TUTORIAL

Sabtu, 26 Mei 2012

Nyasar ke Hapeku dong!



Sekarang pulsa sudah jadi hal yang sangat familiar bagi saya. Dulu saya ingat pertama kali menggunakan henpon, saat itu penggunaan pulsaku lumayan minim. Entah saya mau menghubungi siapa. Sekarang tanpa ditanya pun saya sudah tau siapa-siapa yang akan kuhubungi. 


Kebutuhan akan henpon beserta pulsanya memang sudah mendarah daging. Semakin bertambah teman, kebutuhan komunikasi pun otomatis semakin besar. Kebutuhan pulsa jadinya otomatis mengikuti arus. Pulsalah yang selama ini menjadi jembatan silaturrahim di antara diriku dan teman-teman. Subhanallah, sungguh kreatif yang membuat ide 'pulsa' itu. Siapa pencetusnya yah. 

Pengalaman dengan 'pulsa' pun sungguh banyak. Di antaranya pulsa 'anugerah', singkatan dari anu gratis. Itu istilah yang sering digunakan orang makassar saat mendapatkan sesuatu dengan gratis. Pulsa gratis memang selalu membuat kita tersenyum. Tersenyum di kala pulsa sedang sekarat. Iya, pengalaman mendapat pulsa gratis pernah terjadi padaku. Kira-kira beberapa bulan yang lalu saya sering ketiban pulsa. Bukan karena ikut kontes atau karena ditraktir pulsa sama teman. Tapi pulsa salah alamat. Ini yang namanya rejeki di antara rejeki-rejeki. Saya beberapa kali mendapat durian runtuh kayak gitu. Dan anehnya pernah setiap bulan. Wah, siapa gerangan yang begitu rajin menyalah-alamatkan pulsa ke nomor saya. Di tulisan ini saya ingin mengucapkan terima kasih." Terima kasih lo, pengirim pulsa salah alamat". Jasa-jasamu akan selalu terkenang. 

Sms pemberitahuan tentang masuknya pulsa ke nomorku secara tiba-tiba itu sering memunculkan pertanyaan-pertanyaan kecil di pikiranku. Siapa si pengirim? Apakah saya punya fans setia di luar sana yang diam-diam mengirimkan pulsa untukku. Hehehe. Sungguh bahagia diriku kalau benar seperti itu. Wah, karena pulsa 5000 itu saya sering sekali tertolong. Apalagi sering tiba-tiba nyasar di akhir bulan. Di tengah kebutuhan pulsa yang semakin bertambah itu, sepotong pulsa itu sungguh membantu. Bayangkan saja jika di malam hari bolong, kita kehabisan pulsa padahal kita harus menghubungi seseorang di malam itu. Apa yang mesti kita lakukan? Lari-lari keluar rumah sambil teriak-teriak, "Tolong...tolong....aku kehabisan pulsa". Bisa-bisa kita malah dilempari sendal. Atau mungkin pura-pura kesurupan terus pas kesurupan bilang "Aku ingin di antar keliling kota" Abis itu singgah deh ke konter pulsa. Gubrak. Bisa-bisa dihukum 7 hari 7 malam tidak makan tuh. 

Yah, pulsa yang tiba-tiba masuk di nomorku itu sekali lagi kukatakan banyak membantuku. Pernah lagi suatu kali, saya nyaris hampir menangis di angkot karena tidak tau harus melakukan apa karena kehabisan pulsa. Karena saat itu saya sungguh sangat-sangat harus menghubungi seseorang. Dan alhamdulillah, tiba-tiba pesan singkat masuk dengan notification bahwa pulsa bertambah. Sungguh mengembirakan saat itu. Tiada tara kebahagiaan yang muncul dari 'anugerah' itu.

Walaupun beberapa bulan ini tiada lagi kejutan-kejutan seperti itu, saya masih terus ingat pernah ada pulsa-pulsa nyasar yang menghiasi hari-hariku dan henpon kesayangan. Dan lagipula akhir-akhir ini pun saya lebih  sering ditemani oleh benda kecil yang mirip flashdisk yang selalu nangkring di port laptopku untuk koneksi internet. Nah, benda itupun mesti juga dikasi makan. Butuh diisi pulsa terus, sekarang bertambah jatah pulsa deh. Nah, kawan-kawan itu cerita sederhanaku. Bagaimana dengan kalian? Mungkin saja ada pulsa nyasar sedang menuju ke hapemu. Cek hape yuk! Hihihi.....


Hima Rain


Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa: 

Pojok Pulsa – Pulsa Elektrik - Pulsa Murah - Voucher Game Online.

Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

Nyasar ke Hapeku dong!


Bismillah...

Sekarang pulsa sudah jadi hal yang sangat familiar bagi saya. Dulu saya ingat pertama kali menggunakan henpon, saat itu penggunaan pulsaku lumayan minim. Entah saya mau menghubungi siapa. Sekarang tanpa ditanya pun saya sudah tau siapa-siapa yang akan kuhubungi. 


