TUTORIAL

Rabu, 17 Oktober 2012

Sostsugyou no Hi Waktu itu

Bismillah...

Tidak terasa sudah sebulan saya melewati masa-masa wisudaku itu. Kangen deh. Saya suka suasana wisuda. Entahlah, rasanya atmosfirnya begitu lain dengan yang biasa kudapat di ruang jurusan ataupun kelas. Suasana PMB saat di baruga 5 tahun lalu pun tidak terasa seperti itu. Padahal sudah kesekian kalinya saya menduduki kursi baruga pettarani unhas itu selain saat penerimaan mahasiswa baru. Duduk di sana membuatku rindu.

Saat itu walaupun suasana wisuda di pertengahan terasa sedikit membosankan. Menunggu nama mahasiswa habis disebut satu-satu itu sebenarnya menyenangkan. Saya sembari menunggu, bercanda tawa dengan teman sewisuda, juga tak lupa mencari nama-nama mahasiswa yang sekiranya mungkin saya akan kenali. Di beberapa fakultas saya tandai wajah dan nama satu persatu teman yang ternyata bersamaan wisuda denganku. Kadang juga saya menganga melihat IPK yang cukup tinggi. Kalo sudah mencapai lebih 3,8 saya mangap-mangap. Betapa pandainya orang-orang yang mengoleksi ipk itu.

Hum, sekitar 2 jam lebih saya menunggu. Padahal ada seseorang yang ingin kupotret saat itu. Request dari seorang teman, tapi sayangnya tidak sempat kukutip potretnya. Jadinya saya hanya mendapat bayangan kosong. Hahahaha. Seorang teman menganggu konsentrasiku untuk mengambil potretnya. Aish teman itu gak peka deh.

Wokeh, ini  ada dua foto yang kukutip saat sebelum baruga unhas ini terisi penuh. Banyak wisudawati yang sedang persiapan, terutama memperbaiki riasan dan sanggul atau riasan jilbab yang terkadang kendur. Wooh, repot bener..




Yah, walaupun ada sedikit insiden menimpa diriku tapi tidaklah mengurangi euforia wisuda di hari itu. Asik sekali, kangen pula melihat kembali teman-temanku. Saya akan hadir di wisuda selanjutnya lagi, Insya Allah jika temanku wisuda kembali. Kangen sih... Mauuu

Hima Rain

Selasa, 16 Oktober 2012

Kopi and Mi, Teaja Deh

Bismillah...

Ternyata minum kopi untuk orang seperti saya merupakan pilihan yang cukup buruk. Sejam setelah saya menghabiskan teguk terakhir dari kopi bungkusan yang saya buat, perutku pun mendadak sakit dan mata sedikit berkunang-kunang disertai sakit kepala pula. Saya baru sadar orang berpenyakit maag tidak dibiarkan meminum kopi dalam jumlah banyak. Apalagi kopi bungkusan yang dikenal cukup keras itu. Katanya sih merek itu berkaffein cukup tinggi. Yang pernah saya baca, penderita maag tidak dianjurkan meminum kopi. Well, i don't wanna drink coffee anymore.

noooo
Selain kopi nih kawan, para penderita maag juga tidak dianjurkan makan mi. Apapun merek dan kemasannya. Katanya sih mi itu bakal mengembang di lambung jadinya ya gitu deh menimbulkan asam lambung. Entahlah di mana nyambungnya. Tapi memang sih dokter juga melarangku makan mi T_T aish makanan kesukaanku tuh dulu. Sekarang sudah hampir setahun saya tidak makan mi. Takut saya.

Sekali maag ampun deh, tak bisa berbuat apa-apa. Pekerjaan menjadi terbengkalai. Tidak bisa pergi ke mana-mana karena menjaga perut tetap telentang. Ini juga tips sih, kalo kalian terserang gejala maag segeralah baring dan telentang jangan ditekuk perutnya. Supaya lambung sedikit lega. Jangan lupa segera minta tolong orang untuk merebuskan temulawak dan minum airnya bersama dengan madu. Insya Allah akan meredakan perut dan menurunkan asam lambung. Kalo tidak ada temulawak, rebus kunyit saja sebagai pengganti temulawak. Jangan lupa berdoa yaa.

