TUTORIAL

Tampilkan posting dengan label dongeng jepang. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label dongeng jepang. Tampilkan semua posting

Selasa, 14 Mei 2013

舌切すずめ - Shita Kiri Suzume

Bismillah...

April 2010, kuliah terjemahan Jepang Indonesia yang saat itu memang sedikit membuat kawan sekelasku banyak yang begadang tiap pekan untuk menyelesaikan tugasnya. Beberapa tugas yang wow banyaknya dan wow menerjemahkanya. Hei, tapi ada satu tema tugas yang kusukai, menerjemahkan Dongeng Jepang. Sedari dulu saya suka membaca dongeng, baik dari buku pelajaran, majalah, atau buku dongengnya langsung. Ketika dapat tugas ini, saya sangat semangat sampai-sampai mengumpulkan 10 jenis lebih dongeng  Jepang. Semuanya kudonlot dari hukumusume.com.

Nah, setelah sortir dan bertanya ke teman tentang dongeng apa yang mereka terjemahkan agar tugas kami tidak sama judulnya, maka terpilihlah dongeng ini.. Nah, kali ini yuk mari sedikit bersantai sembari membaca dongeng singkat ini. Kutampilkan teks aslinya di bagian bawah.... 

Selamat membaca...

.................o0o.................


Burung Pipit Yang Terpotong Lidahnya
Pada zaman dahulu kala, di suatu tempat hiduplah sepasang kakek dan nenek. Si kakek adalah orang yang baik hati, ia memelihara seekor burung pipit. Pada suatu hari, burung pipit ini mematuk-matuk dan memakan rumput laut buatan si nenek.

“Aaah, Burung pipit nakal!”
Si nenek yang marah menangkap burung pipit lalu memotong lidah si burung pipit dengan gunting.
“Ciap, ciap, ciap !” Si burung pipit pun melarikan diri ke dalam semak-semak sambil menangis.


したきりスズメ

Tidak beberapa lama kemudian, si kakek yang baru saja pulang dari bekerja tidak melihat si burung pipit. “Nek, di mana burung pipitku?”

“Huh, si burung pipit nakal itu telah memakan rumput lautku, jadi kupotong saja lidahnya.”

“Betapa kasihannya !”

Si kakek yang baik hatipun menjadi gelisah dengan keadaan si burung pipit yang terpotong lidahnya. “Apakah dia tidak apa-apa? Apakah bisa makan dengan benar? … Baiklah aku akan mencarinya”.
Si kakek pun mencari si burung pipit ke dalam semak tempat si burung pipit melarikan diri.

“Oi, oi, burung pipit. Yang terpotong lidahnya. Di mana kamu?”

Dan dari dalam semak terdengar suara tangisan burung pipit.  “Kakek, di sini. Di sini rumahku.”
Dan dari semak muncullah sekumpulan burung pipit. Setelah mengamati baik-baik, si burung pipit yang terpotong lidahnya pun ternyata ada di sana.

“Oh, sungguh maafkanlah saya, bagaimana lidahmu? Tidak apa-apa? … aah, syukurlah kamu baik-baik saja”.  Melihat lidah si burung pipit, sang kakek merasa lega.


“Terima kasih kakek, mari beristirahatlah dulu di rumah kami.” Para burung pipit mengantar sang kakek ke dalam rumah beramai-ramai. Kemudian mereka pun menari dan menyajikan makanan enak yang banyak. Si kakek pun gembira.
“Kalau begitu saya permisi pulang dulu karena sepertinya keadaan di luar sudah gelap. Burung pipit, terima kasih.”

Atas ucapan terima kasih buat sang kakek, sang burung pipit membawakan kotak (biasanya tempat menaruh pakaian) yang besar dan kotak yang kecil.

“Kakek, milikilah oleh-oleh yang manapun kamu suka”, kata para burung pipit.
“Terima kasih, tetapi menurutku karena saya seorang kakek saya tidak bisa membawa kotak yang besar. Jadi saya memilih yang kecil saja.”

Kakek pun mengambil hadiah yang kecil dan memabawanya pulang dengan menggendongnya di punggung.

舌切り雀

Sepulangnya ke rumah, hadiahnya pun dibuka, dan di dalamnya berisi uang emas yang besar dan kecil, batu permata, koral dan harta berharga lainnya. Para burung pipit memberikan hadiah kepada sang kakek yang baik hati. 

“Wah, wah, wah, darimana kamu mendapatkan benda-benda bagus itu. Aku juga menginginkannya.”  Melihat hadiah dari si burung pipit, si nenek menjadi iri.

“Mana, saya juga akan ke sana dan mendapatkannya”

Si nenek pun pergi menuju ke rumah si burung pipit. Kemudian, ia masuk ke rumah burung pipit dengan paksa, “ Tidak usah menyajikan tarian dan makanan. Karena saya ingin pulang dengan segera, cepat bawa kemari hadiahnya.” 
“Baiklah, pilihlah kotak yang kecil atau besar”
“Tentu saja saya pilih kotak yang besar”

Si nenek pun segera pulang dan membawa kotak yang besar.
“Tetapi, betapa beratnya kotak ini. Pasti itu tandanya banyak barang berharga di dalamnya.”

Sebelum sampai di rumah, si nenek ingin melihat apa yang terdapat dalam kotak.

