TUTORIAL

Rabu, 19 Maret 2014

Mencoba Stick Ayam Sayur Ala Dapur Umami

Bismillah...

Setiap episode Dapur Umami selalu menayangkan resep praktis, sehat dan pastinya menarik. Setiap kali ada resep baru selalu saja saya ingin coba, dari beberapa resep yang tayang saya baru benar-benar mencoba 2 resep. Yang  pertama Nasi Goreng Kampung dan yang satunya itu Stick Ayam Sayur. Resep kedua benar-benar pertama kali buatku karena ada 1 bahan yang baru saya tau kalo bahan itu ada hehehe, daun kucai. Sebelum menemukan kucai di pasar, saya eksperimen sebelumnya memakai sayur sawi. Well hasilnya lumayan tapi susah pada bagian mengikatnya tapi rasanya tetap maknyus. 

Nah kali kedua saya menemukan kucai dan segera membuat stik ayam sayur ala dapur umami itu. Berikut bahan-bahan yang kita butuhkan;

BAHAN
  • 100 g Daging ayam fillet
  • 80 g Wortel
  • 1 bh Timun
  • 3 btg Kucai
  • 2 bks Sajiku® Tepung Bumbu (@80g)
  • 6 sdm Air
  • Minyak goreng secukupnya

  • CARA MASAK
  • Potong memanjang wortel, timun, dan ayam.
  • Tumpuk wortel, timun, dan ayam, ikat dengan kucai. Buat menjadi 12 buah.
  • Adonan basah: Larutkan 6 sdm Sajiku® Tepung Bumbu dengan 6 sdm air. Siapkan Sajiku® Tepung Bumbu di wadah lainnya.
  • Balut Stick Ayam Sayur dalam adonan basah lalu adonan kering, remas-remas, ketruk, langsung goreng hingga kuning keemasan, tiriskan, dan sajikan.

Umm itu resep yang saya copas langsung dari DapurUmami.com. Banyak sekali lho resep-resep unik di sana, gampang dibuat lagi. Alhamdulillah jadi juga masakan hari itu. 



Bagaimana, lumayan mirip bukan fufufu. Ayo memasak, resep selanjutnya mari coba membuat Garang Asem


Hima Rain

Minggu, 09 Maret 2014

Tentang Hima dan Hima Rain

Bismillah...

Alhamdulillah kemarin Hima beli bibit bunga matahari lagi. Sekarang kan sudah hampir memasuki musim kemarau lagi jadi siap-siap buat tanam-menanam. Pot-pot di balkonku sekarang sudah tidak ada lagi. Satu persatu tanamannya layu dan mati. Taman depan rumah pun tidak seasri yang dulu, tanaman tapak dara dan bunga anting-anting sudah tidak ada lagi. Saya mau coba menanam di balkon saja, menanam yang kecil-kecil paling tidak bikin sejuk rumahlah. Ayo kita menanam.


Ini bibit bunga matahari yang kubeli, sebungkusnya murah cuma seribu rupiah alhamdulillah dan dapat bonus bibit bayam hijau. Humm bibit yang baru pertama kali buatku, sepertinya seru kalo ditanam.


Setelah gagal dengan menanam bunga matahari yang sebelumnya kali ini saya harus lebih semangat dan berhasil lagi. Insyaa Allah gambarimasu~

Ini masi tentang bunga matahari. Kemarin abis jalan-jalan ke blog teman dan gak sangka dapat kejutan kawaii, ia terinspirasi untuk membuat Hima Rain yang terinspirasi dari Hima Rain hahaha, cekidot yuk...

Daisuki desu~ buatan Uli Mayang
Terima kasih yaaa fufufufu. Himawari yang sedang bermain hujan, sangat manis dan terlihat sangat hepi ya. 


Hima Rain

Sabtu, 08 Maret 2014

Pembicaraan Singkat

Bismillah...

Fiuh cukup lama juga saya tidak menulis di blog ini secara santai dan kontinu. Waktu saya awal-awal dulu, saya cukup rajin mengupdate blog ini. Haha walaupun isinya banyakan curhat-curhat kuliahku. Namun di awal tahun ini memang tulisanku kadang muncul kadang tenggelam. Alias fluktuatif sangat. Cukup iri juga melihat kawan blogger lain bisa seaktif dan selincah itu tetap menulis, hehehe liat diri ini jadi malu. Kali ini saya mau coba menulis topik singkat tentang keseharian. Ini tentang ruang dan tempat tidur.

Beberapa hari lalu tiba-tiba pembicaraan ini terlontar di antara saya dan temanku. Ia bilang kalo posisi tempat tidurku dan ruang kerjaku (baca; meja khusus untuk ngeflanel) itu kurang bagus. Fufufu dia bukan ahli fengshui dan semacamnya tapi dia mengaitkannya ke arah psikologis (walaupun saya kurang mengerti). Katanya kalo posisi tempat tidur dan tempat kerjaku itu berada di titik yang sama. Spot yang kutempati ini jadi fungsi ganda. 

Tempat tidur yang multifungsi itu secara psikologis bisa mempengaruhi kualitas tidur, kata dia. Umm memang sih beberapa bulan terakhir tempat tidur dan tempat kerjaku berada di titik dan ruang yang sama. Saya kerja di situ, tidur pun disitu. Alhasil memang benar yang dikatakannya, kualitas tidurku sedikit kacau. Saya menjadi semakin sering terbangun di malam hari tanpa alasan yang jelas. Mungkin berada di titik yang sama dengan tempatku biasa bekerja mempengaruhiku untuk terus mengingat-ingat pekerjaan di siang hari yang belum selesai fufufu. 

Umm itu ternyata kalo dipikir-pikir ada benarnya juga. Fufufu~ Sepertinya tempat kerjaku mesti kujauhkan dari tempat tidurku. Yosss ayo beres-beres kamar!!

ide kamar yang keren


Hima Rain