TUTORIAL

Selasa, 29 Oktober 2013

Jatuh Itu...

Bismillah...
proses jatuh itu untuk bisa bangun lebih cepat dan maju lebih baik 
"Ada anak kecil yang berlari dengan cepat dan berwajah begitu bahagia saat tengah bermain kejar-kejaran dengan teman-teman sebayanya. Anak ini begitu bahagia hingga tak melihat ada batu besar yang kemudian membuatnya tersandung dan jatuh dengan cukup keras. Hidungnya mengeluarkan darah dan jidatnya tergores hingga mengalirkan darah pula. Anak ini tanpa dikomando menangis keras dan masih dalam posisi jatuhnya. Ibunya tidak ada, kerja yang sibuk membuatnya tidak berada di rumah. Hanya nenek yang sudah rabun dan agak tuli yang menemaninya, karena itu tangisannya tidak terdengar oleh si nenek", papar Ibu Guru sambil menarik napas dan menghentikan ceritanya.

"Teman-temannya hanya melihat tanpa membantunya sedikitpun. 10 menit menangis dengan keras membuatnya lelah dan tangisannya berhenti dengan sendirinya. Ia bangun perlahan dan kemudian dengan tumpuan tangan dan lututnya, anak ini mulai berdiri lalu menghapus sisa darah di hidung dan jidatnya. Dipandanginya teman-teman bermainnya tadi dengan tatapan sedih, kini mereka kembali bermain seperti tidak ada yang terjadi. Mereka mungkin tidak peduli atau tidak mengerti kalau tadi anak itu jatuh dan merasa sangat sakit. Sekarang anak itu sudah bangun, seperti saat sebelumnya ia kembali lagi berlari dan menghampiri teman-teman bermainnya dan tersenyum kembali. Tanpa ada yang tau, hatinya tadi sudah sedikit tergores dengan kejatuhan yang tidak ada bantuannya itu", tutur Ibu Guru menutup ceritanya sembari menutup pula buku bacaan di tangannya.

Pernahkah kalian mengalami hal seperti yang dialami anak di atas itu? Kasian ya, saat jatuh dan tidak ada yang menolong. Padahal tangisan yang keras itu adalah sinyal pemanggil untuk orang-orang di sekitarnya supaya dia dibantu. Memang nih Al-Insan, manusia itu tempatnya salah, khilaf, lupa, dan kadang tidak peka. Hum, sebagai manusia kita mesti terus berusaha belajar untuk menjadi jauh lebih baik lagi bagi diri dan sekitar kita. 

Tapi di balik jatuhnya anak kecil tadi ada hikmah yang bisa diambil darinya. Ia bisa bangun sendiri setelah jatuhnya dan bisa tersenyum sendiri tanpa bantuan orang lain. Anak yang tegar, iri dengannya. Proses jatuh itu memang untuk membuat proses bangun itu bisa lebih cepat. Yosh gambare anak kecil. Walaupun saya yakin dari tuturan cerita Ibu Guru tadi ada terselip rasa sakit hati anak tadi yang tidak disebutkan solusi lanjutannya. Luka yang diibaratkan duri-duri yang mengeliling batang mawar si cantik. Kawaisou nanda.


Jatuh itu adalah bergesernya posisi sesuatu dari tinggi ke rendah dalam keadaan yang sangat tiba-tiba, tidak diketahui, tidak disengaja, dan itu terjadi dengan sangat cepat. Kadang menimbulkan luka akibatnya atau tidak terjadi apa-apa karenanya. Tapi yang pasti jatuh pada makhluk hidup itu selalu sakit, ada atau tidak luka yang ditimbulkannya. Kadang lucu ya kalo ada orang yang jatuh paling sering ditanya begini, "Tidak apa-apa?". Aduh, jatuh itu sakit lah, tidak usah ditanya. Mestinya pertanyaannya diganti menjadi, "Bagian mana yang sakit?". Pertanyaan itu jauh akan lebih bijak dan bisa menimbulkan solusi yang tepat untuk mengobati *smile.

Pernah jatuh? Ah pasti pernah, cepat bangunnya ya!


Hima Rain

9 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) ;)) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!
  1. Jatuh itu untuk bisa bangun lebih cepat dan maju lebih baik .. mantap banget.. :)

    BalasHapus
  2. jadi ingat kejadian PAscal waktu jatuh hingga dagunya robek dan harus di jahit. Anak-anak bisa langsung berdiri saat jatuh ada yang menangis, ada yang meringis dan ada yang tertawa-tawa tergantung luka yang dialaminya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya berbeda-beda ya mbak Fit, hum harus tau pola anak-anak kalo begitu

      Hapus
  3. jatuh adalah pembelajaran..dan disaat terjatuh adalah pilihan apakah kita akan bangkit kembali dan melupakan segala hal yang membuat kita jatuh untuk menempuh hidup baru yang lebih baik, ataukah kita tetap berbaring merintih dalam kesakitan yang tiada henti.....sebuah artikel yang sangat menginspirasi,
    btw-aku juga lagi buat GA, dicari 32 orang blogger yg suka nulis dan corat coret untuk jadi pemenang buat dapatkan gift unik dari Makassar, Tana Toraja dan Martapura Kalimantan Selatan.....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih pak atas nasehatnya *smile. wah mesti ke tkp nih

      Hapus
  4. Jatuh itu ngga selamanya berujung negatif, jatuh cinta misalnya
    *KemudianKabur

    BalasHapus
  5. Jatuh yang menyenangkan, jatuh cinta... tapi kalau sudah tertimpa tangga itu baru sakit

    BalasHapus

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D