TUTORIAL

Sabtu, 07 Mei 2011

Hima the Explorer: Perjalanan Menuju Gowa Part II (episode Mesjid Terbuka)

Assalamualaikum Warahmatullah wahai kawan blogger yang masih setia singgah di blog biasa ini. Sebagai pemilik blog ini, berterima kasih banget masih membaca tulisan-tulisan dan curhatan-curhatanku yang terkadang aneh namun tetap juga tidak ajaib ini.


Saya akan mulai menulis lanjutan ceritaku tempo hari lalu. Cerita saat diriku iseng-iseng ingin pergi ke Gowa buat refreshing dikit. Saat itu saya bersama Ms. Ninis, (red: teman yang cukup terobsesi denganku, ikut bersamaku). Untuk lebih jelasnya mengapa saya mengajak nona yang satu ini silakan baca part I

--------------------------------------------------------------
Takjub....
Kata pertama yang terbersit di hatiku sesaat ketika melihat masjid ini pertama kalinya. Kalian tahu pemirsa, saya baru tahu bahwa ada masjid di samping gedung telkom ini... Padahal saya sering banget lewat depan telkom..ckckck.. ini mata sudah empat lagi.. Keterlaluan.. Memang naluri ke-makassar-anku sudah mulai rusak.

Ah, sudahlah terlalu panjang kekaguman saya. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 15.30 lewat. Adzan telah berlalu beberapa menit lalu. Yang pertama kali kulihat saat melangkahkan kaki di halaman mesjid itu adalah parkiran dan seorang lelaki yang langsung melihat kami memasuki gerbang. Entah karena pakaianku yang mungkin salah warna atau saya yang terlalu kege-eran.. hihihihi.

Mataku pun berusaha menolah-noleh kesana kemari mencari pertanda "terbuka" yang dibilang oleh Ninis. Hum, tidak jua kutemukan. Langkahku kembali kulanjutkan, mengikuti langkah ninis yang langsung belok kiri menuju ke belakang mesjid. Sambil berjalan kami berdua ngobrol soal mesjid ini dan juga soal tangga. Mana tangga turunnya? hum ini kritikan pertama yang keluar dari mulutku. Ternyata pemirsa, tangganya nda keliatan akibat pergeseran lempeng selatan dan timur, hehe, tangganya nda keliatan akibat salah arsitektur menurutku. hahahaha.

Okke, sudah cukup hina-menghinanya.
Beberapa menit berjalan....
Tiba di bagian belakang mesjid, saya pun mulai memperhatikan setiap lekuk sudut mesjid ini terutama pintu masuk. "Batas Alas Kaki". Ini yang pertama kali kuliat ketika ingin masuk. Dengan patuh akupun menurut pada tulisan yang dicetak di atas kertas yang berukuran kira-kira quarto itu dengan melepas alas kaki sejengkal ke belakang dari kertas tersebut.

Masih tetap sebagai pengikut Ninis, kuikuti langkahnya dari belakang. Aw, aku takut tersesat. Wajarlah, new comer. Takut salah masuk, entar malu lagi. Saya pun mengikuti Ninis memasuki sebuah ruangan yang ternyata adalah tempat wudhu wanita plus WC (baca: dabelyusi :D). Ah, akupun terkejut (pake 'aku' meka ine), saya sempat syok sedikit tetapi karena ternyata ada wanita lain di t4 wudhu saya terpaksa menjaga emosi dan tetap menstabilkan image. hehe

Mau tau pemirsa mengapa saya syok??? Tenang..tenang, cerita ini tak akan bersambung lagi. Sudah cukup surat-surat dari fans saya yang protes karena artikel bersambung ini. >.<

Terbuka.... Betul-betul terbukaaaa. Ini yang dimaksudkan oleh Ninis dengan "terbuka". T4 wudhu wanita yang notabene seharusnya tertutup karena mengingat wanita yang semestinya dan seharusnya dijaga hijabnya malah terbukaaaa, kawan. Aaaaaaaaaaaaaaa. Pintu ruangan ini hanya terbuat dari besi yang bentuknya seperti kerangkeng. Bukan masalah kerangkengnya. Masalahnya ini aduh... terbuka banget. Sebenarnya hal ini tidak terlalu merumitkan buatku pemirsa, namun ada hal yang lebih men-syok-kan buatku. Pintu WCnya juga terbukaaaaa.... Emang ada desain pintu kayak begitu??? Lubang di atas, tertutup di bawah. Mudah banget orang lain menengok dari atas gitu deh.. CKCKCKCK... CKCKCKCK. CKCKCKCK. sekali lagi. CKCKCKCKCKCK. Semoga Allah menyadarkan arsiteknya.

