TUTORIAL

Kamis, 11 Oktober 2012

In Friends #1



Everybody has problem. Satu hal yang kuketahui setiap orang punya masalah yang berbeda-beda dan pastinya respon terhadap masalah yang juga berbeda-beda. Terkadang saya berpikir bagaimana caranya menghilangkan masalah-masalah dengan cara yang cepat tanpa membuat orang merasa semakin terpuruk dalam masalah. Diriku pun sering terlilit masalah, bahkan masalah yang lebih bermasalah dari masalah orang lain. Dan yang sering kupikirkan pula, orang lain selalu akan merasa sebuah masalah yang tertimpa (ah bukan tertimpa lebih tepatnya hanya sedang singgah di atas pikirannya) ini adalah sebuah masalah yang sangat besar. Sedangkan di mata orang lain, it’s just simple problem guys.

Seorang teman memiliki masalah yang sangat simple di mataku. Dia memiliki ketersinggungan yang cukup besar soal financial. Dan membantunya dalam hal itu akan membuatnya merasa sangat menjatuhkan harga diri dan membuatnya merasa rendah. Padahal kami yang dalam posisi membantu tidak sama sekali memiliki perasaan egois dan sombong seperti itu. Terkadang bila manusia dililit dalam sebuah masalah, perasaan suudzon (prasangka buruk) akan lebih banyak melingkupi pikiran. Sebut saja sebuah kejadian seorang wanita saat sedang menyukai seorang lawan jenis. Menyukai seseorang dia anggap sebagai sebuah permasalah terbesar dalam hidupnya dan satu-satunya masalah dalam hal itu adalah tidak ingin orang lain mengetahui perasaannya. Rasa suudzon sedikit demi sedikit mulai menghampirinya, satu persatu teman dan sahabat karibnya ia curigai karena takut akan diledek bilamana diketahui dirinya menyukai seseorang. Perasaannya pun semakin bertambah curiga jikalau salah seorang teman memberitahukannya langsung kepada yang bersangkutan. Padahal dalam kenyataannya tidak ada yang mengetahui kalau wanita itu sedang menyukai seseorang. Prasangka buruk bisa menjadi berlebihan seperti itu.

Nah, seperti itulah prasangka buruk. Akan saling panggil-memanggil, seperti isi dari sebuah hadits, “kebaikan akan saling panggil memanggil begitupula dengan keburukan”. Mengetahui seorang kawan karib sedang mengalami masalah, tidak seharusnya saya berdiam diri. Namun ternyata respon dari masalah kawan karib tersebut terhadap masalahnya adalah TIDAK INGIN DIGANGGU UNTUK SEMENTARA. Yang hanya bisa kulakukan sekarang adalah yah dengan tidak mengganggunya. Tapi saya merasa ada batas waktu yang harus kubuat antara saya dan kawan karib itu. Saya tidak ingin berlama-lama dalam tingkah diam karena saya tidak memiliki satu masalah pun dengan dia. Dia yang memiliki masalah seharusnya bisa menghilangkan rasa ego dan berusaha membagi masalah. Seperti kata pepatah jaman dulu, sedih suka dibagi bersama. Itu yang kupelajari selama ini. Eksistensi sebuah persahabatan adalah saling membagi rasa, dalam suka tetap bersama dan sedih hilangkan bersama.

Ini nasehat untuk diriku sendiri, “jika dirimu sedang berada dalam sebuah masalah cobalah untuk membuka diri, karena masalah akan hilang terbawa dalam suasana kebersamaan. Dan yang paling patut untuk dibatasi dalam diri adalah rasa prasangka buruk, karena semuanya akan sama di hadapan prasangka buruk, hanya buruk. Yang paling pas untuk belahan hati dan tubuh ini adalah hati yang selalu bersyukur. Kebahagiaan itu asalnya dari hati yang selalu bersyukur (mengutip status Ninis). 

Mari berprasangka baik! Melatih diri untuk berubah menjadi lebih baik seperti mentari senja yang akan membuka malam.





Hima Rain

11 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) ;)) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!
  1. wah..
    keren nih infonya, bermanfaat sekali.

    #Salam sukses dari saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha thanks sudah dianggap sebage info

      Hapus
  2. terbuka sama org yg tepat yg bisa ngasih solusi :D

    BalasHapus
  3. intinya komunikasi. saling jujur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hum kalo dianya jg tidak mau dihubungi susah ya hehe

      Hapus
  4. setujuuu \(^^)/ tiap punya masalah aku juga mengkomunikasikan sebatas yang penting aja.. karena kalau kita sewot sendiri, galau sendiri, orang2 yang perduli sama kita pasti kepikiran.. :'( yg penting memang komunikasi sih ya..

    BalasHapus
  5. Kalo setiap masalah itu bisa di nikmati pasti indah ya,,Lagian siapa sieh yg g punya masalah.. anggap sajalah itu karunia dengan ujian hidup yang berbeda.. karena kalo masalah itu di pikir akan ada habisnya.. so Nikmati sajalah.. anggap saja itu angin datang kemudian lewat seiring waktu..HHuks

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar yang ga bermasalah itu kurang feel human nya hehehe

      Hapus
  6. Cool banget!
    Pas ama aku nih... bukan part masalah seneng ama orangnya loh ya :P
    Kalau ada masalah, aku sih mending ngobrol ama temen, gak usah ngobrolin masalah itu juga... tar juga lupa ama masalahnya hahaha~
    Selow selow, bi hepiii!

    BalasHapus

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D