TUTORIAL

Rabu, 22 Januari 2014

Taiko: Sebuah Resensi dan Perbandingan Unsur Sejarah di dalamnya

Bismillah...

Taiko, salah satu karya besar  Eiji Yoshikawa yang merupakan salah satu novel berlatar belakang sejarah yang menceritakan seluk-beluk kehidupan panjang salah seorang pemersatu Jepang yang memiliki gaya kehidupan yang sangat unik dan menarik. Ini adalah sebuah karya yang sangat hebat. Eiji Yoshikawa mampu menceritakan kisah sejarah dengan bahasa sastra yang sangat indah dan mudah dimengerti. Secara tidak langsung novel ini membawa pembaca seakan-akan terbawa dalam suasana kehidupan Toyotomi Hideyoshi dari kecil hingga akhir hayatnya. Sekali membaca novel ini, kita akan penasaran dan terpengaruh dengan intrik-intrik kejadian yang disuguhkankan dalam novel Taiko ini.



Novel ini bisa menjadi salah satu referensi sejarah mengenai para pemersatu Jepang. Novel ini sangat bermanfaat terutama untuk mempelajari kebudayaan lampau Jepang pada saat itu pra Edo. Masa-masa peralihan pedang samurai ke senjata api, novel ini mendeskripsikan dan secara tidak langsung memperkenalkan watak-watak orang dan tindakan-tindakannya.  

Sinopsis

Menjelang abad ke-16, kekaisaran Jepang dalam keadaan kacau-balau dan keshogunan pada masa itu mengalami ketimpangan dan panglima-panglima perang berusaha saling memperebutkan kemenangan dan kekuasaan, di tengah-tengah ketimpangan tersebut muncul 3 tokoh besar yang nantinya akan berusaha mempersatukan Jepang. Nobunaga yang gegabah, tegas dan brutal ; Tokugawa, tenang, sabar, dan penuh perhitungan, dan ketiga Hideyoshi yang sederhana, halus dan cerdik. Dan orang ketiga inilah yang merupakan kunci cerita novel ini. Hideyoshi seorang anak yang lahir di Provinsi Owari, desa Nakamura adalah anak tengah keluarga petani bernama Yaemon. Hideyoshi lahir tahun 1536. Pada waktu muda sebelum mengabdi pada Nobunaga, Hideyoshi meninggalkan rumah dan berkelana. Ia hidup dan telah melakukan berbagai macam pekerjaan. Kemampuannya dalam melihat watak manusia semakin terasah berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun. Hiyoshi, nama panggilannya, bekerja sebagai pesuruh pada Hachisuka Koroku.

Kemudian ia mengabdi dan bekerja sebagai pesuruh yang bekerja untuk pemilik Istana Zudaji yang bernama Matsushita Naganori (alias Matsushita Takahei) dan putranya Matsushita Yukitsuna yang juga menggunakan nama alias yang sama seperti ayahnya (Matsushita Kahei).  Namun karena wataknya yang cerdik dan sederhana membuat orang banyak iri padanya sehingga ia difitnah dan diusir pergi dari Istana Zudaiji. Dalam masa mengelana itulah, Hiyoshi bertekad untuk mengabdi pada Nobunaga. Dan akhirnya, ia mampu dan berhasil menjadi pengabdi Oda Nobunaga, sang penguasa Owari.

Selama bekerja pada Nobunaga posisinya yang dulunya pembawa sandal kemudian menanjak dengan sangat cepat, dia ditugaskan di dapur kemudian menjadi petugas penjaga kayu bakar dan akhirnya diizinkan untuk menjadi pemimpin pasukan infantri. Dan namanya berubah menjadi Kinoshita Tokichiro. Tidak lama kemudian Kinoshita Tokichiro menikahi Nene, salah seorang anak abdi Nobunaga. Setelah menikahi Nene, Kinoshita Hideyoshi, perubahan nama kali kedua, membangun benteng di Sunomata dan menjadi pemimpin benteng tersebut.

Hideyoshi pun selama masa itu melakukan banyak sepak terjang yang sangat tidak diduga-duga karena perlawannya yang tanpa menggunakan peperangan melainkan melalui perundingan dan strategi dan taktik yang sangat sederhana namun berhasil. Bersama dengan Nobunaga, Hideyoshi berhasil menaklukkan benteng Inabayama. Kemudian memasuki Kyoto, dan mengabdi di bawah Shogun Yoshiaki. Pada saat berada di Kyoto, mereka berdua melakukan penguasaan di daerah Omi dan Echizen.  Karena melihat keadaan negeri yang sangat berantakan disebabkan tingkah sang shogun, bersama Nobunaga ia menjatuhkan Shogun. Nobunaga pun diangkat menjadi shogun kemudian membangun istana Azuchi di Omi. Dalam masa kekuasaan Shogun Nobunaga, Hideyoshi membangun dan menaklukkan beberapa benteng, yaitu benteng Nagahama, benteng Miki dan Tottori. Namun pada saat Hideyoshi melakukan  penaklukkan di  benteng Takamatsu, salah satu mantan pengikut setia Nobunaga yang sakit hati membunuh Nobunaga di kuil di Kyoto.