Hima Rain

Minggu, 14 Oktober 2012

Back To Campus- Saturday

Bismillah...

Kemarin, untuk sekian lamanya saya pergi ke kampus hari sabtu lagi. Tidak ada tujuan khusus sih selain untuk bertemu teman dan melihat situasi kampus sastra di hari itu. Tidak ada yang berubah di sana selain lapangan berumput kawasan FIS yang semakin lama semakin kehilangan hijaunya. Air yang terkadang mengalir dan lebih banyak tidaknya itu membuat keadaan sastra makin lama makin gersang. Perbedaan mencolok terlihat pada tunas-tunas mini di lapangan itu. Beberapa tahun lalu masih ada tunas-tunas hijau kecil yang tumbuh di sana. Sekarang hanya terlihat rumput-rumput yang menguning.

Namun di samping itu semua aktivitas-ativitas mahasiswa masih terlihat sama. Latihan para penari dan bunyi-bunyian gendangnya, kegiatan-kegiatan pekanan anak himpunan atau hanya terlihat sekedar menikmati servis wifi kampus. Wow, ingat masa lalu. Di awal-awal 2008 saya pun pernah aktif di himpunan. Hari sabtu menjadi hari himpunan untukku. Itu dulu, sekarang saya seperti tidak memiliki ikatan apa-apa lagi dengan himpunan. Yah, saya juga sudah alumni. Kehidupan kampus seperti dulu bakal tidak kembali lagi.

Melihat mereka saya jadi kangen masa lalu. Di perjalanan pulang saya hanya senyum-senyum di pete-pete mengingat-ingat masa lalu saat masih menjadi mahasiswa. Sebenarnya saya sangat rindu masa-masa kuliah, saat sama teman-teman seangkatan, telat kuliah, saat tidak mengerjakan tugas, saat ujian dan masa-masa menunggu rapor keluar. How miss the moment so much. Haaaaah, apa kabar kawan-kawan Niji 07?

nihonggo gakka

Hima Rain

Kamis, 11 Oktober 2012

In Friends #1



Everybody has problem. Satu hal yang kuketahui setiap orang punya masalah yang berbeda-beda dan pastinya respon terhadap masalah yang juga berbeda-beda. Terkadang saya berpikir bagaimana caranya menghilangkan masalah-masalah dengan cara yang cepat tanpa membuat orang merasa semakin terpuruk dalam masalah. Diriku pun sering terlilit masalah, bahkan masalah yang lebih bermasalah dari masalah orang lain. Dan yang sering kupikirkan pula, orang lain selalu akan merasa sebuah masalah yang tertimpa (ah bukan tertimpa lebih tepatnya hanya sedang singgah di atas pikirannya) ini adalah sebuah masalah yang sangat besar. Sedangkan di mata orang lain, it’s just simple problem guys.

Seorang teman memiliki masalah yang sangat simple di mataku. Dia memiliki ketersinggungan yang cukup besar soal financial. Dan membantunya dalam hal itu akan membuatnya merasa sangat menjatuhkan harga diri dan membuatnya merasa rendah. Padahal kami yang dalam posisi membantu tidak sama sekali memiliki perasaan egois dan sombong seperti itu. Terkadang bila manusia dililit dalam sebuah masalah, perasaan suudzon (prasangka buruk) akan lebih banyak melingkupi pikiran. Sebut saja sebuah kejadian seorang wanita saat sedang menyukai seorang lawan jenis. Menyukai seseorang dia anggap sebagai sebuah permasalah terbesar dalam hidupnya dan satu-satunya masalah dalam hal itu adalah tidak ingin orang lain mengetahui perasaannya. Rasa suudzon sedikit demi sedikit mulai menghampirinya, satu persatu teman dan sahabat karibnya ia curigai karena takut akan diledek bilamana diketahui dirinya menyukai seseorang. Perasaannya pun semakin bertambah curiga jikalau salah seorang teman memberitahukannya langsung kepada yang bersangkutan. Padahal dalam kenyataannya tidak ada yang mengetahui kalau wanita itu sedang menyukai seseorang. Prasangka buruk bisa menjadi berlebihan seperti itu.

