati. Owalah, jadilah guruku yang membagi tempat duduk kami. Untungnya saya tetap didudukkan di depan, mungkin karena waktu itu saya masih pendek dan lugu. Eh hehehe.

Saya ingat momen itu, karena sampai saya kelas 3 tradisi berebut bangku sesama ibu-ibu itu masi terjadi tiap tahun. Kelas 2 dan kelas 3 saya masih juga dicarikan tempat duduk oleh Mama. Berarti saya masi dianggap belum pandai berebutan bangku hahaha. Menurut Mama, duduk di bangku paling depan anak-anak jauh bisa lebih konsentrasi katanya. Hum menurutku sih sama saja, tapi benar sih yang dibilang Mamaku saya jauh lebih bisa menyerap informasi dan lebih bisa mendengarkan guru lebih baik ketimbang duduk di belakang. Saya merasakan hal itu saat kelas 4 karena saya mendapat tempat duduk di belakang, no rebut-rebutan again. 

kursi depan full juga

menurutmu banyakan di depan atau belakang hayoo
Nah, saya jadi teringat masa kuliah, hal itu jadi berbalik 180 derajat. Saya yang dulunya suka dapat kursi di depan malahan sering duduk di belakang  karena sering telat. Ckck jangan ditiru ya teman. Kalau bisa kalian yang masih kuliah sering-seringlah duduk di depan supaya bisa menyerap informasi jauh lebih khusyuk. Di belakang memang sih lebih banyak ributnya ckckck, jangan ditiru ribut-ributnya ya teman. 

Kalo kalian suka duduk di depan atau belakang hayoo? xixixi


Hima Rain

nb: gambar-gambar di postingan ini kudapat dari laptop Ninis si Imajinasi Hari dan dari blog marioaimansaputra yang kumodif dikit. :D

Rabu, 10 Juli 2013

Masih Awal (Kuncup) ~bag.1

Bismillah...


Memang mirip dengan kisah Koko ni Iru yo. Seorang gadis yang pendiam dan tidak ingin bergabung dengan komunitas kelasnya. Saat kelas ribut dengan suara tawa murid, saling ganggu, lari-lari atau bergosip dia hanya duduk sendiri dan diam. Sesekali matanya melirik ke teman-teman yang paling heboh. Duduk nyaris di belakang membuat dirinya pun nyaris tak terlihat. 

Wajah yang hanya selalu dilapisi bedak bayi tipis, kulit sawo matang, rambut terurai panjang namun sedikit kusut. Penampilannya yang biasa itu tidak terlalu membuatnya menonjol di kelas. Dia bersuara saat diabsen atau ditanya oleh guru, itupun dengan suara kecil yang hanya teman yang duduk di depannya saja yang mendengar. Ibu gurunya sepertinya tidak terlalu peduli. Yah, si ibu guru hanya memikirkan biaya spp atau buku lks murid yang belum dibayar lunas oleh murid-murid. 

Si anak pendiam, julukan baru baginya saat menginjak bangku kelas 3 SD. Saat istirahat siang, si anak hanya keluar di depan kelas, ia tidak pernah sekalipun jajan. Uang Rp 250 miliknya hanya ia simpan dan tidak dibelanjakannya. Tempat favoritnya adalah koridor depan kelas yang sepi. Setiap hari si anak berdiri di sana sambil menelungkupkan kedua tangan dan pandangannya mengarah ke seluruh area yang bisa dijangkau matanya. Area lapangan sekolah, gedung sekolah, ataupun gedung Jiwasraya yang berdiri di samping sekolahnya. Namun ia lebih sering mengamati sebuah gedung yang terdapat di depan kelasnya. Gedung itu tampak kosong seperti tidak ada penghuni. Namun sebenarnya, di gedung itu tinggal seorang bapak sekitar umur 40-an bersama dengan seekor monyet. Yang setiap hari diliat si anak adalah monyet itu. Si anak tidak pernah menceritakan kepada teman-temannya mengenai gedung dan si monyet. Anak ini selalu bertanya-tanya, apakah si pemilik gedung adalah Grup Topeng Monyet. Entahlah dia hanya bertanya di dalam pikirannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. 

Terkadang pula visio matanya menatap lurus jauh di depan. Terkadang saat mentari pagi muncul di ufuk timur, seberkas bayangan gunung terlihat olehnya. Tower masjid yang tinggi pun selalu diperhatikannya. Saat cuaca cerah tower itu terlihat jelas dan berdiri kokoh. Dan saat hujan deras pun masih dilihatnya tower itu walaupun samar-samar. Ia tau tower yang tiap hari dilihatnya itu adalah tower mesjid yang bernama Al- Markaz Islami, mesjid terbesar di kotanya. Sekalipun tak pernah dilihatnya secara langsung. Keinginannya cuma termaktub di dalam pikiran saja. Satu hal yang dia lakukan untuk menuntaskan keinginannya adalah mengkhayalkannya saja.

Semua yang dilihatnya itu menemani dirinya yang kosong. Kosong akan pertemanan. Pribadi yang hanya  selalu mengamati. Itulah pribadi dirinya. Terkadang pun ia mengamati teman-temannya. Itupun bisakah disebut teman? 

Bagaimana dirinya di masa depan? Cobalah menebak! 


Hima Rain

Rabu, 03 Juli 2013

Telur Tahu Kentang Pagi

Bismillah...

Pagi seperti ini enak makan telur dadar nih.. Kali ini telur dadar campur kentang rebus yang ditumbuk halus dan tahu. Tinggal mencampur kentang dan tahu ke dalam kocokan telur, aduk rata dan beri sedikit garam serta  merica. Goreng dengan mentega. Ada karbohidrat dan protein.


Yumms...

Hima Rain