TUTORIAL

Rabu, 02 Februari 2011

Serangan Panik yang Kukira Penyakit Jantung

Saya sengaja mencari artikel tentang hal ini karena saya pernah merasakan hal serupa tersebut. Kecurigaanku tentang saya memiliki penyakit jantung sepertinya terobati dengan artikel ini. Saya harap saya hanya diserang oleh penyakit panik. Sampai saat ini saya tidak pernah berobat ke dokter. Saya berusaha mencari tahu saja lewat artikel-artikel kesehatan di internet. Yah, semoga artikel ini dapat membantu kawan-kawan sekalian ataupun untuk sekedar menambah ilmu di bidang kesehatan.

Terima kasih.

Article by : http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2010/11/04/panik-yang-satu-ini-gangguan-jiwa/

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Panik yang Satu Ini Gangguan Jiwa!

Seringkali dalam pergaulan seseorang mengatakan kata Panik…”Aduh..gue panik nih, besok ujian gue belum siap!”…”Busyet, kira-kira dong kalau bicara…bikin gue Panik aja!”. Demikian lah contoh beberapa kalimat sehari-hari yang memakai kata panik. Tetapi apakah demikian panik yang akan kita bahas kali ini?

Dalam praktek saya sebagai Psikiater yang mengkhususkan diri di bidang Psikosomatik, banyak pasien datang dengan keluhan gejala psikosomatik yang sebenarnya merupakan gangguan cemas panik. Dari penelitian yang saya lakukan di Klinik Psikosomatik tempat saya bekerja, didapatkan dasar dari keluhan Psikosomatik yang dialami pasien adalah suatu gangguan kecemasan panik (lebih dari 80%).

Apa saja sebenarnya keluhan yang dimasukan dalam kategori keluhan “serangan panik”

1. Jantung berdebar alias palpitasi atau istilahnya takikardia

2. Sesak napas atau perasaan tercekik

3. Keluhan mual dan ingin muntah (bloating)

4. Keluar keringat dingin (pengalaman klinis mengatakan pada laki-laki seringkali kakinya basah karena keringat)

5. Gemetar badannya

6. Perasaan takut menjadi gila, takut mati dan kehilangan kontrol diri

7. Merasa asing dengan sekitarnya atau merasa diri sendiri asing

8. Kesemutan

9. Perasaan seperti panas di sekitar bagian kaki dan tangan yang menjalar

Kondisi diatas “sialnya” terjadi tiba-tiba tanpa dipicu oleh alasan yang jelas. Tidak heran orang yang pernah mengalami ini langsung biasanya menuju IGD Rumah Sakit karena khawatir merupakan bentuk suatu serangan jantung. Setelah baik pun, karena kondisi ini biasanya berlangsung paling lama 15 menit, pasien sering ketakutan untuk beraktifitas sendirian di luar rumah, selalu minta ditemani kemana-mana.Inilah kondisi GANGGUAN PANIK yang sering disertai dengan AGORAFOBIA (ketakutan berada di tempat terbuka karena takut ditinggalkan tidak berdaya)

Kondisi ini membuat si pasien lebih sering mengunjungi dokter penyakit jantung atau penyakit dalam namun “sialnya” lagi tidak ditemukan adanya suatu keluhan yang mendasari terjadinya kondisi ini. Kalau sudah begini pasien biasanya mulai dinasehati oleh dokternya “Tenang aja, jangan stres, bapak gak apa-apa kok”. Si pasien dalam hati pasti menjawab “Tidak apa-apa gundulmu, lha wong saya merasakan tidak enak dan tidak nyaman kok dibilang tidak ada apa-apa??!!”

Dari pengalaman saya sangat jarang sekali menemukan ada sejawat dokter non-psikiatri yang menyarankan pasien untuk datang ke seorang psikiater. Tidak bisa disalahkan juga karena psikiater memang lebih dikenal hanya mengurusi pasien gangguan jiwa berat alias skizofrenia atau disebut GILA saja. Apalagi pasien sendiri belum tentu menerima kondisinya ini perlu penanganan psikiater.

Hal ini makin diperparah jika si pasien oleh si dokter jantung atau penyakit dalam juga diberikan obat penenang seperti Alprazolam (nama dagang terkenalnya Xanax, Alganax, Alviz, Zypraz) yang sebenarnya hanya bersifat mengurangi gejala dan tidak boleh dipakai lama-lama. Hal ini karena dalam buku Teks Substance Abuse dikatakan, pada kondisi pemakaian normal dalam dosis terapi pun, obat Alprazolam bisa menimbulkan ketergantungan. Jadi paling lama pakai obat ini yah 4 minggu atau lebih baik lagi tidak pernah memakai.”Sialnya” lagi obat ini memang ampuh luar biasa dan seringkali dipakai tanpa memikirkan efek samping dan potensi ketergantungannya.

Jadi apa yang harus dilakukan?

Ada baiknya jika mengalami kondisi seperti di atas bisa segera menghubungi psikiater. Kondisi Gangguan Panik adalah salah satu gangguan jiwa yang paling sering dijumpai seperti layaknya gangguan Depresi. Penanganan yang baik dan tepat akan memperbaiki kualitas hidup pasien. Pengobatan dengan obat dan psikoterapi merupakan kombinasi yang baik dan terbukti secara ilmiah.




0 comments:

Posting Komentar

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D