TUTORIAL

Kamis, 17 Oktober 2013

Yah Meng"anak-anak"an Memang

Bismillah...

Oktober ini menjadi awal yang baru bagi sebagian orang yang kukenal dan juga sepertinya menjadi awal musim penghujan di kota Daeng ini. Hari ini langit di kota Makassar sungguh gelap, bagi sebagian orang termasuk saya pasti akan mengira hari ini akan turun hujan yang deras. Tapi nyatanya tidak, awan gelap terlihat menggelayut di langit dan sepertinya enggan menurunkan timbunan airnya. Tapi satu yang bisa kutebak, langit di bagian sebelah timur sangat gelap. Di bawah abu-abu gelap di sana sepertinya hujan turun deras. Sepertinya hujan belum merata menyapa kami di sini.

Suara ibu membangunkanku dari khayalan memoriku beberapa tahun lalu, saat langit pun meng"abu-abu" seperti saat ini. Bisa kubilang saat itu adalah suasana yang cukup romantis tapi membingungkan. Mungkin kalian akan bertanya, "Apakah yang akan kau ceritakan ini kisah cinta?". Ah, tidak. Cerita wanita siapa yang tahu. Tapi cerita-cerita seperti itu tidak akan kuceritakan detil di sini. Kali ini saya mau membahas tentang hujan saja. 

Saya tau kebanyakan dari pembaca ataupun sebagian orang-orang di luar sana mengatakan hujan itu romantis. Memang tidak ada salahnya sih, suasana ketika akan hujan memang selalu menenangkan. Saat hujan baru akan turun, ibu-ibu dan para penjemur lainnya beramai-ramai menyelamatkan pakaian dan tubuh kering mereka. Dengan tergesa-gesa mereka bersegera berlindung dari air langit dan masuk ke dalam rumah. Setelah kegaduhan kecil itu maka dimulailah ketenangan hujan. Kebanyakan orang-orang meninggalkan aktifitasnya di luar rumah, untuk itulah saat hujan selalu tenang.  

Dengan beriringan air pun turun ke tanah dan membasahi semuanya. Kalo didengarkan seksama, memang sih suara hujan itu punya melodi tersendiri. Sehingga tidak jarang ada beberapa orang yang terhipnotis dengan segala kesederhanaan hujan. 

Yo yo sudah cukup kali ya kalo kubilang hujan itu romantis. Hujan.. hujan tidak adakah identitas lain untukmu??? Kalo saya ya, saya akan sangat menyukai hujan bila hujan itu menghilangkan cap romantisnya dan menyegerakan kesenangannya. Hum, intinya saya suka hujan yang menyenangkan dan menga"anak-anak"an. Oalah hujan yang seperti itu sulit ditebak. Beberapa momen yang kudapatkan adalah selalu hujan yang bahagia dan beberapa di antaranya ada juga yang mengingatkan kesedihan. Saya pernah mengalami kejadian saat hujan turun sangat deras dan bahkan nyaris saja luapannya menenggelamkan kakiku, tapi entah saat itu saya merasa senang. Yah meng"anak-anak"an memang. Ada juga saat akan turun hujan dan saya melihat sesuatu yang mengagetkan dari luar angkot yang kutumpangi. Yah itu namanya mengagetkan memang. Ada pula waktu itu... dan waktu itu... serta waktu itu lagi...

Hum, intinya ini postingan tentang hujan hohoho. Alasannya untuk menyambut musim hujan yang sudah datang. Welcome Rainy...

pemandangan emezing ini muncul setelah hujan deras
Jadi, yah meng"anak-anak"an memang! 

Hima Rain

7 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) ;)) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!
  1. Di foto itu langitnya kereeeen :)
    Hujan yang meng 'anak2an' itu ketika dirimu ikut turun bercengkrama bersama hujan alias main hujan2 :D

    BalasHapus
  2. suasana ketika akan hujan memang selalu menenangkan, justru membingungkan kak rin chu.... orang2 bingung mau ambil jemuraaan

    BalasHapus
  3. Kangen menerima kuruan air hujan dari talang. . :D
    Emang khayalannya apa, Mba? :P

    BalasHapus
  4. kalau hujan disini deh2an mbak bukan romantis hehehe takut banjir

    BalasHapus
  5. kalau hujan di rumahku itu ngeri.. gede sedikit harus siap-siap banjir deh.. padahal pengen yah ngerasain hujan berasa romantis x))

    BalasHapus

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D