TUTORIAL

Minggu, 01 Januari 2012

Nh. Dini dan Karya yang Tak Pernah Buatku Bosan

Saya bertemu dengan penulis ini pada tahun 2001. Pertemuanku dengan beliau bukan pertemuan tatap muka layaknya kopdar teman-teman blogger. Saya hanya bertemu beliau melalui karya-karyanya yang telah apik tertata di hati dan pikiran saya. Sejak 2001 atau tepatnya saat kelas 1 SMP, saya sering menghabiskan waktu di perpustakaan saat istirahat siang. Di perpustakaan sekolahku banyak sekali buku-buku menarik yang selalu menarik-narik hatiku untuk tetap datang dengan sering di perpustakaan itu. Walaupun perpustakaan itu tidak terlalu luas dan dihuni oleh penjaga perpustakaan yang kurang ramah tapi saya masih senang dengan buku-buku di dalamnya. Bukankah daya tarik perpustakaan adalah isi buku-buku di dalamnya? Hehehe. 

Saya juga mengenal penulis-penulis seperti Buya Hamka, St. Alisjahbana, Marah Roesli, ataupun Mochtar Lubis dari perpustakaan ini. Ketertarikanku terhadap karya Nh. Dini saat saya tanpa sengaja menengok sebuah cover buku biru yang gambarnya lumayan jadul menurutku. Tergolek di pojok rak buku dan nyaris termakan rayap. Namun sampul biru jadul dengan gambar seorang anak perempuan berkepang di depannya itu sedikit membuatku penasaran. Kubuka perlahan dan kulahap selembar demi selembar. Keasyikanku terus mengalir tanpa sadar ternyata bel penanda istirahat usai telah berdentang. Fokusku kemudian lenyap dan diganti rasa kecewa yang cukup besar. Bisa menghabiskan seluruh lembaran buku tersebut dalam satu kali duduk memang mustahil. Apalagi sekali duduk itu cuma 15 menit  Saat itu saya belum membuat kartu perpustakaan. Dan dengan kecewa saya meninggalkan buku itu kembali ke dalam rak. Apakah ada yang tahu judul buku apa yang kubaca? Yang pernah membaca novel tersebut pasti tau. :D

Keesokan harinya saya pun kembali mengunjungi buku tersebut dan mantap telah berniat membuat kartu perpustakaan. Hari itu saya pulang dengan membawa buku bersampul biru itu dan sejumput senyum terhias di bibir. 

Membaca karya Nh. Dini tidak pernah membuatku bosan. Kalimat-kalimat yang ditulis beliau sangat menginspirasi diriku. Mulai dari Sekayu itu saya beralih ke "Sebuah Lorong Di kotaku" dan kemudian "Padang Ilalang di Belakang Rumah". Ada beberapa judul lain yang saya lupa judulnya. Yang pastinya saya sangat-sangat menyukai karya-karya beliau. Karya Beliau yang berjudul "Namaku Hiroko" cuma sempat kubaca sepenggal. Itupun cuma dalam buku pelajaran. Kutipan saja. Dan tetap saja pasti membuatku penasaran (tapi sekarang hima sudah dapat ebooknya http://www.smileycodes.info). 

Di awal masa kuliahku saya bertemu lagi dengan penulis ini melalui judul "Padang Ilalang di Belakang Rumah". Kebetulan yang membangkitkan rinduku pada masa-masa SMP. Judul ini sempat kucari-cari di rak buku di perpustakaan SMP ku itu tapi tak kutemukan. Jadilah saya membaca kisah Nh.Dini secara parsial. Buku itu seri kehidupan beliau. Jadinya saya membacanya lompat-lompat. Tidak runtut. Tak apalah, saya cukup puas. 

Di tahun ini saya berencana mengumpulkan kembali buku-buku itu. Tahun lalu saya menemukan toko buku lama yang menjual satu set buku Nh. Dini tersebut. Maka kubuatlah planning untuk mengumpulkannya. Semoga koleksi Nh. Dini ku lengkap dan setiap saat bisa kubuka kembali lembaran-lembaran yang tidak pernah membuatku bosan itu.   

gambar novel nh.dini kupinjam dari blog ini

Hima-Rain

8 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) ;)) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!
  1. Amin... ^^ :D
    masa smp... jarang banget aku ke perpus mbak.. :D tapi pas ke perpus.. suka banget baca tentangcerita rakyat... :eh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jaman-jamannya baca cerita rakyat itu waktu sd srul. pak perpusnya baiiiiiiiik banget.. kangen sama bapak-bapak baik itu

      Hapus
  2. Aaaaa mbak Hima. Saya jadi kangen masa SMP.
    Main ke perpus utk pinjam buku layar terkembang karya STA. :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. layar terkembang novel pertama yang kubaca, tuntutan guru hehehe

      Hapus
  3. aaaaa enak banget mbaaak, waktu SMP-SMA aku juga sering baca buku-nya beliau :( tapi sekarang lagi sukabanget okky madasari sih hehehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya, tahun-tahun smp pasti sering liat buku2 nh dini.. okky madasary ya hum saya tdk pernah baca novelnya hehehe

      Hapus
  4. aku pernah baca yang judulnya "Padang Ilalang di Belakang Rumah". awalnya karena tugas resensi bahasa Indonesia pas SMA.
    klo sekarang ga tau deh bisa nemu buku beliau dimana?!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya susah memang carinya. saya saja masih mencari hingga saat ini

      Hapus

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D