“Apa yang dimasukkannya aku ingin lihat.” Si nenek kemudian menurunkan kotak di tengah jalan dan mencoba membuka apa yang ada di dalamnya.
“Pasti uang emas yang banyak. … hum? … Hyaaaaaa!” Dan apa yang terdapat dalam kotak, terdapat sangat banyak lipan, lebah, ular, dan juga wajah hantu yang mengerikan.

“To.. toloooong! Dengan cepat si nenek melarikan diri ke dalam rumah. Dan kemudian menceritakannya kepada kakek.
“Nah Nenek, sekarang kamu mendapat ganjarannya. Itu semua karena kamu memotong lidah si burung pipit yang lucu itu kemudian kamu dengan tamaknya ingin memperoleh hadiah yang besar. Makanya mulai sekarang sayangilah makhluk hidup dan jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang tamak.”

Begitulah yang dikatakan kakek kepada si nenek.

Selesai
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


舌切すずめ


したきりスズメ


むかしむかし、あるところに、おじいさんとおばあさんがいました。
 心のやさしいおじいさんは、一羽のスズメを飼っていました。

 ある日、スズメがおばあさんがつくったノリを、ツンツンと突いて食ベてしまったのです。
「このいたずらスズメ!」
 怒ったおばあさんはスズメをつかまえると、なんとハサミでスズメの舌を切ってしまいました。
 チュッ、チュッ、チュッ!
 スズメは泣きながら、やぶの中へ逃げていきました。
 間もなくおじいさんが仕事から帰ってきましたが、スズメの姿が見えません。
「おばあさん、わしのスズメはどこにいったかの?」
「ふん! あのいたずらスズメ。わたしのノリを食べてしまったから、舌をハサミで切ってやったわ」
「なんと、かわいそうに・・・」
 心のやさしいおじいさんは、舌を切られたスズメの事が心配でなりません。
「大丈夫だろうか? ごはんはちゃんと、食べているだろうか? ・・・よし、探しにいこう」
 おじいさんはスズメの逃げたやぶに、スズメを探しに行きました。
「おーい、おーい。スズメやスズメ。舌切りスズメは、どこにいる?」
 するとやぶのかげから、チュンチュンとスズメの鳴く声がします。
「おじいさん、ここですよ。スズメの家はここですよ」
 やぶの中から、スズメたちが大勢現れました。
 見ると、舌を切られたスズメもいます。
「おおっ、すまなかったな。どれ、舌は大丈夫か? ・・・ああっ、よかった。これなら大丈夫だ」
 スズメの舌を見て、おじいさんはホッとしました。
「ありがとう、おじいさん。さあさあ、わたしたちの家で休んでいってくださいな」
 スズメたちは、みんなでおじいさんをスズメの家へ連れて行きました。
 そしてみんなでスズメ踊りをしたり、おいしいごちそうをたくさん出してくれました。
 おじいさんは、大喜びです。
「それでは暗くならないうちに、おいとまをしよう。スズメさんたち、ありがとう」
 おじいさんがお礼をいって帰ろうとすると、スズメたちは大きなつづら(→衣服などを入れるカゴ)と小さなつづらを持ってきました。
舌切り雀
「おじいさん、おみやげにどちらでも好きな方を持っていってくださいな」
 スズメたちが、言いました。
「ありがとう。でも、わたしはこの通りおじいさんだから、あまり大きなつづらは持つ事が出来ない。小さい方を、いただくとしよう」
 おじいさんは小さなつづらをおみやげにもらうと、背中に背負って帰っていきました。
 そして家に帰ってスズメのおみやげを開けてみると、なんと中には大判小判に宝石やサンゴなどの美しい宝物がたくさん入っていたのです。
 スズメたちはやさしいおじいさんに、みんなでお礼のおくり物をしたのです。
「まあ、まあ、まあ、なんていい物をもらったんでしょう。わたしもほしいわ」
 スズメのおみやげを見て、おばあさんはうらやましくてなりません。
「どれ、わたしも行って、もらってこようかね」
 おばあさんは、スズメの家へ出かけていきました。
 そしてスズメの家に、無理矢理入ると、
「ごちそうも踊りも、いらないよ。すぐに帰るから、はやくみやげを持ってくるんだよ」
「はい、では、大きいつづらと小さいつづら・・・」
「大きいつづらに、決まっているだろ!」
 おばあさんは大きいつづらを受け取ると、急いで家へ帰っていきました。
「しかし、なんとも重たいつづらだね。でもそれだけ、お宝がたくさん入っている証拠だよ」
 家までもう少しでしたが、おばあさんはつづらの中にどんな物が入っているのか見たくてなりません。
「どれ、何が入っているか、見てみようかね」
 おばあさんは道ばたでつづらを下ろすと、中を開けてみました。
「きっと、大判小判がザックザクだよ。・・・うん? ・・・ヒェー!」
 なんとつづらの中には、ムカデにハチにヘビ、そして恐ろしい顔のお化けたちがたくさん入っていたのです。
「たっ、助けておくれー!」
 おばあさんは一目散に、家へ逃げ帰りました。
 そしておじいさんに、この事を話すと、
「おばあさん、かわいいスズメの舌を切ったり、欲張って大きなつづらをもらったりしたから、バチがあたったのだよ。これからは、生き物を可愛がっておやり。それから決して、欲張らないようにね」
 おじいさんはおばあさんに、そう言いました。


おしまい


Hima Rain