Kebutuhan akan henpon beserta pulsanya memang sudah mendarah daging. Semakin bertambah teman, kebutuhan komunikasi pun otomatis semakin besar. Kebutuhan pulsa jadinya otomatis mengikuti arus. Pulsalah yang selama ini menjadi jembatan silaturrahim di antara diriku dan teman-teman. Subhanallah, sungguh kreatif yang membuat ide 'pulsa' itu. Siapa pencetusnya yah. 

Pengalaman dengan 'pulsa' pun sungguh banyak. Di antaranya pulsa 'anugerah', singkatan dari anu gratis. Itu istilah yang sering digunakan orang makassar saat mendapatkan sesuatu dengan gratis. Pulsa gratis memang selalu membuat kita tersenyum. Tersenyum di kala pulsa sedang sekarat. Iya, pengalaman mendapat pulsa gratis pernah terjadi padaku. Kira-kira beberapa bulan yang lalu saya sering ketiban pulsa. Bukan karena ikut kontes atau karena ditraktir pulsa sama teman. Tapi pulsa salah alamat. Ini yang namanya rejeki di antara rejeki-rejeki. Saya beberapa kali mendapat durian runtuh kayak gitu. Dan anehnya pernah setiap bulan. Wah, siapa gerangan yang begitu rajin menyalah-alamatkan pulsa ke nomor saya. Di tulisan ini saya ingin mengucapkan terima kasih." Terima kasih lo, pengirim pulsa salah alamat". Jasa-jasamu akan selalu terkenang. 

Sms pemberitahuan tentang masuknya pulsa ke nomorku secara tiba-tiba itu sering memunculkan pertanyaan-pertanyaan kecil di pikiranku. Siapa si pengirim? Apakah saya punya fans setia di luar sana yang diam-diam mengirimkan pulsa untukku. Hehehe. Sungguh bahagia diriku kalau benar seperti itu. Wah, karena pulsa 5000 itu saya sering sekali tertolong. Apalagi sering tiba-tiba nyasar di akhir bulan. Di tengah kebutuhan pulsa yang semakin bertambah itu, sepotong pulsa itu sungguh membantu. Bayangkan saja jika di malam hari bolong, kita kehabisan pulsa padahal kita harus menghubungi seseorang di malam itu. Apa yang mesti kita lakukan? Lari-lari keluar rumah sambil teriak-teriak, "Tolong...tolong....aku kehabisan pulsa". Bisa-bisa kita malah dilempari sendal. Atau mungkin pura-pura kesurupan terus pas kesurupan bilang "Aku ingin di antar keliling kota" Abis itu singgah deh ke konter pulsa. Gubrak. Bisa-bisa dihukum 7 hari 7 malam tidak makan tuh. 

Yah, pulsa yang tiba-tiba masuk di nomorku itu sekali lagi kukatakan banyak membantuku. Pernah lagi suatu kali, saya nyaris hampir menangis di angkot karena tidak tau harus melakukan apa karena kehabisan pulsa. Karena saat itu saya sungguh sangat-sangat harus menghubungi seseorang. Dan alhamdulillah, tiba-tiba pesan singkat masuk dengan notification bahwa pulsa bertambah. Sungguh mengembirakan saat itu. Tiada tara kebahagiaan yang muncul dari 'anugerah' itu.

Walaupun beberapa bulan ini tiada lagi kejutan-kejutan seperti itu, saya masih terus ingat pernah ada pulsa-pulsa nyasar yang menghiasi hari-hariku dan henpon kesayangan. Dan lagipula akhir-akhir ini pun saya lebih  sering ditemani oleh benda kecil yang mirip flashdisk yang selalu nangkring di port laptopku untuk koneksi internet. Nah, benda itupun mesti juga dikasi makan. Butuh diisi pulsa terus, sekarang bertambah jatah pulsa deh. Nah, kawan-kawan itu cerita sederhanaku. Bagaimana dengan kalian? Mungkin saja ada pulsa nyasar sedang menuju ke hapemu. Cek hape yuk! Hihihi.....


Hima Rain


Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa: 

Pojok Pulsa – Pulsa Elektrik - Pulsa Murah - Voucher Game Online.

Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

Jumat, 18 Mei 2012

Cara Membuat Ayam Goreng dari Flanel


Bismillah...

Kali ini Hima mau mejeng tutorial baruuuu. Karena beberapa hari ini libur terus jadinya banyak tutorial-tutorial akan kubuat. Salah satunya ini, Cara Membuat Ayam Goreng dari Flanel. Yuk langsung cekidot saja. 

