TUTORIAL

Senin, 20 Januari 2014

Prasangka Baik, Yuk Membangunnya!

Bismillah...

Benar saja kata seorang teman tentang menjemput rindu, kadang rindu itu mesti dijemput untuk mencairkan segala yang selama ini beku dan keras tak beraturan, yaitu prasangka. Rindu itu komponen yang sedikit demi sedikit membentuk dua rasa yang mesti ada kehati-hatian di dalamnya karena bila dipupuk dengan prasangka tidak baik, maka pikiran akan menyokong kita untuk berpikiran buruk dan lama kelamaan mengajak hati untuk berbuat hal serupa. Prasangka itu terbangun atas dasar ketidaktahuan kita. Padahal pada dasarnya kita tidak punya hak untuk berprasangka tidak baik karena kita tidak mengetahui apa-apa, tidak ada yang kita ketahui dengan betul di dunia ini. Tidak ada kamera 24 jam yang kita punya untuk memonitori segala aktifitas di dunia ini. Kita punya keterbatasan yang tidak dipunyai Sang Rabb. Jadi apa gunanya berprasangka tidak baik. Terkadang apa yang kamu lihat belum tentu benar.

Sekarang bila yang terjadi adalah prasangka buruk dalam hati dan pikiran, bagaimana kita menghalaunya? Ada satu cara ampuh yang tidak lain dan tidak bukan dengan melakukan hal sebaliknya yaitu berprasangka baik. Mungkin ada yang pernah bertanya bagaimana caranya?? Terkadang malah ingin hati berprasangka baik, apa daya malah muncul bisikan prasangka tidak baik. Ada satu kata kunci yang mesti digarisbawahi nih, bisikan. Bisikan itu terkadang muncul dari sesuatu yang tidak ingin membuat kita baik jadinya upaya kerasnya terus-menerus mencoba melekat dari balik luar hati kita. Ingat hati itu punya suara, dan suara yang paling baik adalah dari hati. Terkadang kita harus mengenalnya dengan bak untuk mendengar suaranya hehehe.

Cara yang paling baik untuk membangun prasangka baik ada dua cara; 

  1. Tabayyun (konfirmasi), tanyakan kembali hal yang mengganggu hatimu. Ada kalanya menanyakannya langsung ke orang yang bersangkutan akan membuka semua tabir prasangka. Semua yang dikiranya buruk ternyata bukan itu yang terjadi. Sekali lagi, terkadang apa yang kamu lihat belum tentu benar. Pertanyakanlah, seperti kata pepatah Malu bertanya sesat di jalan. Pepatah yang cukup banyak manfaat yang bisa kita gali darinya. 
  2. Diam dan sabar. Kalau kita tak sanggup bertanya maka diam dan sabarlah. Diam bisa menjadi emas dan sabar bisa saja menghasilkan berlian. Kita tidak tahu maka ada baiknya kita diam. Diam akan menutup pintu untuk berprasangka tidak baik. Diam bisa pula menghalangi pula perkataan tidak benar. Diam pun harus disertai dengan sabar karena bila tak sabar maka diam akan berhenti menjadi diam. Jika diam tak lagi menjadi diam maka hati yang sedari tadinya sabar dan tenang maka bisa saja disisipi suara-suara tidak benar yang menjerumuskan. Fiuh...
pic source

Yah berprasangka baik itu melatih dan menjaga hati untuk selalu bersih. Hati bersih maka pikiran pun bersih, duo komponen yang saling berkait.  Yuk berprasangka baik, bismillah~


Hima Rain

7 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) ;)) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!
  1. saya cenderung lebih memilih diam bila prasangka buruk hadir dalam hati, karena bila bertanya berarti prasangka itu sudah 90 persen menguasai hati..., yang akan menimbulkan perkara-perkara yg bisa membuat hubungan menjadi renggang...maka saya memilih berdiam diri dan selalu berprasangka baik dengan bersandarkan hanya kepada Allah SWT yang Maha Tahu dan Maha Melihat....keep happy blogging always...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya om hari terkadang kalo bertanya bisa membuat runyam. hum dan perlu keberanian yang tinggi untuk bertabayyun dan saya jarang memiliki keberanian hehe, sepakat sama pendapat om. terima kasih tambahannya om.

      Hapus
  2. memang klo bertanya kdg jd masalah jg, ya kt liat dl situasi & kondisinya klo tdk memungkinkan lbh baik diam, sp tiba waktunya...yg penting prasangka jelek itu jgn sp terucap, kr klo salah kan bs jd fitnah & ghibah ya mak..?

    BalasHapus
  3. Dan jikapun kita telah bertanya, dan memang kabar berita yg terkumpul itu negatif, maka tanamkan dalam diri mungkin ada alasan lain yang kita tidak tahu mengapa dia berbuat demikian...

    Anyway, saya masih loading....apa hubungan prasangka dan menjemput rindu, hmmm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju nis. umm hubungannya ya jarak jauh tanpa kabar itu kadang menimbulkan prasangka2 kan fufufu

      Hapus
  4. berpikir positif itu memang perlu banget untuk menghilangkan rasa2 yang buruk hehe :D

    BalasHapus

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D