Pada saat itulah, Hideyoshi pun mengalahkan Mitsuhide di Yamazaki. Hideyoshi berperang melawan Shibata Katsuie yang menentangnya secara politik. Karier Hideyoshi melesat cepat dan ia memiliki jiwa memimpin. Bahkan dia berhasil menjadi pemimpin saat krisis. Ketika Nobunaga meninggal dibunuh Mitsuhide, dia mengobarkan semangat untuk menuntut balas. Tak cuma di situ, ketika Nabukatsu dan Nobutaka -anak kedua dan ketiga dari selir Nobunaga- saling berebut kekuasaan, Hideyoshi menengahi perselisihan (meski pun pada sisi lain yaitu untuk menyelamatkan dirinya) dengan mengangkat Samboshi, cucu Nobunaga dari (putra mahkota) Nobutada yang ikut meninggal bersama Nobunaga. Karena Samboshi masih bayi, maka Hideyoshi menjadi walinya.

Hideyoshi kemudian meneruskan perjuangan Nobunaga, menyatukan Jepang dan kemudian menjadi wakil kaisar. 

~o0o~

Sebuah novel yang sangat tebal, sekitar 1140 halaman. Buku yang tidak mungkin dibaca dalam sekali duduk namun buku ini mampu membuat pembaca penasaran sebelum menyelesaikannya hingga akhir. Dalam novel ini terdapat beberapa nama yang betul-betul ada dalam sejarah. Novel ini termasuk salah satu literatur sejarah sehingga memiliki unsur sejarah yang cukup banyak. Di antaranya sang Taiko sendiri, yang dalam novel ini dikisahkan dari lahir hingga wafatnya. Toyotomi Hideyoshi merupakan sang pemersatu Jepang yang namanya tercatat dalam sejarah Jepang. Yang pada awalnya mengabdi pada Oda Nobunaga. Kemudian sang pelanjut cita-cita Nobunaga dan Hideyoshi yaitu Tokugawa Ieyasu.

Berdasarkan tokoh-tokoh yang ada selain di atas ada beberapa tokoh yang namanya memang tercatat dalam sejarah yaitu para pemimpin samurai, berikut;
  •  Imagawa Yoshimoto, pemimpin dan penguasa Provinsi Imagawa,  klan Imagawa. Yang memulai proses penyatuan Jepang namun ketika pasukannya berangkat menuju ibukota pada tahun 1560 pasukannya ditahan oleh Nobunaga yang pasukannya jauh lebih kecil.
  • Saito Dosan, penguasa provinsi Mino. Merupakan mertua dari Nobunaga. Ia menikahkan Nobunaga dengan putrinya dengan tujuan politik.
  • Hachisuka Hikoemon, dulunya Hachisuka Koroku, merupakan pengabdi Toyotomi Hideyoshi yang dahulunya merupakan pemimpin Hideyoshi sebelum masa jayanya.
  • Asai Nagamasa, Daimyo kedua dari keluarga Asai yang kemudian menjadi pemimpin klan Asai. Karena bersebrangan dengan Oda Nobunaga dia akhirnya dinikahkan dengan saudara perempuan Oda yg bernama Oichi pada tahun 1564 untuk menghindari perpecahan / pertempuran.
  •  Akechi Mitsuhide, penguasa provinsi Tamba. Merupakan pengikut Oda Nobunaga namun karena sakit hati dengan Oda Nobunaga membunuh Oda Nobunaga.
  • Shibata Katsuie, penguasa provinsi Echizen.
  • Mori Terumoto, penguasa provinsi-provinsi sebelah barat.
  • Shogun Yoshiaki, shogun yang memerintah sebelum Oda Nobunaga
Selain tokoh-tokoh sejarah, beberapa peristiwa penting pun terdapat di dalam novel ini, beberapa di antaranya;