Siapkan alat dan bahan


Buat pola, kamu bisa copy pola di bawah.. silahkan..ukuran sesuai selera. bikin ukuran bantal pun bisa hehehe
 

step 1 --dari kiri ke kanan--
gambar pola ke kain dan gunting... kain berbentuk tulang direkatkan dengan lem ke bagian daging.

step 2 --dari kiri ke kanan--
setelah direkatkan kemudian satukan kedua daging-daging tersebut. lihat gambar ya.

step 3 --dari kiri ke kanan--
Jahit sekeliling ayam, bagian coklat dengan benang coklat sedangkan bagian putih tulang dengan benang putih tulang. Jahit dengan tusuk feston. Jahit yang rapi ya.
Kemudian jahitnya jangan sampai habis, jangan lupa isi dakron. Kemudian beri pengait dari tali kulit daaaaan jahit sampai jahitan tertutup semua.

Beginimi hasilnya.. bagus to. Jepret-jepret dulu deh. Yuk mejeng ayam-ayamku




 Gimana.. keren gak. hehe.. silakan mencoba kawan.. Jya, mata ne.

Hima Rain

Kamis, 17 Mei 2012

Cara Membuat Strawberry Flanel

Bismillah...

Kali ini Hima hadir dengan tutorial mini, kalo tutorial ini pasti sudah banyak yang buat. Tidak apa-apa kan kalo saya buat versiku dan jepretanku. Hehehe. How to make strawberry felt. Cara membuat strawberry dari flanel. Cekidot.
step 1
Siapkan flanel hijau untuk daun. Potong persegi kemudian bentuk hingga menjadi daun dan gunting dengan aksen bergerigi --lihat gambar--

 step 2
dari kiri ke kanan --lihat gambar-- 
bentuk bulat dengan cetakan (ukuran sesuai selera)
belah dua dengan gunting
lipat dua


step 3 
dari kiri ke kanan --lihat gambar--
jahit feston dari sudut bawah
hasil jahit
balik hasil jahitan dan kemudian jelujur bagian atasnya


step 4 
dari kiri ke kanan --lihat gambar--
serut hasil jahitan jelujur tadi
isi dakron kemudian serut hingga tertutup
jahit hingga tertutup


step 5 
dari kiri ke kanan --lihat gambar--
beri lem pada daun
beri manik-manik hitam kecil di sekujur tubuh stroberi
hasilnya

tadaaaaa

Nah, begitulah mini tutorial dariku.. Selamat menikmati dan mencoba. Tidak mengerti? Hubungi saya di himawari.chu@yahoo.co.id


Hima Rain

Rabu, 04 April 2012

Anak Kecil Berkaos Merah di Semenit Lampu Merah

Bismillah..

Kemarin seperti biasa, rutinitas harian pergi ke kampus untuk menuntaskan beberapa urusan. Iya, setiap hari selalu saja ada urusan yang merangkai hariku. Saat itu pukul 13.00 di handphoneku. Saya berangkat dari rumah dengan naik becak si bapak langganan. Setelah itu melanjutkan rute naik pete-pete 05 menuju kampus Unhas. Di perjalanan tepatnya di depan lampu merah Mesjid Raya, muncullah kemudian anak kecil berkaos merah, kira-kira umurnya 12 tahun. Dia menyanyi-menyanyi di sudut pintu pete-pete yang kutumpangi istilah kerennya 'mengamen'. Lagu apa yang didendangkan saya tidak tahu, dengarpun tak pernah. Semenit lebih kalo tidak salah dia menyanyi tapi saya cuma diam sambil sesekali menatap si anak.

Menit pertama ia menyanyi dengan lantang tanpa peduli fals atu kagak, beberapa detik kemudian yang terjadi adalah pertarungan hebat dalam hatiku. Apakah saya harus memberinya uang atau tidak. Dia masih menyanyi sambil sesekali menatapku. Hampir 30 detik terus ia menyanyi, saya memalingkan wajah darinya dan menatap lampu merah yang tidak lama lagi akan hijau. Saya masih juga berkutat dengan hati dan pikiranku. Apakah harus memberinya uang atau tidak. Saya selalu ingat slogan pemerintah sih. "Jangan memberi anak jalanan uang"

Dalam Otakku: "Kasi saja anak itu uang, supaya dia tidak menyanyi lagi. Kasian kan". Kemudian ada pikiran lain yang berbicara: "Kasian sih kasian, tapi kalo kamu kasi dia uang dia bakal muncul lagi di lampu merah itu, nanti dia mau jadi apa kalo ngamen terus", si otak lain berbicara lagi: "Kasi saja, kasian tuh tidak ada penumpang lain yang peduli, si supir pun cuma senyam-senyum tuh liat si anak. Masa kamu nda kasian".

Wedew, bayangkan hanya dalam waktu semenit saya bisa kebingungan begitu. Saya mau kasih anak itu uang, tapi saya takut dia malah keenakan dengan mengamen. AH, what i have to do?

Semenit pun lewat dan lampu lalu lintas berubah hijau, tandanya saya berpisah otomotis dengan anak itu. Menyisakan sedikit penyesalan, saya pun kembali menatap jalanan.

Hima Rain