TUTORIAL

Sabtu, 23 Maret 2013

Ibuk,

Bismillah...
Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat. -Ibuk- 
Novel Ibuk yang kubeli sejak 12 Februari 2013 lalu telah habis kubaca tadi. Saya ingat sewaktu di gramedia dan memilah-milah dan menimbang dan kupilih buku ini. Awalnya sempat ragu apa buku ini bakal bagus atau tidak. Dan hari ini terjawab. Buku ini sangat bagus sekali. Inspiratif. Sejak sebulan lalu buku ini tiap malam tidur di sisi bantal menemaniku atau berada di tasku saat bepergian ke tamalanrea atau daerah setelahnya. Naik pete-pete ke tempat jauh adalah saat tepat untuk membaca. Saat ke maros pekan lalu, saya membawa serta pula buku ini. Remaja perempuan yang duduk di hadapanku seperti terus melihat ke arah buku ini, mungkin saja dia ingin baca juga. Kuajak temanku bicara dan kuperlihatkan sampul kepadanya dan (sengaja) kepada ia juga hehe..

Awalnya kubaca bab-bab awal di rumah dan setelah itu jarang lagi karena mengurus bisnis, intensnya pun akhir-akhir ini kucicil membaca buku ini kalo dalam perjalanan. Sewaktu menuju Sudiang untuk selanjutnya ke Maros saya menghabiskan hampir 6 bab di dalam pete-pete. Saat melanjutkan perjalanan ke maros yang panjang menghabiskan waktu 2 jam saya malah cuma sempat membaca bab-bab saat Isa masuk SMA dan Bayek disunat (tokoh dalam novel ini). Hanya dua bab. 

Novel ini tiap babnya singkat. Membacanya pun nyaman dan kesannya tidak terburu-buru. Tapi walaupun tiap bab hanya beberapa halaman, yang mau disampaikan si penulis sampai kok. Pesannya sangat sampai hingga di akhir-akhir bab membuat emosi naik turun. Senang kemudian menjadi sangat sedih. Hiks...

Cerita perjuangan Ibuk dan Bapak yang sangat detil. Awal bab saat mereka kedua bertemu hingga menjalin kasih hingga akhir hayat bapak mengalir di otakku dengan sangat tenang. Tiap kata yang ditulis Iwan sangat detil, tentang Ibuk yang mengatur urusan anak dan rumah serta perjuangan Bapak si pengemudi angkot yang berkeliling dengan angkot selama 40 tahun demi membahagiakan anak dan keluarga.


Menyentuh membaca kisah ini, ada beberapa bagian yang mengingatkan masa kecilku. Bayek betul-betul mampu membahagiakan keluarganya. Anak laki-laki satu-satunya dalam keluarganya itu mewujudkan mimpinya satu-persatu dalam bab novel itu. Kapan saya akan seperti itu juga? 

Terima kasih telah menulis buku itu. Motivasi untuk berjuang lebih keras dan sukses dengan rasa bahagia makin menjalariku. Satu pesan dalam novel ini, ikhtiar dan doa adalah satu kesatuan yang komplit menuju kesuksesan. Hum, buku ini bagus dibaca untuk anak-anak yang sedang berjuang di sekolah. Belajar yang rajin ya, semuanya akan dituai olehmu bahkan orang lain pun akan mendapat hasilnya juga. 


Hima Rain

16 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) ;)) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!
  1. Balasan
    1. uhum cie ini mengandung apa un. mengandung umpan yak B-)

      Hapus
  2. Bagus ya mba? sy keburu kecewa sm 9 summers 10 autumns yg menurut sy gaya penulisannya biasa bgt jd krg tertarik sm ibuk hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak. saya suka. baca bukunya nyaman. sy bacanya santai dan tidak terlalu berat bahasanya jadi suka.

      Hapus
  3. kalo ke gramed pasti mataku slalu ketemu sm ini buku, tapi belum juga berhasil merayu buat diambil... pinjam doms Him, lagi suka baca buku pinjaman, soalnya sa sll bli buku tapi na ndak dibacaji --"

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh. boleh kak sekalian ketemu dih xixi. saya juga punya the invention of hugo cabret di sini..

      Hapus
  4. Jd teringat dg galauanku "salah satu jasa orang tua" tp ga tau knapa aku ga suka novel ya..? Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mas topek bisa galau juga xixi
      sudah baca novel ini belum? hum dari komennya kayaknya belum ya.
      kota batu itu seperti apa ya

      Hapus
    2. asik pokoknya kota batu, bisa disebut Kota Gununglah hehe..
      tempatnya dingin, adem enak buat rekreasi

      Hapus
    3. wah berarti cocok sekali dengan detil yg diceritakan iwan setyawan yak. jadi makin ingin ke sana. di makassar sering panas. hehe

      Hapus
    4. wah berarti sy harus bersyukur ya, 3 minggu yg lalu dari malang dan mampir jalan2 ke Kota Batu sambil makan kripik apel sekaligus minum sari buahnya ditengah malam berkabut alun-alun kota batu :p

      Hapus
    5. iya mas. mesti bersyukur di setiap keadaan sih ya. hum enak ya kota batu.

      Hapus
  5. jadi teringat ibu, hiks..hiks.
    ibu doa anakmu selalu menyertaimu..
    :)

    BalasHapus
  6. sepertinya kisah nya sungguh menarik

    BalasHapus

Jangan jadi Anonymous ya, susah nyebutnya. Ketik namamu and i'll be glad :D