Nah, seperti itulah prasangka buruk. Akan saling panggil-memanggil, seperti isi dari sebuah hadits, “kebaikan akan saling panggil memanggil begitupula dengan keburukan”. Mengetahui seorang kawan karib sedang mengalami masalah, tidak seharusnya saya berdiam diri. Namun ternyata respon dari masalah kawan karib tersebut terhadap masalahnya adalah TIDAK INGIN DIGANGGU UNTUK SEMENTARA. Yang hanya bisa kulakukan sekarang adalah yah dengan tidak mengganggunya. Tapi saya merasa ada batas waktu yang harus kubuat antara saya dan kawan karib itu. Saya tidak ingin berlama-lama dalam tingkah diam karena saya tidak memiliki satu masalah pun dengan dia. Dia yang memiliki masalah seharusnya bisa menghilangkan rasa ego dan berusaha membagi masalah. Seperti kata pepatah jaman dulu, sedih suka dibagi bersama. Itu yang kupelajari selama ini. Eksistensi sebuah persahabatan adalah saling membagi rasa, dalam suka tetap bersama dan sedih hilangkan bersama.

Ini nasehat untuk diriku sendiri, “jika dirimu sedang berada dalam sebuah masalah cobalah untuk membuka diri, karena masalah akan hilang terbawa dalam suasana kebersamaan. Dan yang paling patut untuk dibatasi dalam diri adalah rasa prasangka buruk, karena semuanya akan sama di hadapan prasangka buruk, hanya buruk. Yang paling pas untuk belahan hati dan tubuh ini adalah hati yang selalu bersyukur. Kebahagiaan itu asalnya dari hati yang selalu bersyukur (mengutip status Ninis). 

Mari berprasangka baik! Melatih diri untuk berubah menjadi lebih baik seperti mentari senja yang akan membuka malam.





Hima Rain

Kamis, 04 Oktober 2012

If I can do it tomorrow, I won't do it today (prokrastinasi)

Bismillah...

Gak mau deh prokrastinasi lagi. Saya kapok sekaligus selalu bikin capek. Seperti hari ini, sekali lagi saya melanggar tenggat waktu pembuatan orderan costumer. Karena terlalu gampang menggampang-gampangkan sesuatu, alhasil saya tidak bisa menyelesaikan semua item dari orderan si pelanggan tadi. Kalau sudah begini yang bisa kulakukan hanyalah reka ulang beberapa hari lalu waktu masih santai-santai dan menyesal kenapa cuma bisa santai-santai yang kulakukan. Terlalu kuanggap remeh pekerjaan.

Untungnya Mbak Pelanggannya baik banget sehingga tidak marah-marah dan membuatku semakin malu saja. Pengaturan waktuku selama ini memang selalu kacau. Parah malah. Selalu melambat-lambatkan pekerjaan. Menganggap waktu yang 5 menit itu mudah banget. Padahal 5 menit itu gak bisa kembali lagi. Hum, manusia seperti saya suka sekali membuang-buang waktu.

Untuk teman-teman yang ingin berwirausaha seperti saya, saran dari saya sih manfaatkan baik-baik waktu. Gara-gara prokrastinasi bisa-bisa pelanggan malah lari. Maaf pelanggan, gak lagi deh kayak gitu. Insya Allah.

prokrastinasi bangetsss, diriku banget nih hiyaaats...

Hima Rain