  • Pertempuran melawan Imagawa Yoshimoto pada 1560, tuan tanah wilayah jalur pantai di sebelah timur Nagoya modern, ketika itu pasukannya berangkat menuju ibukota dan pasukan itu ditahan oleh pasukan yang lebih kecil di bawah Oda Nobunaga, yang letaknya sepanjang jalur perjalanan.
  • Pada tahun 1568, sewaktu Oda Nobunaga pergi ke ibu kota (Kyoto), Hideyoshi bekerja bersama-sama dengan Akechi Mitsuhide di Kyoto.
  • Pada 1571, diserangnya dan dibakar habisnya kuil-kuil di gunung Hiei oleh Oda Nobunaga.
  • 1573, ketika itu Oda Nobunaga bersama Toyotomi Hideyoshi bersama-sama menjatuhkan shogun Yoshiaki. 
  • Diangkatnya Oda Nobunaga sebagai Shogun.
  • 1580, Ishiyama Honganji di Osaka, berhasil ditaklukkan.
  • Pada bulan Juni 1582, ketika sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan Hideyoshi, Nobunaga bermalam di sebuah kuil di Kyoto, salah satu vassal seniornya Akechi Mitsuhide, yang sedang memimpin pasukan tambahan mrnuju tempat yang sama, tiba-tiba berbelok keluar jalur dan menyerang Nobunaga dan Nobunaga bunuh diri karena terluka di dalam amukan api.
  • Pada tahun 1583, Hideyoshi mendirikan Istana Osaka di bekas kuil Ishiyama Honganji.
  • Pada tahun 1585, Hideyoshi menjadi anak angkat Konoe Sakihisa sehingga bisa mendapat gelar Kampaku dari kaisar. Tahun berikutnya (1586), Hideyoshi menerima nama keluarga Toyotomi, menjalankan tugas sebagai Daijō Daijin dan melakukan konsolidasi kekuasaan.

Ada beberapa hal yang patut dicatat dari novel ini yaitu, perkembangan budaya yang terjadi pada masa Toyotomi Hideyoshi ini yaitu,
  1. Berkuasanya daimyo-daimyo di beberapa provinsi.
  2. Samurai pada waktu itu memegang kekuasaan yang sangat besar.
  3. Perkembangan agama Buddha dan beberapa-beberapa sekte-sekte yang  menyimpang dari ajaran Buddha pada waktu itu.
  4. Bushido (jalan samurai) merupakan pedoman yang sangat dijunjung tinggi samurai. Pada zaman ini Bushido betul-betul sangat berkembang dan digunakan para samurai-samurai dalam kesehariannya, beberapa di antaranya adalah kesetiaan dan kerja keras.
  5. Adanya peralihan penggunaan pedang samurai ke senjata api.

Menurut kesimpulanku, perbandingan sejarah dengan novel “Taiko” ini adalah terdapat latar belakang sejarah dan budaya yang cukup signifikan yang bisa diambil dari novel ini. Cakupan sejarah di  dalamnya sekitar 75 % dan sisanya memiliki unsur-unsur sastra yang lumayan banyak.

Kesan setelah membaca buku ini yaitu mengajarkan banyak hal dan juga sangat bermanfaat apalagi berfungsi ganda sebagai literatur sejarah dan novel. Selain unsur sejarah, banyak hal-hal yang bisa dipetik dari buku ini. Kerja keras, pengabdian, dan perjuangan abdi terhadap junjungannya. Dan juga mengenai "dasar kepemimpinan" yang dapat kita petik dari novel ini. Intinya, novel ini merupakan karya yang patut untuk dibaca dan dijadikan referensi sejarah Jepang.

Sumber:
Yoshikawa, Eiji. 2007. Taiko. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Beasley, W.G. 2003. Pengalaman Jepang: Sejarah Singkat Jepang. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia


Hima Rain

9 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) ;)) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!
  1. tebel banget ya, mba. bener2 novel sejarah. penasaran pengen baca tapi apa bisa kelar ya bacanya, hehe

    BalasHapus
  2. Aku masih bingung deh Mbak. Jadi Taiko itu siapa... bukan tokoh utama gitu ya x_x
    Mau baca ah... tapi mau baca Oda Nobunaga buku selanjutnya dolo. Ternyata ada dorama judulnya Oda Nobunaga dan yang main pacar eike: Kimura Takuya T.T T.T T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Taiko itu gelar, nama lain dr pendamping kaisar/shogun pd masa itu. Tp kampaku jg pendamping kaisar sih, tp mendampingi kaisar saat kecil. Taiko itu bisa disebut pensiunan kampaku kali. hehehe Nah taiko itulah merujuk ke Toyotomi Hideyoshi.
      Hum iya oda nobunaga pernah kuliat novelnya, fiuh sama tebelnya un. Kalo ada doramanya mending itu deh

      Hapus
  3. dirumah punya juga nih mbak bukunya punya suamiku, aku belum pernah baca :)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Blm habis baca novel nya. Tebal sekali, keren bu simpulan nya!!

    BalasHapus

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D