Okke kawan tak apa, mari kita melanjutkan ke tahap selanjutnya.. Masih bisa bertahan pemirsa?? Saya sudah sangat ingin mengeluarkan air mata... saking perihnya cobaan ini..cieee :D

Setelah selesai wudhu...
Kami pun memasuki area sholat. Kalau area ini saya cukup terkagum-kagum. Betul kata Ninis, sejuk banget. Mataku pun berulang kali menikmati arsitektur bangunan ini dengan kembali merasakan takjub. Subhanallah Indahnya. Namun, belum sedetik rasa kekagumanku muncul, saya langsung syok kembali. Tapi syok kali ini agak Nano-nano rasanya karena nambah rasa coklat.. eh, maksudnya nambah rasa kesal. Bagaimana tidak??? Ada dua penghuni yang kurasa salah tempat menduduki lahan yang seharusnya tidak layak mereka tempati. Bukan setan atau makhluk halus, kawan. Tetapi makhluk yang namanya laki-laki. Saya kaget bukan kepalang. Bukan karena saya tidak pernah melihat laki-laki tetapi karena melihat laki-laki yang tidak bisa menempatkan diri. Sudah jelas dan nyata area tersebut telah dibatasi oleh sebuah hijab (walaupun hijabnya nda nutup-nutupin amat sih) antara batas wanita dan pria. Hum, orang ini sepertinya nda paham, saya jadi risih sendiri.

Dengan sedikit risih sayapun memutuskan untuk sholat. Tetap khusyuk kawan, walaupun ada gangguan. Selesailah sholat saya. Saya merasa ingin segera meninggalkan mesjid itu. Namun melihat kawan di samping saya ini sedikit capek, saya pun putuskan untuk tinggal beberapa menit sambil ngobrol soal dua lelaki tadi yang ternyata telah bertambah menjadi 3. Waduh, cepat amat Mas membelah diri.

Kulipat mukenaku dan kumasukkan dalam tas dan berdiri menunggu Ninis yang juga sedikit merapikan jilbabnya itu. Karena agak risih, sayapun mempercepat langkah menuju pintu keluar. Sesaat saya bingung, pintu masuk tempat saya taro sepatu tadi di mana yah? Karena bingung tak tertahankan, entah karena dorongan syaitan atau apa. Saya berjalan lurus ke arah 3 orang mas-mas tadi. Aku pikir pintu keluar itu di belakang mereka. Melihatku ingin berjalan lurus ke arah 3 orang pemuda tadi, salah seorang dari mereka langsung sontak mengucapkan sebuah kata yang langsung membuatku tergetar dan nyaris berlari. "Astagfirullah", mendengar kata maha dahsyat ini, naluri kesadaranku langsung muncul. Sepertinya salah seorang dari mereka kaget melihatku yang berjalan ke arah mereka. Aduh, aku salah jalan nih. Aduh, hampir saja aku lewati mereka bertiga. Aduh, hampir saja saya menerobos sembarangan. Aduhhhh.... MALUNYAAAA.....

Untung Ninis mendorongku menuju ke jalan yang benar. Masih sedikit kaget dan malu. Saya dan Ninis pun segera meninggalkan tempat itu sambil bercekikikan ria akibat perbuatan konyolku barusan. Aduh, tengsin berat. Nda mau lagi saya ke sana.

Kejadian memalukan itupun berusaha aku lupakan dengan sedikit refresh dan minum es kelapa muda di depan mesjid.. Aaahhhh, leganya. Sekitar pukul 4 lewat -sebenarnya nyaris setengah lima- kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Gowa. Naik pete-pete merah menuju Sungguminasa. Kami tiba di rumah Nunu hampir pukul 18.00, untung saja Nunu memberikan kami jamuan yang cukup enak. Makasih ya Nu. Sebenarnya perjalanan ini cukup menarik, namun endingnya kami dikejutkan oleh info dari Ninis bahwa Ibunya mau datang ke pondokan. Wow, Kami terkaget-kaget dan segera memutuskan untuk pulang. Kaburrrrr

Wah.... hari itu saya dipenuhi dengan berbagai kejutan-kejutan yang betul-betul membuatku terkejut-kejut. Pesan untuk Ninis: Jangan suka menyukai hal-hal yang terbuka Nis.. Nanti saya yang jantungan :(

2 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) ;)) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!
  1. Hahahahaha....
    ya ampuuuun ririnn sakit perutku baca ini tulisanmu, haha...lucu...lucu... :D

    ah dikau tak menjelaskan kalo awalnya sblm kita sholat, laki2 hanya 1 disana, tapi stelahnya, eeehh mereka berkembang biak jadi 3 org -_-"

    Mreka itu emang gak tau apa gak mau tau ya, ckckck...

    Kapan2 sholat disana lagi yuk, hehehe...
    Klo perlu kita foto masjid Nurul Istiqomah itu yg qta juluki sbg Mesjid Terbuka :D

    Btw, apa yg terjadi klo kita terus ke arah mreka ? nda pingsan ji kw rin ? hehehe...atau salah satu diantara mreka yg pingsan, hahaha...

    BalasHapus
  2. iya nis, saking syoknya waktu itu jadi tidak kukatakanmi bilang hanya 1biji.
    Hahahaha iya.iya..saya sbenarnya tdk mau datang lagi,tp mau tau keadaan mesjid "terbuka" itu.apanya yang berubah.hahaha
    Ayuk pergi mumpung ada kamera nih.. hehehe

    Ayya, klo teruska kapang kami berdua yang pingsan kehabisan napas...

    BalasHapus

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D